Bulan: Agustus 2010

SYAHADAT CYNTHIA

SYAHADAT CYNTHIA

Oleh: Jum’an

Waktu saya cangkok ginjal di China ada seorang perawat berkata kepada saya: Part of you is Chinese now. Sebagian dari saya adalah China katanya, karena ginjal saya berasal dari mereka. Itulah ikatan biologis antara saya dengan bangsa yang berjumlah 1,3 milyar lebih itu. Saya juga pernah belajar proses polimerisasi di Taiwan selama enam bulan. Terakhir saya bergaul dengan mereka beberapa tahun lalu ketika sebuah perusahaan jasa perminyakan dari provinsi Shandong bekerja sama dengan kantor tempat saya bekerja. Tak mungkin tidak, bangsa yang jumlahnya seperlima penduduk dunia itu tentulah merembes dan merambah kemana-mana.

Menurut harian Arab News sekarang ini ada 4,600 pekerja China yang terlibat dalam Haramain Railway Project, yaitu proyek pembangunan jalur kereta api cepat dari Mekah ke Madinah lewat Jeddah dan Rabigh. Tahun lalu 600 orang lebih memeluk Islam. Kantor dakwah dan bimbingan untuk orang asing Saudi, atas izin Chinese Railway Company (CRC) membagikan Qur’an berbahasa China, keterangan serta petunjuk-petunjuk untuk mereka. CRC adalah Perusahaan Negara Kereta Api China, kontraktor utama Haramain Railway Project. Senang hati saya rasanya mendengar kenyataan yang tidak mungkin kita bayangkan diwaktu yang lalu. Berkat modernisasi dan teknologi mereka berada disana dan memeluk Islam dengan sukarela. Seperti jatuh cinta pada pandangan pertama. Ini adalah fenomena yang memperkaya memori saya tentang bangsa yang pada zaman Rosululloh hanya merupakan simbol sesuatu yang sangat jauh dan asing: Tuntutlah ilmu walaupun sampai kenegeri China!

Pengaruh Cina dalam diri saya terus berlanjut. Cynthia gadis cantik bermata sipit yang ceria jatuh cinta dengan Dani, keluarga saya. Cynthia adalah keturunan suku Hokian, leluhurnya berasal dari provinsi Fujian. Dari keluarga katholik yang taat dengan istiadat yang kuat. Sedangkan Dani seperti saya sunni, bla bla bla. Tentu tidak mudah menjelaskan Islam kepada Cynthia yang serba informed dan lulusan Australia. Dani tidak akan sanggup menguraikan dengan jelas apakah itu sunni, syiah, ahmadiyah, nu, muhamadiyah, FPI dan Ansarut Tauhid. Belum lagi tentang poligami, jilbab, halal haram dan sebagainya. Kalau tidak karena hidayah Illahi dan fikiran yang terbuka oleh cinta asmaranya kepada Dani, sulitlah untuk membayangkan Cynthia akan memeluk Islam. Tetapi dia megucapkan syahadat bulan lalu sesudah pendalaman yang cukup. Uniknya ditengah keresahan dalam keluarga yang tidak siap menerima kenyataan ini, anak-anak dikeluarga Dani semuanya jatuh hati kepada Cynthia yang dimata mereka bak bidadari sorga yang bisa terbang. Penampilannya trendy, baju dan semua pernak-pernik hiasan yang dipakainya serba indah dan menarik. Dan dia suka anak-anak.

Dani juga tidak perlu memeras otak mempelajari buku-buku agama dan memberi penjelasan tentang semua kontroversi umat Islam kepada Cynthia. Bapak HM Syarif Tanujaya, ketua Pembina Iman Tauhid Islam DKI (dulu Persatuan Islam Tionghoa Indonesia atau PITI) telah membantu sepenuhnya dengan suka rela. Berasal dari etnis China, Om Syrif (begitu Dani memanggilnya) bukan hanya membekali Cynthia dengan pemahaman tentang Islam tapi juga cara mengatasi konflik keluarga yang terjadi, sampai mengajari resep masakan chinese food yang halal. Hari pertama puasa saya berkata: ”Dan, biar Cynthia puasa setengah hari saja. Kasihan” Dijawabnya: ”Dia niat puasa penuh kok”. Ternyata berhasil. Welcome aboard Cynthia……

Iklan

AIB TERSINGKAP DIBULAN PUASA

AIB TERSINGKAP DIBULAN PUASA

Oleh: Jum’an

Kamar tidur saya hanya berjarak tiga meter dari gang didepan rumah. Dimalam hari saya dapat mendengar hampir apa saja yang dipercakapkan orang-orang yang lewat. Karena sudah terbiasa saya jarang memperhatikan isi pembicaraan mereka dan bahkan saya merasa aman kalau ditengah malam ada sekelompok pemuda ngobrol di gang disamping kamar saya. Pasti bukan maling. Tidur pun lebih nyenyak rasanya. Tetapi peristiwa beberapa malam yang lalu saya anggap benar- benar membawa pesan yang berarti. Seperti ada angin yang salah arah meniup gaun seseorang dan tersingkaplah rok-dalamnya yang kumal.

Tiga atau empat malam lalu beberapa kali terdengar suara perempuan minta dibukakan pintu didepan rumah tetangga, tapi tidak mendapatkan jawaban. Berulang-ulang tetap saja tidak dijawab. Lalu sepi untuk beberapa waktu dan mulai lagi. Sekali-sekali terdengar isak tangis: Ibu, buka pintu bu saya hanya mau berpamitan! Disusul dengan nada marah-marah dan menjerit-jerit minta tolong. Saya heran mengapa tidak seorangpun yang mempedulikannya. Padahal lingkungan kami adalah ”orang baik-baik” semuanya. Seolah-olah semuanya kompak untuk tidak menolong perempuan itu. Entah karena bukan famili mereka atau karena dirasa mengusik kehangatan malam romadon.

Ketika saya mencoba keluar untuk mengintip, perempuan itu sedang ditanya-tanya oleh seorang yang kebetulan lewat. Tetapi karena percakapan itu tidak saling nyambung maka ditinggalkannya pergi. Dari lantai dua rumah depan yang belum dihuni, beberapa tukang mengamatinya tanpa mengomentari sedikitpun. Mungkin salah seorang ingin menolong tetapi mungkin dicegah oleh yang lain: Tidak usah ikut campur, kita kan bukan orang sini! Memang mereka orang orang dari Banyumas. Hati sayapun tidak tergerak untuk berbuat sesuatu dan kembali masuk kekamar. Ternyata perempuan itu tidur didepan garasi tetangga. Untung tidak hujan seperti malam-malam sebelumnya. Ketika pagi harinya dibangunkan dan disuruh menyingkir karena mobil mau keluar, ia marah sambil berkata ketus: Tabrak saja saya biar mati!! Jawaban tetangga saya tidak kalah sinis: Ya kalau mati. Kalau tidak kan malah jadi urusan! Pergi! Pergi! Cepat!

Selama saya kekantor episode berlanjut. Ada seorang ibu yang jatuh kasihan dan mengusahakan untuk melacaknya lebih serius dan memberinya makan. Ternyata tukang ojek dari gang 17 ketika melihat perempuan itu berkata: Saya tahu orang ini bu. Ia orang ujung gang sebelas. Dia memang rewel dan sudah berkali-kali diusir oleh anaknya. Menantunya guru. Saya kenal. Biar saya panggil dia saja. Sekitar jam 9 malam ia baru berhasil dibujuk pulang. Siang hari itu beberapa orang yang berusaha menolongnya langsung batal hanya karena dibentak oleh perempuan stress itu. Ternyata ”semua orang baik-baik” disekitar (termasuk) saya, tidak becus mengurus perkara. Seorang perempuan stress yang tersesat tanpa sengaja telah mengungkap aib kami. Seperti angin yang salah arah meniup gaun seseorang dan tersingkaplah rok-dalamnya yang kumal.

UANG WAKTU DAN IBADAH

UANG WAKTU DAN IBADAH

Oleh Jum’an

Benjamin Franklin adalah tokoh penemu, diplomat dan jurnalis Amerika abad 18. Ia sangat peduli tentang waktu seperti ucapannya yang kini menjadi peribahasa: Early to bed, and early to rise, makes a man healthy, wealthy and wise. Ketika menjadi duta Amerika di Perancis tahun 1784 ia menyarankan agar penduduk Paris bangun sejam lebih awal agar siang hari lebih bermanfaat dan setidaknya menghemat penggunaan lilin, yang kalau dihitung mencapai angka cukup tinggi. Disarankan agar lilin dijatah, daun jendela dikenakan pajak dan lonceng gereja dibunyikan serta kanon ditembakkan saat matahari terbit.

Pada tahun itu juga ia menulis esai Nasihat Untuk Seoran Pedagang Muda: Ingat bahwa waktu adalah uang. Kalau sehari dapat menghasilkan 10 shilling, berleha-leha setengah hari berarti membuang uang lima shilling. Esai itu ditulisnya untuk salah seorang sahabat yang telah meminta nasehat kepadanya. Sekedar nasehat untuk seorang teman agar jangan bermalas-malas.

Nampaknya saran bagun pagi dan jangan malas dari Benjamin telah bekembang menjadi Daylight Saving Time yaitu mengajukan jam pada musim panas hampir disemua negara barat sekarang. Dan Time is Money hampir menjadi rukun iman yang menjadikan kita hampir-hampir menyembah uang. Banyak orang memang terpesona oleh semboyan waktu adalah uang. Profesor Ian Walker dari Warwick University Inggris bahkan mempunyai rumus matematis yang dapat menghitung berapa rupiah harga semenit waktu. Menurut rumus V=(W((100-t)/100))/C itu, di Inggris harga waktu 1 menit rata-rata Rp. 1.500 (10 pence) untuk seorang pria dan Rp. 1.200 untuk wanita. Artinya, menyikat gigi 3 menit rugi Rp. 4.500,- mencuci mobil selama 30 menit rugi Rp. 45.000 dan macet dijalanan 2 jam sama dengan membuang uang hampir Rp. 200.000. Rumus yang bermanfaat untuk menuntut uang lembur. Atau memecat karyawan yang selalu telat masuk kantor.

Tetapi mengaitkan waktu dengan uang seperti itu tidak tentu benar karena waktu yang kita alami berbeda dengan waktu yang ditunjukkan oleh jam dan kalender. Pada tahun 1962 Michel Siffre seorang geologist Peracis mengurung diri dalam gua gelap dan baru keluar sesudah menurut perhitungannya 45 hari. Teryata tanggal menujukkan bahwa dia sudah berada dalam gua itu selama 61 hari. Ashabul Kahfi merasa hanya bebera hari tertidur di gua padahal mereka sudah tiga ratus tahun lebih berada disana. Kita memang selalu kekurangan baik uang maupun waktu. Dan tidak pernah menilai dan menggunakannya dengan benar. Kita selalu merugi dalam menggunakan waktu. Kecuali mereka yang telah mengunakannya untuk mengamalkan kebaikan, mentaati kebenaran dan meniti kesabaran.

MEMBUNUH HITLER MUDA

MEMBUNUH HITLER MUDA

Oleh: Jum’an

Ini sebuah lamunan yang mau apapun boleh dan bisa. Mau terbang silahkan terbang. Mau bertamasya kemasa lampau boleh kemasa datangpun juga bisa. Menjabat Presiden boleh mau mendirikan negara sendiri tidak dilarang. Saya memilih menjadi seorang komandan militer abad mendatang di Republik ini dan anda saya tunjuk (harus mau karena ini lamunan saya) sebagai mata-mata untuk melaksanakan sebuah missi rahasia yang sangat penting. Selain pertimbangan profesional saya juga harus tahu sikap serta kepercayaan anda tentang nasib seorang manusia. Apakah anda yakin bahwa masa depan manusia sudah digariskan sebelumnya oleh yang maha kuasa atau diserahkan sepenuhnya kepada kehendak manusia sendiri. Hal ini penting karena missi ini menyangkut penyelamatan nasib jutaan nyawa manusia.

Berangkatlah ke kota Passau di Bavaria Jerman sana! Sampai disana, masuklah ke lorong waktu dan keluarlah pada 20 April 1895. Anda diminta untuk mencari seorang anak berumur sekitar 6 tahun bernama Adi. Bapaknya bernama Aloys berumur sekitar 50 tahun lebih dan ibunya yang bernama Klara masih muda, dibawah 30 tahun. Adi adalah nama panggilan untuk Adolf sedangkan nama lengkap sang ayah adalah Aloys Hitler. Jadi Adi adalah Adolf Hitler kecil yang dewasanya nanti merajalela dalam Perang Dunia Kedua. Dia adalah dalang pembantaian dua setengah juta lebih tahanan perang di kamp Auschwitz. Adi kecil ini ibarat seekor anak harimau yang merupakan ancaman masa depan yang nyata. Missi anda adalah untuk membelokkan sejarah agar peristiwa holocaust tidak sampai terjadi.

Ada dua cara yang boleh anda tempuh. Kalau anda termasuk seorang yang percaya bahwa akhlaq Hitler sudah tercetak dan tidak bisa dirubah lagi, maka satu-satunya jalan adalah dengan membunuhnya. Cekiklah leher anak enam tahun itu sampai tewas, demi keselamatan nyawa 2.5 juta manusia sekitar 50 tahun sesudah itu. Karena Jerman tanpa Hitler tidak akan ada Nazi, tidak akan ada pembantaian di Auschwitz. Jangan ragu demi keselamatan orang banyak.

Tetapi kalau anda tidak sampai hati dan percaya kepada kebebasan kehendak dan bahwa Tuhan tidak pernah mengintervensi kemerdekaan manusia, anda juga sudah saya beri bekal. Ada guntingan berita dari koran-koran, dokumentasi film serta berbagai laporan tentang kejahatan dan kekejaman Hitler. Anda temui orang tua Adi dan persilahkan mereka membaca dan menyimak semua informasi itu. Mumpung Adi baru berumur 6 tahun, siapa tahu nyonya Klara menyadari dan memasukkannya ke sekolah agama atau seni, siapa tahu Hitler bakalan menjadi pendeta atau penyanyi. Dengan demikian ia tidak menempuh karir politik dan militer yang telah mengantarkannya sampai keposisi ”Fuhrer und Reichskanzler”.

Selamat bertugas, lamunan sudah harus dihentikan sudah dekat waktu berbuka. Barokalloh…….

TINGGALKAN BUMI ATAU KITA MUSNAH

TINGGALKAN BUMI ATAU KITA MUSNAH

Oleh: Jum’an

Manusia! Kalau kalian sanggup meretas penjuru langit dan bumi terbanglah. Kalian tak akan bisa kalau tidak punya kekuatan. Begitu Alloh menawarkan dalam surat Rohman ayat 33 kepada kita. Yuk kita keluar dari bumi, kata hati saya. Ngapain! Memangnya disana ada sesuatu yang menjanjikan? Apa disana kita akan bebas dari segala penyakit atau kita menjadi panjang umur. Apa disana tidak penuh makhluk asing yang doyan makan manusia, apa disana ada makanan enak? Sedang air dan udarapun belum tentu ada. Ogah ah, dibumi inilah tempat kita. Hangat dan nyaman, ada nikmat ada berkat ada cinta. Lagipula apa kendaraannya, apa bekalnya dan berapa lama perjalanannya.

Tapi bumi terasa semakin panas. Manusia semakin gelisah dan beringas oleh perang dan juga cuaca global yang tak menentu. Makin giat perdamaian diupayakan makin mendalam rasa dendam berakar. Makin cepat kemakmuran dikejar makin meningkat racun dan polusi yang dihasilkan. Stephen Hawking tokoh ilmuwan Inggris, ahli físika teori yang paling terkenal didunia, berkata untuk kesekian kalinya: Tinggalkan bumi atau anda akan menghadapi kemusnahan. Ia mengatakan bahwa masa depan jangka panjang makhluk bumi adalah diangkasa luar. Sulit sekali untuk menghindari bencana diatas bumi dalam seratus tahun mendatang. Saya melihat ancaman besar terhadap umat manusia, katanya. Jumlah manusia yang bertambah secara eksponesial, sumber daya alam yang semakin menyusut, timbunan senjata nuklir, virus-buatan, semuanya mengancam nasib umat manusia. Diwaktu lalu nasib manusia sudah beberapa kali berada diujung tanduk, misalnya waktu krisis Kuba tahun1963. Frekwensi krisis seperti itu akan makin sering terjadi diwaktu mendatang.

Tetapi Stephen Hawking optimis, kalau manusia bisa menghindari bencana dalam dua abad mendatang, ras manusia akan aman dan mampu menyebar keluar angkasa. Ia percaya bahwa kendaraan masa-depan yang sampai saat ini dianggap sebagai bid’ah ilmiah akan bisa diwujudkan. Tentang apa yang saya takutkan kalau-kalau diluar sana penuh dengan makhluk yang doyan makan manusia, Hawking setuju bahwa kehidupan aliens hampir bisa dipastikan ada dan secara matematis rasional. Sebagian mungkin sederhana sebagian lain mungkin cerdas. Ia menganjurkan agar jangan sekali-kali berusaha berhubungan dengan mereka. Ia meramalkan kalau mereka sampai mampir kebumi akibatnya tidak akan beda dengan waktu Columbus menemukan benua Amerika Sama sekali tidak menguntungkan bagi suku asli Amerika. Karena itu hindari, at all cost, jangan main-main dengan makhluk asing.

Ya ma’syarol jinni wal insi…fanfuzuu- (wahai jin dan manusia… tinggalkan bumi), kalau benar saya memahaminya, bagi kita hanya merupakan wacana dan sesuatu yang masih sangat jauh, bagi Stephen Hawking merupakan masalah aktual, bahkan mendesak.

TAK ADA NERAKA UNTUK BERHALA

TAK ADA NERAKA UNTUK BERHALA

Oleh: Jum’an

Teman saya bekerja diperusahaan bahan kimia yang tidak begitu besar namanya PT. Kimia Jaya. Karena kekurangan modal dan salah urus, perusahaan itu terpaksa dijual. Semua bangunan pabrik, sisa stok barang digudang, tagihan serta hutang kepada pihak luar, menjadi hak dan tanggung jawab pemilik yang baru. Peristiwa itu tidaklah aneh. Sudah jamak orang menjual perusahaannya kepada investor baru yang lebih kuat. Semua izin dan fasilitas sudah lengkap, tinggal melanjutkan saja tanpa harus memulai dari nol lagi. Jual beli perusahaan pasti rumit tidak semudah jual beli hand-phone atau motor bekas.

Buktinya si pemilik lama menuai sejumlah musuh sesudah jual beli itu, yaitu para debitur yang mengalami kesulitan menagih piutangnya kepada pemilik yang baru. Dia berpendapat bahwa hutangnya adalah hutang PT. Kimia Jaya bukan hutang pribadi dan karena perusahaan itu sudah dijual, tanggung jawabnyapun sudah tidak ada lagi. Tanggung jawab ekonomi maupun tanggung jawab moral sudah beralih kepada orang lain. Haji Tohir, sahabat dekatnya yang dulu meminjamkan uang utuk modal kerja, tidak mengerti dan merasa tidak pernah dimintai persetujuan kalau piutangnya akan dialihkan kepada orang lain. Sebenarnya kalau jual beli itu transparan, suka sama suka antara semua pihak, musuh-musuh itu tentulah tidak akan ada.

Bukankah kalau anda meminjam uang, anda wajib untuk membayarnya kembali? Sebaiknya dengan uang yag anda hasilkan melalui jerih payah bukan dengan uang pinjaman dari orang lain lagi. Apa lagi utang itu dialihkan kepada orang lain. Kalau yang berhutang adalah negara, bisa-bisa anak cucu kita yang terpaksa membayarnya nanti. Atau anda mau mengatakan bahwa hutang pribadi dan hutang perusahaan memang berbeda? Bahwa kita bisa melepaskan tanggung jawab moral dengan menyebutnya sebagai hutang perusahaan? Memang begitulah kepercayaan sebagian besar kita selama ini. Kepercayaan itu timbul karena perundang-undangan tentang perusahaan yang sudah berlaku umum memang mendukungnya.

Tahukah anda siapa PT. Kimia Jaya itu? Perseroan Terbatas (limited company) merupakan Badan Hukum, yang dipersamakan kedudukannya dengan orang dan mempunyai kekayaan yang terpisah dengan kekayaan para pendirinya. Jadi, PT dapat bertindak keluar baik di dalam maupun diluar pengadilan sebagaimana halnya dengan orang, serta dapat memiliki harta kekayaan sendiri. Kalau begitu PT adalah sebuah makhluk yang kita ciptakanan dan kita tiupkan kekuasaan kedalamnya utuk dapat memiliki harta dan memperdagangkan utang piutang. Sejenis berhala yang menakutkan buatan manusia sendiri. Tetapi sebagaimana kita tahu Tuhan tidak menciptakan sorga dan neraka untuk para berhala. Yang pasti adalah neraka untuk kita manusia yang mencipatakan berhala-berhala itu.

Hutang tidak lagi dianggap sebagai kewajiban yang harus dipenuhi, tetapi sebagai asset atau harta yang bisa diperdagangkan. Mari kita ingat bahwa tak ada neraka untuk berhala……….. Masa iya PT itu berhala?

MENELUSURI SUMBER PENDERITAAN

MENELUSURI SUMBER PENDERITAAN

Oleh: Jum’an

Akan datang hari mulut dikunci, kata tak ada lagi. Akan tiba masa tak ada suara dari mulut kita. Berkata tangan kita tentang apa yang dilakukannya. Berkata kaki kita kemana saja dia melangkahnya. Begitu bai-bait pertama lirik lagu ”Ketika Tangan dan Kaki Berkata” Chrisye yang ditulis oleh Taufiq Ismail dan diilhami dari Surat Yasin ayat 65. Pesan utamanya bahwa kita tidak aka bisa berbohong diakhirat nanti. Mungkin mulut mengaku menyayangi tetapi tangan akan berkata mencekik dan kaki berkata menyepak dan menendang. Mulut tak lagi dipercaya.

Kita mungkin kurang jelas menerangkan apa yang kita derita kepada dokter. Demam, mual, kepala pusing, cekot-cekot. Sekitar itu-itu saja istilah yang kita ketahui. Tetapi tidak mengapa. Dokter akan mengukur suhu badan, kadar trombosit, leukosit dan lain-lainnya untuk mengetahui apa sakit kita sebenarnya. Dia lebih percaya pada angka dari pada kata-kata. Dia mengukur suhu badan dan kadar zat-zat dalam darah atau urine menggunakan cara-cara ilmiah yang terpercaya. Sedangkan informasi demam dan mual bersumber dari cerita si pasien yang subyektif dan personal. Zaman memang berpihak kepada yang ilmiah, terukur dan objektif ketimbang kata-kata yang tidak kwantitif serta tidak akurat. Sekarang semua sudah ada ukurannya: gempa bumi, kadar karbon dioksida dalam udara, bahkan rating acara televisi. Semuanya dalam angka.

Pengalaman memang hanya bisa diceritakan dan tidak bisa diukur. Pengalaman ”Orang Jawa Naik Haji” yang diceritakan oleh sastrawan Danarto dengan dengan enak membuat para haji Jawa jang membacanya merasa telah dicuri isi hatinya dan dibeberkan pengalaman pribadinya. Danarto tidak megukurnya, tetapi dia menceritakan pengalamannya. Mengukur adalah wilayah para ilmuwan sedang bercerita adalah urusan para strawan. Karya sastra yang membakar semangat dan melembutkan hati tidak kalah pentingnya dengan karya ilmiah yang menaikkan hasil pertanian atau memudahkan komunikasi antar manusia.

Para ahli mengatakan bahwa apa yang kita alami waktu kita menderita demam atau pusing kepala sebenarnya adalah reaksi kimia yang kompleks yang terjadi didalam otak kita. Dengan kata lain, kejadian yang benar-benar nyata adalah reaksi kimia dalam otak kita. Kata Harun Yahya, ilmuwan muslim yang terkenal itu, kalau saja otak saya dapat disambung paralel dengan otak anda, maka mulut anda juga akan menjerit-jerit karena merasa kesakita meskipun kaki saya yang kejatuhan martil. Semuanya hanya terjadi didalam otak saja. Entahlah. Tetapi banyak orang pandai mengatakan bahwa dunia ini hanyalah bayangan belaka. Wallohu a’lam.

POOR POORER RICH RICHER

POOR POORER RICH RICHER

Oleh: Jum’an

Mas Untung kalau ditanya mau kemana, jawabnya selalu sama yaitu mau pulang kerumah Pak Modal. Jangan heran karena dia memang anaknya. Tak ada untung kalau tak ada modal. Kalau ada modal lima ratus ribu rupiah, kita bisa membeli beras satu kwintal lalu kita jual enam ratus ribu. Pak Modal sambil duduk-duduk dirumahnya menugaskan lima lembar uang ratusan ribunya supaya bekerja. Sesudah selesai mereka pulang enam lembar. Kalau besok ia suruh lagi mereka berenam itu bekerja, tentu akan pulang tujuh atau delapan lembar. Sementara itu Pak Fakir harus membakar dua ribu kalori karbohidrat untuk ditukar hanya dengan dua puluh ribu rupiah sebagai upah pikul. Pak Modal membeli beras sekarung dengan harga empat ribu rupiah perkilo, sedang Pak Fakir membeli sekantong plastik dengan harga enam ribu rupiah perkilo. Orang miskin hanya membeli sedikit dengan harga eceran yang jauh lebih mahal dibanding dengan orang kaya yang membeli tunai dalam jumlah yang banyak. Yang kaya tambah kaya yang miskin tambah miskin.

Meskipun gambaran itu sederhana sekali dan tidak selalu benar, bukti statistik di Jerman menunjukkan bahwa antara tahun1991 – 2005 keadaan disana memang demikian adanya. (Otto Meyer: How the rich become richer and the poor become poorer). Kalau mau dibahas dengan mendalam dalam skala yang lebih luas tidak akan ada titik temunya karena perbedaan sistim dan aliran ekonomi yang dianut para pembahasnya. Pendukung kapitalisme menganggap kalimat yang kaya tambah kaya dan yang miskin tambah miskin adalah contoh dari kepercayaan yang sesat, sedangkan mereka yang anti kapitalis menganggapnya sebagai fakta yang nyata dan cacat bawaan kapitalisme. Versi lain yang lebih sinis berbunyi: yang kaya makin banyak harta yang miskin makin banyak anak.

Terlepas dari kapitalis atau sosialis, sebenarnya poor poorer dan rich richer mudah dimengerti dengan logika sederhana. Orang kaya mempunyai bekal sedangkan orang miskin kurang atau sama sekali tidak punya untuk memulai hidup yang baik. Sementara anak kaya belajar di sekolah, anak miskin bermain dijalanan karena tidak bisa sekolah. Anak kaya pulang kerumah yang nyaman berkamar bersih dan sejuk enak untuk belajar. Makan malamnya bergizi bangun tidur pagi segar bugar. Anak miskin pulang bermain kerumah pengap dan kumal, makan malam tidak kenyang bangun pagi lemah dan lesu.

Orang kaya menanmkan uangnya untuk berbisnis yang mendatangkan laba ber lipat ganda sementara orang miskin menaruh uangnya didalam tabungan di bank dengan bunga yang hanya sekecrit. Takut berbisnis kalau-kalau uang yang pas-pasan itu malah hilang. Orang kaya akan melahirkan anak kaya dan orang miskin melahirkan anak miskin. Begitu dari generasi ke generasi. Banyak benar dan tidaknya tetapi orang miskin kalau tidak menggunakan otak dan nyalinya untuk bangkit dan berontak memperbaiki nasib, akan tetap miskin selamanya. Mari rebut seisi dunia seolah kita akan hidup abadi. Tetapi jangan lupa akhirat. Siapa tahu kita mati besok pagi.