Bulan: Februari 2014

BELUM ADA UNTA JINAK DI ISRAEL

Image

BELUM ADA UNTA JINAK DI ISRAEL

Oleh: Jum’an

Dalam Kitab Kejadian 24, bagian dari Perjanjian Lama (Injil Ibrani) diceritakan bahwa suatu ketika Abraham (Nabi Ibrahim a.s.) mengutus hambanya untuk mencarikan jodoh bagi puteranya Ishak. Kemudian hamba itu berangkat, dengan membawa 10 unta tuannya sarat dengan muatan segala barang-barang berharga. Ia pun berangkat menuju ke Aram-Mesopotamia dan berjalan ke kota Nahor. Dia menyuruh unta-unta itu berhenti dekat sumur di luar kota, pada waktu itu petang hari, ketika perempuan-perempuan keluar untuk menimba air…… dst. Ada 21 referensi  tentang unta dlm Kitab Kejadian (Genesis). Unta digambarkan dalam kisah-kisah Perjanjian Lama tentang Ibrahim, Yusuf dan Yakub sebagai hewan peliharaan (jinak) untuk kendaraan dan pembambawa muatan. Meskipun tidak ada bukti arkeologi dari kehidupan zaman Ibrahim, banyak orang dlm komunitas ilmiah dan agama,  berdasarkan petunjuk ayat-ayat Injil, informasi arkeologi dari situs-situs di Irak, serta prasasti dari Syria memperkirakan Nabi Ibrahim hidup antara 2000 dan 1500 tahun sebelum Masehi.

Dr. Erez Ben-Yosef dan Dr. Lidar Sapir-Hen, dua orang ahli arkeo-zoologi dari Universitas Tel Aviv telah mengadakan penelitian dengan menggunakan metode pelacak umur radiokarbon (radiocarbon dating) dan berkesimpulan bahwa unta pelihaaraan (unta jinak) baru dikenal di Israel pada sepertiga terakhir abad ke-10 SM, ber abad-abad sesudah zaman Nabi Ibrahim sebagaimana yang disebut dalam Perjanjian Lama. Kedua arkeolog itu telah mengadakan ekskavasi di Lembah Araba di Israel dan di Wadi Finan di Yordania untuk mencari tulang unta, yang dapat ditentukan umurnya menggunakan teknik radiokarbon. Dr Sapir-Hen dapat membedakan tulang unta peliharaan dari unta liar dengan ciri tulang kaki yang menebal karena terbiasa membawa beban berat. Para arkeolog mengatakan bahwa unta mula-mula mungkin dijinakkan di Semenanjung Arab dan dibawa oleh bangsa Mesir ketika mengeksploitasi sumber tembaga di lembah Araba dan memperkenalkan unta sebagai pengangkut beban. Sebelumnya, orang-orang di wilayah ini bergantung pada bagal dan keledai sebagai pengangkut beban mereka. Hasil penelitian yang diterbitkan akhir tahun lalu di dalam Journal of the Institute of Archaeology of Tel Aviv University itu sangat merisaukan bagi kaum Yahudi Israel serta mendapat tanggapan beragam dari berbagai pihak. Pertama karena penelitian ini menunjukkan ketidak-cocokan (anakroni) antara isi Perjanjian Lama dengan sejarah dan sekaligus membuktikan bahwa Injil Ibrani itu ditulis berabad-abad setelah kejadian itu diceritakan. (Menempatkan unta dalam kisah Abrahim sama tidak-nyambungnya dengan menceritakan Robin Hood mengendarai mobil balap). Ada pula yang menuliskan Perjanjian Lama tidak akurat dan bertentangan dengan bukti sejarah…, bukti kekeliruan Bible…, bahwa unta-unta dalam kisah Ibrahim adalah karangan dan fiktif…, dan menjadi titik balik dalam hubungan Israel dengan seluruh dunia.

Bila hasil penelitian itu benar, berarti gagasan tentang “negri yang dijanjikan” yang menjadi andalan eksistensi serta hak Israel untuk menduduki tanah Palestina, menjadi diragukan. Jelas itu membuat kaum fundamentalis Yahudi marah. Kisah tentang Ibrahim dan penyebutan unta dalam Perjanjian Lama yang dipercayai fiktif dan rekaan ternyata menjadi masalah bagi Zionisme! Menurut The Guardian, orang lain telah mengetahuil selama puluhan tahun bahwa kebenaran sejarah Perjanjian Lama lebih rendah daripada nilai sejarah dari Al-Qur’an. Dr Robert Harris, Professor pada Seminari Teologi Yahudi (JTS) New York, mengatakan hasil penelitian ini tidak mengejutkan bagi komunitas teologis. Kami dikalangan dalam sudah lama mengetahui kenyataan seperti itu. Ini hanyalah salah satu dari banyak anakroni dalam Bible, tetapi ini tidak mengurangi kesucian, karena Bible merupakan sumber spiritual, bukan  sumber sejarah. William G. Dever arkeolog Amerika dengan spesialisasi Sejarah Israel kuno menyatakan: Menurut saya kisah-kisah Bible memang ‘cerita,’ sering bersifat khayalan dan propaganda, tetapi di sana sini mengandung beberapa informasi sejarah yang valid. Arkeologi harus mampu mengkonfirmasi dan juga membantah cerita-cerita dalam Bible. Beberapa diantaranya benar-benar terjadi, tetapi yang lain-lain tidak. Narasi tentang Abraham, Musa, Solomon mungkin mencerminkan kenangan sejarah, tapi gambaran Bible yang berlebihan tidak realistis dan bertentangan dengan bukti arkeologi. Dr. Noam Mizrahi, sarjana Injil Ibrani dari Universitas Tel Aviv mengatakan, orang harus berhati-hati untuk tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa temuan arkeologi baru secara otomatis menyangkal nilai sejarah dari cerita-cerita Alkitab. Kisah tentang unta zaman Abraham ini harus diartikan sebagai kilas balik dari periode yang jauh lebih kini.

Nabi Ibrahim a.s. adalah tokoh yang dihormati dan diakui oleh ketiga agama samawi Islam, Nasrani dan Yahudi sebagai Bapak Monotheisme. Nama Ibrahim a.s. disebut dalam lebih dari 20 Surat dalam Al-Qur’an, dan sebuah surat tersendiri bernama Surat Ibrahim. Saya yakin akan kebenaran isi Al-Qur’an sebagai, “hudal-linnas (petunjuk bagi manusia) dan Rasulullah  diutus “liutammima makarimal akhlak” (untuk meneyempurnakan akhlak). Saya pernah menterjemahkan “Sejarah Geografi Qur’an” karya Sayid Muzaffarudin Nadvi (Pustaka Firdaus), tetapi belum pernah membaca pembahasan tentang bukti-bukti arkeologi Qur’an. Mungkin blog tentang “Fakta Sejarah dalam Al-Qur’an ini memberikan sedikit gambaran tentang nilai kesejarahan Al-Qur’an. Wallohu a’lam bissawab.

Sumber-sumber:

  1. Camel archaeology contradicts the Bible
  2. Camel bones suggest error in Bible, archaeologists say
  3. Camels Had No Business in Genesis
  4. Domesticated Camels Came to Israel in 930 B.C., Centuries Later Than Bible Says
  5. Finding Israel’s First Camels
  6. How the camel disproved the Bible as literal truth
  7. Oldest Camel Bones Undergo Carbon Dating, ‘Direct Proof’ Bible Was Written Centuries After Events Described
  8. The Bible Is Inaccurate And Camels Prove It, Archaeologists Claim
  9. The Old Testament’s made-up camels are a problem for Zionism!
Iklan

PRESIDEN DAN ILMU SIHIR

Image

PRESIDEN SBY DAN ILMU SIHIR

Oleh: Jum’an

Suatu pagi pada hari Minggu sebelum Pemilu 2009, Ibu Negara Ani Yudoyono sedang duduk-duduk membaca majalah diruang tamu dirumahnya di Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor sementara Presiden SBY sedang sibuk diperpustakaan.Tiba-tiba Ibu Ani menjerit dan memanggil suaminya. SBY berlari untuk mengetahui apa yang terjadi. Ternyata ada asap hitam tebal mengambang dibawah langit-langit, mencoba memasuki kamar SBY. SBY kemudian meminta semua orang yang ada untuk berdoa untuk minta pertolongan Allah. Ia menutup pintu kamarnya tetapi membiarkan pintu-pintu yang lain terbuka lebar. Asap yang berputar-putar itu akhirnya bergerak menuju keluar rumah. “Alhamdulillah. Keluarga saya selamat. Kejadian itu seperti film horror. Tapi ini benar-benar terjadi. Itu nyata” kata SBY dalam bukunya “Selalu Ada Pilihan” dalam bab yang berjudul “Ancaman kepada Presiden dapat mencapai tingkat pembunuhan”. Kisah SBY hampir menjadi korban ilmu sihir diatas muncul dalam beberapa website Luar Negri dengan judul “Presiden SBY mengakui percaya pada Ilmu Sihir (witchcraft). Mungkin karena ilmu sihir, black magic, klenik dan mistik saling berdekatan, berita itu merembet dengan menceritakan bahwa alasan mengapa SBY memilih tinggal di Cikeas adalah karena Istana Negara dianggapnya angker; hanya Presiden Sukarno dan Presiden Abdurrahaman Wahid yang pernah tinggal disana. Bahkan menurut WikiLeaks, pada September 2010, SBY mangkir dari pertemuan AS dan para pimpinan ASEAN yang diselenggarakan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, karena desas-desus ilmu hitam yang menghantui ruangan gedung pertemuan yang digunakan.

Sihir dilarang dalam Islam. Tetapi banyak dilakukan orang di Indonesia. Banyak orang, termasuk para pemimpin, meminta bantuan peramal untuk melacarkan dengan karir, memperoleh kekayaan dan urusan perjodohan. Tetapi seorang Presiden menceritakan kisah seperti ini kepada publik, belum pernah terjadi sebelumnya. Dikatakan bahwa SBY mungkin merupakan Presiden Indonesia pertama yang mengakui secara terbuka bahwa ia percaya pada ilmu sihir. Sebuah survey tahun 2012 oleh Pew Research Center, yaitu sebuah think-tank Amerika yang melakukan berbagai penelitian pendapat publik untuk memahami sikap dunia terhadap berbagai isu) menunjukkan bahwa 69 % Muslim Indonesia percaya ilmu sihir adalah nyata. Permistikan diantara para pemimpin dunia bukannya tidak sering terdengar. Nancy Reagan yang diduga sangat berpengaruh terhadap suaminya di Gedung Putin, terkenal selalu berkonsultasi dengan seorang peramal. Lebih-lebih di negeri voodoo Haiti. Tetapi pernyataan seperti yang dilakukan SBY manimbulkan pertanyaan yang menarik, misalnya bagaimana kepercayaannya terhadap dunia mistik mempengaruhi bagaimana ia memerintah Negara.

Kepedulian SBY terhadap ilmu sihir tercermin dalam rencana perubahan KUHP dan KUHAP yang telah diajukan oleh Pemerintah. Salah satu pasal dalam RUU itu menyatakan bahwa menggunakan ilmu hitam yang menyebabkan seseorang menderita sakit, penderitaan fisik atau mental diancam hukuman lima tahun penjara atau denda sebesar 300 juta rupiah. Hal yang sama berlaku bagi mereka yang menginformasikan, mendorong atau menawarkan layanan sihir kepada orang lain. Pasal ini dimaksudkan untuk mengatasi kecemasan masyarakat tentang ilmu hitam yang sulit untuk dapat dibuktikan di depan hukum dan untuk mencegah dan mengakhiri main hakim sendiri terhadap seseorang yang diduga mempraktekkan ilmu sihir atau ilmu hitam.

Presiden SBY tidak sendirian dalam upaya untuk melarang penggunaan sihir di negaranya, tahun lalu Mohammed Buqais, seorang anggota Parlemen Bahrain, mengkritik pemerintah negaranya karena tidak berbuat lebih banyak untuk mendidik tentang bahaya ilmu hitam dan sihir. Bugais mengatakan kepada The Gulf Daily News: “Saya belajar di sekolah selama 12 tahun dan bekerja sebagai guru selama 15 tahun, tapi tidak pernah menjumpai subjek yang membahas ilmu sihir atau guna-guna…. Ini berarti pemerintah gagal untuk meningkatkan kesadaran akan bahayanya.” Menjelang Pemilu 20014 Presiden SBY sekali lagi mengingatkan bahaya ilmu sihir dihadapan tiga ribu jamaah dzikir dan pengajian di Cikeas. Beliau menyimpulkan: “Tidak ada yang lebih tepat untuk mengalahkan ilmu sihir, kecuali dzikir”. Dengar dan saksikan sendiri disini!

KITA DAN FUNDAMENTALIS AMERIKA

Image

KITA DAN FUNDAMENTALIS AMERIKA

Oleh: Jum’an

Barna Group, sebuah perusahaan survey Kristen Injili di California dan American Bible Study (ABS) melakukan penelitian terhadap 100 kota di AS, dan memperingkatnya menurut “Bible-mindedness” mereka, yaitu seberapa sering responden membaca Bible dan seberapa akurat kitab suci itu menurut pikiran mereka. Data-data didasarkan pada wawancara telepon dan online dengan 46.000 lebih sampel acak orang dewasa, selama 7 tahun sampai dengan Agustus 2013. ABS mencantumkan 10 kota paling Bible-minded diantaranya Chattanooga di Tennesee dan Jackson di Mississippi. Sedangkan 10 kota paling tidak Bible-minded diantaranya Providence (Rhode Island) dan Portland (Maine). Hasil penelitian ini banyak mendapat komentar dan tanggapan. Salah satu diantaranya dari James Peron, presiden Moorfield Storey Institute, sebuah think-tank independen yang berjudul “Bible-mindedness, Morality and Crime” . Ia menghubungkan hasil survey Barna Group dan ABS dengan tingkat kejahatan dari ke 20 kota tersebut untuk melihat aspek praktisnya dalam kehidupan. Menurut Peron, penelitian Barna Group dan ABS dapat dikatakan memberikan gambaran kota-kota yang paling banyak, dan paling sedikit penganut Kristen fundamentalisnya.

Dalam hubungannya dengan data-data pembunuhan, pemerkosaan dan perampokan dari 10 kota paling bible-minded dengan 10 kota yang paling tidak Bible-minded, Peron menemukan: Untuk setiap 100.000 penduduk kota Bible-minded tercantum rata-rata 1,2 pembunuhan. Di kota yang paling tidak Bible-minded hanya 0,7 pembunuhan per 100.000 orang. Dengan kata lain, anda hampir dua kali lebih mungkin terbunuh di kota yang paling Bible-minded daripada dikota yang paling tidak Bible-minded. Tingkat pemerkosaan per 100.000 orang adalah 5,4 di 10 kota paling fundamentalis dan 3,9 di 10 kota paling sekuler (tidak Bible–minded). Di 10 kota paling fundamentalis tercatat 127,7 pencurian per 100.000 orang, sementara untuk 10 kota sekuler rata-rata adalah 109. Degan kata lain lebih aman untuk tinggal dikota-kota sekuler, termasuk bebas dari gangguan para pendakwah yang menyebalkan yang selalu mengetuk pintu untuk menyelamatkan jiwa anda.

Penelitian Barna Group tentang pandangan kaum fundamentalis terhadap diri-sendiri, pandangan sekulkaris terhadap mereka serta bagaimana kenyataan kehidupan mereka, menunjukkan bahwa makin banyak orang memandang negatif terhadap para fundamentalis, dan orang luar mengatakan mereka sebagai terlalu suka menghakimi, dan kebanyakan munafik. Parahnya lagi, kaum muda mereka yang secara teratur pergi kegereja, sering mempuyai persepsi negatif yang sama seperti orang luar.

Jika kota-kota yang Bible-minded lebih rawan kejahatan, artinya membaca dan percaya pada Bible tidak memiliki pengaruh positif pada bagaimana orang berperilaku, dan mungkin justru memiliki pengaruh negatif. Jika persentase orang yang percaya pada Bible lebih tinggi, dan jika kepercayaan pada Bible berarti meningkatkan moralitas, maka tingkat kejahatan umum harusnya lebih rendah, bukan lebih tinggi. Itulah sebabnya orang luar memandang kaum fundamentalis kebanyakan munafik.

Dalam buku terbitan Barna Group “Un-Christian” diakui bahwa orang Kristen tidak lebih bermoral dalam bagaimana mereka hidup daripada yang lain. Sebagian besar gaya hidup orang Kristen fundamentalis sama dengan yang sekuler. Mereka sama-sama mungkin bertaruh atau berjudi, mengunjungi situs porno, mengambil sesuatu yang bukan milik mereka, mempercayai peramal dan cenayang, berkelahi atau memaki, minum dan mabuk, menggunakan obat terlarang, berbohong, merebut hak dan memfitnah orang lain. Tetapi meskipun mereka tidak lebih bermoral dari orang lain, mereka percaya bahwa orang lain tidak mau mengikuti aliran mereka karena “tidak sanggup mengikuti standar yang ketat untuk mengikuti Kristus.” Ini membuat mereka merasa seolah-olah “lebih baik dari pada orang lain” meskipun kenyataannya tindakan mereka tidak berbeda dari orang yang tak beriman. Dalam penilaian Peron, mereka adalah orang-orang yang membutuhkan rasa lebih super dari orang lain dan menggunakan “iman” mereka sebagai alasan. Tidak berarti mereka lebih bermoral dalam arti apapun, hanya merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri.

Meskipun kita tidak dapat menyamakan umat Islam di Indonesia dengan umat Kristen di Amerika, keduanya sama-sama terlibat masalah fundamentalisme. Bahkan penganut semua agama. Kita juga menengarai adanya kelompok-kelompok orang-orang yang tersirat merasa lebih baik dari orang lain karena yakin bahwa Allah berpihak kepada mereka. Sikap memonopoli Allah, tanpa disadari dapat melambungkan rasa takabur dan sekaligus mengecilkan arti kebesaran Allah. Ini adalah jebakan setan yang berbahaya. Ini adalah kesempitan hati yang menyamar sebagai ketaatan beragama.

Tapi ada pula segi positip aliran fundamentalis, seperti saya tulis dalam Teka-teki Pewaris Dunia, umumnya kaum fundamentalis hidup tidak konsumtif, mereka senang berkorban, tidak mementingkan hidup “kini dan disini”. Mereka bekerja keras untuk membangun dunia tersendiri yang berbeda dari mainstream dengan membangun sekolah-sekolah dan pusat-pusat kegiatan sendiri. Mereka mempunyai rasa kebersamaan yang kuat, dan bekerjasama demi kebaikan bersama kelompok mereka. Rasa keagamaannya kuat, sehingga tidak mudah terpengaruh dengan ideologi orang lain.