Bulan: Oktober 2010

TERJEBAK OLEH TAKHAYUL

TERJEBAK OLEH TAKHAYUL

Oleh: Jum’an

Sejak kecil saya sudah terlibat takhayul. Waktu saya meninggalkan desa, nenek saya menitipkan segenggam tanah dibungkus kain putih untuk ditaruh dikolong tempat tidur agar saya betah selama tinggal dikota. Sampai sekarang saya selalu merasa was-was jika kejatuhan cicak, apalagi menabrak kucing. Itulah takhayul saya. Anda mau tahu takhayul yang lebih heboh? Tahun 2008 cendekiawan Islam Dr. Said Agil Husin Al- Munawar lulusan Universitas Ummul Quro Mekkah, Menteri Agama saat itu, dengan sepengetahuan Presiden Megawati, berupaya membongkar situs purbakala Batutulis di Bogor karena menurut bisikan gaib dibawahnya ada sejumlah harta karun.

Takhayul adalah kepercayaan bahwa sesuatu (barang, tindakan atau keadaan) yang secara logika tidak ada hubungannya dengan suatu rangkaian peristiwa dapat mempengaruhi hasil akhirnya. Takhayul jelas tidak rasional tetapi juga tidak mendesak untuk diperdebatkan. Tetapi banyak orang yang terpengaruh bahkan mengandalkan takhayul dalam kehidupannya dengan harapan dapat memperoleh keberuntungan. Psikolog sosial Lysann Damisch dari Universitas Koln Jerman mengamati banyaknya olahragawan kelas atas yang menganut perilaku takhayul sebelum mereka memulai pertandingan. Mereka pasti merasa memperoleh manfaat dari takhayul itu. Sebagai ilmuwan Damisch bersama dua orang koleganya lalu melakukan penelitian ada tidaknya manfaat serta bagaimana meknisme takhayul menjalankan aksinya.

Sebagian dari eksperimen itu membuktikan bahwa mempercayai takhayul ternyata telah membangkitkan rasa percaya diri untuk mencapai sasaran, yang selanjutnya secara psikologis meningkatkan kinerja orang itu. Hasil penelitian ilmiah ini seyogyanya dapat mencegah anda untuk tidak melecehkan takhayul. Tetapi seandainya anda menghargai penemuan ini, mungkin tetap saja tidak ada gunanya bagi anda. Pengaruh takhayul sangat-sangat bergantung kepada keyakinan anda pada kekuatan yang melekat didalamnya. Sekali anda mengakui bahwa kinerja seseorang adalah sesuai dengan logika dan tidak ada hubungannya dengan mistik, maka percaya diri anda tidak akan tergugah oleh takhayul. Perasaan “Saya Bisa”, akan lenyap segera setelah anda ingat bahwa tidak ada kekuatan luar atau mistik apapun yang dapat mempengaruhi kinerja anda– kecuali anda dan kemampauan anda. Kekuatan takhayul akan sirna seperti ketakjuban anda pada keindahan bulan sirna setelah anda tahu bahwa bulan hanyalah sebuah planet gersang dan kering.

Bagaimanapun takhayul merupakan salah satu musuh besar dari kebenaran. Penganut takhayul umumnya terlalu percaya dan puas dengan pendapat sendiri dan cenderung menolak bukti-bukti yang logis bahwa mereka keblinger. Flat Earth Society adalah suatu komunitas di California yang mendakwahkan keyakinan bahwa bumi itu datar dengan matahari, bulan dan bintang-bintang berada ratusan kilometer diatas permukaan bumi. Semua bukti ilmiah mutakhir bahwa pandangan itu keliru, ditolak mentah-mentah.

Kalau benar Menteri Agama kita waktu itu mendapat bisikan gaib adanya harta karun di Bogor, jangan-jangan beliau merasa bisikan itu berasal dari Malaikat!! Dari mana lagi? Kalau tidak benar-benar bersikap kritis, kita yang meyakini kemaha-kuasaan Alloh memang mudah tergelicir untuk berfikir bahwa segala-sesuatu itu mungkin saja terjadi, tanpa sebab sekalipun, yang selanjutnya dapat menjerumuskan kita percaya kepada mempercayai takhayul. Sikap kritis adalah hasil dari pendidikan, latihan, kebiasaan mental serta kekuatan. Kalau sakit takhayul sulit diobati, sikap kritis setidak-tidaknya dapat mencegah khayalan, penipuan, takhayul, dan salah paham yang menyesatkan. Letusan gunung tidak dapat dicegah dengan sesajen dan menggandakan uang seperti yang sering kita dengar adalah tipu. Percayalah.

AJAKAN HIDUP SEDERHANA

AJAKAN HIDUP SEDERHANA

Oleh: Jum’an

Orang mengira kepuasan hati seorang pemegang medali perak pasti lebih besar dari kepuasan pemegang medali perunggu dan kepuasan pemegang medali emas lebih besar dari pemenang medali perak. Menurun dari emas, perak, perunggu.Tidak selalu begitu. Seorang juara ketiga merasa lebih puas dari juara kedua karena medali perunggu sangat berharga baginya dibanding bila ia tesisih dan tidak mendapatkan medali sama sekali. Sementara pemegang medali perak merasa sangat malu karena kalah oleh juara pertama. Bahwa sebagai juara kedua tinju dunia misalnya, berarti dia dapat mengalahkan semua petinju dari seluruh sedunia kecuali seorang (yaitu sijuara pertama) tidak dianggapnya sebagai pencapaian apa-apa. Ia hanya merasa dirinya sebagai seorang pecundanng, bukan jagonya.

Pernah, gaji saya naik 15% persen. Senangnya hati sampai-sampai peredaran darah dan metabolismepun rasanya lebih lancar. Sayang itu tidak berlangsung lama. Kolega saya yang setingkat ternyata menerima kenaikan 20%. Dalam sekejap keceriaan saya terbakar menjadi rasa iri, dendam dan dongkol. Kenaikan itu rasanya tidak berarti malah merupakan penghinaan. Padahal kenaikan 15% itu cukup untuk beli bensin dan bayar pembantu sebulan. Hampir setahun baru hati dingin kembali. Tapi pernah juga saya puas dengan kenaikan gaji 5%. Tersasa berkah dan manfaat karena saya kira saya hanya akan naik 2.5%. Ternyata perasaan subjektif saya lebih dominan ketimbang nilai kenaikan itu sendiri. Ah 5% saja sudah cukup, alhamdulillah.

Untunglah kehidupan tak hanya memberi tiga pilihan. Makin kini makin banyak pilihan tersedia. Makin banyak pilihan tentu saja makin baik. Makin mudah ekspektasi kita untuk terpenuhi. Tapi itupun tidak sederhana . Pernahkah anda merasa frustasi memilih lagu yang terbaik dari IPod yang berisi 500 lagu untuk didengarkan? Yang ini, ah tidak. Yang ini, ah tidak. Akhirnya pilihan jatuh pada lagu yang kurang memuaskan ditelinga. Berbeda dengan memilih lagu dari beberapa stasiun radio dimobil kita. Lebih mudah, cepat dan puas. Memilih dari terlalu banyak alternative ternyata melelahkan dan akan menghasilkan pilihan yang kurang memuaskan dibanding memilih dari yang sedikit saja. Pembantu saya menghabiskan sebulan uang gajinya karena terpaksa mengambil semua pilihan yang dihadapkan kepadanya. Ia hanya mau membeli HP sederhana utuk ibunya dikampung. Tetapi ia terpaksa membayar harga kamera, radio, bluetooth dan entah apalagi yang menempel di HP itu. Dia hanya mebutuhkan sedikit, karena dengan sedikit saja sudah cukup. Tapi sekarang tak ada lagi HP yang sesuai dengan kebutuhannya.

Kalau kita bersedia menurunkan harapan kita dari yang tertinggi ke yang secukupnya saja maka hidup kita akan lebih ringan. Mengejar kekayaan secara berlebihan akan menimbulkan kecemasan, resah dan jungkir balik. Memiliki terlalu banyak juga akan menurunkan kenikmatan. Orang bijak sepanjang zaman selalu menganjurkan hidup sederhana, karena hanya dengan membatasi kekayaan duniawi kita bisa memiliki kekayaan batin. Membatasi ekspektasi berarti tidak harus bekerja membanting tulang sehingga stress berkurang dan hutangpun mungkin tak perlu lagi. Hidup secukupnya berarti hidup lebih: lebih banyak waktu, kepuasan yang lebih, keamanan yang lebih serta seimbang dunia akhirat. Mau?

SAMPAIKAN MESKIPUN PAHIT?

SAMPAIKAN MESKIPUN PAHIT?

Oleh Jum’an

Saya sedang menjenguk seorang teman yang dirawat di rumah sakit dan duduk-duduk cukup lama. Diruang sebelah yang hanya dibatasi hardboard dan kain korden, seorang pasien lain sedang dikerumuni pengunjung dan bercanda gembira. Dari apa yang saya dengar tentang kreatinin dan ureum tinggi serta rencana cuci darah seminggu dua kali, saya yakin dia menderita gagal ginjal. Tetapi dari gurauan mereka tidak terkesan ada rasa takut atau sedih sama-sekali. “Kau sih terlalu suka makan rendang!”, kata seorang dari mereka. Sipasien dengan gembira menyahut, mana mungkin orang Minang bisa menghidari rendang, makin bersantan makin nikmat. Tentu saja bukan sekedar makan rendang yang menyebabakan ia gagal ginjal. Saya merasa sedih dan menyimpulkan bahwa mereka tidak tahu betapa sengsaranya orang gagal ginjal.

Karena pernah mengalami sakit yang sama, saya dapat membayangkan penderitaan dan perjuangan yang akan dihadapinya dihari-hari mendatang dalam jangka waktu yang lama. Gagal ginjal tidak bisa disembuhkan. Orang harus menjalani cuci darah selama hidup, menggunakan mesin penyaring yang dipasang diperut selama hidup, atau menjalani transplantasi ginjal. Ketiga cara itu mahal, ribet dan penuh risiko. Saya tidak berlagak menakut-nakuti sekedar karena saya telah selamat melampauinya, tetapi seandainya orang-orang dikamar sebelah tahu apa yang saya tahu, mereka tidak akan sampai hati bercanda tentang rendang. Beratnya penderitaan dan susahnya perjuangan yang akan dilaluinya tidak pantas dipercandakan sama-sekali.

Mungkin juga diantara mereka ada yang sudah tahu tapi buat apa disampaikan dalam kunjungan yang sesingkat itu. Lebih baik menghibur penderita dengan gurauan yang memancing tawa setidaknya agar suasana tidak muram. Bukankah pada tempatnya untuk membesarkan hati orang yang sedang sakit? Lagi pula yang sakit juga lebih mengharapkan mendengar hal-hal yang menyenangkan dari pada berita duka. Tak ada hasrat sedikitpun untuk membayangkan akan sampai dimana penderitaannya nanti. Seolah-olah antara yang sakit dan keluarganya sepakat untuk bersama-sama menipu diri, jangan menyebut-nyebut kenyataan pahit apa yang akan terjadi. Apalagi tentang maut. Jangan, nanti dikira kita memanggilnya. Begitulah kita, setidaknya saya sendiri.

Saya teringat sahabat saya yang ikhlas dan tabah. Isterinya meninggal karena sirosis hati dan beberapa tahun kemudian ia sendiri didiagnose menderita penyakit yang sama. Ia diramalkan hanya mampu bertahan hidup selama 6 bulan. Iapun menjalani hidupnya dengan sabar, sampai sekitar enam bulan kemudian dipanggil pulang oleh Sang Khalik. Ketika anak-anaknya datang kerumah saya pada hari raya beberapa bulan sesudahnya, saya bercerita bahwa almarhum pernah mengatakan kepada saya tentang ajalnya yang sudah dekat. Mereka sangat kaget karena almarhum tidak mengatakan hal itu kepada mereka. Ia memilih menjaga kebahagiaan enam bulan terakhir hidup bersama anak-anaknya. Kenyataan pahit yang lebih merupakan hak anak-anaknya disampaikannya kepada saya, sahabatnya bukan kepada mereka. Tiga hari sebelum meninggal ia masih menjenguk saya dirumah yang sedang terkapar ditempat tidur sepulang menjalani cuci darah, lebih dari 10 tahun silam. Alloh yarham.

Qulil haq walau kaana murro – katakan yang benar walaupun terasa pahit. 0Hadis nabi ini sangat mendasar dan konseptual. Apakah tidak untuk konteks ini juga? Wallohu a’lam bissawaab.

MENUNGGU MALAIKAT DATANG

MENUNGGU MALAIKAT DATANG

Oleh: Jum’an

Saya melihat orang Afrika membasahi rambut ditengkuknya ketika mengambil air wudu, berbeda dengan kita yang membasahi jambul bagian depan bukan dibagian belakang. Perintah Alloh yang asli dalam Qur’an Surat Al-Maidah ayat 6 yang berbunyi “usaplah kepalamu” (wamsahuu bi ru’usikum) oleh orang Afrika dilakukan dengan membasahi tengkuk dan oleh orang Jawa dengan membasahi jambul. Naif sekali untuk mengaku bahwa kita yang benar. Pesan yang benar dan hakiki sekalipun, tetap memerlukan penafsiran sebelum dilaksanakan. Tetapi penafsiran mana yang menang dan diberlakukan tidak lagi merupakan masalah kebenaran tetapi tergantung kepada pihak siapa yang lebih berkuasa. Alangkah dilematisnya kalau kita bertengkar tentang penafsiran hal-hal yang sama-sama kita junjung tinggi.

Beberapa waktu yang lalu kaum muslimin terutama muslimat di Saudi Arabia resah dan terguncang, kalau tidak boleh dibilang terpecah, ketika keluar fatwa kontroversial hasil penafsiran dua ulama terkenal tentang pembatasan pergaulan antara pria dan wanita. Fatwa itu mengajurkan agar wanita menyusui pria dewasa yang bukan muhrimnya agar dapat bergaul tanpa melanggar agama. Baca: MEMBENDUNG BANJIR FATWA. Belum lagi reda masalah fatwa menyusui orang dewasa, muncul kontroversi lainnya masih sehubungan dengan percampuran pria-wanita. Kali ini diulas oleh Tariq Al Maeena, komentator sosial dan politik dari Jeddah dalam Gulf News 3 Oktober yang lalu.

Dr. Yusuf Ahmad professor hukum Islam Universitas Islam Ryadh, menyarankan agar Masjidil Haram dibongkar dan dibangun kembali untuk mencegah bercampurnya laki-laki dan perempuan dimusim haji terutama waktu tawaf dan melempar jumroh. Saran itu ditolak oleh Dr Mohammad Al Sahli, pimpinan Masjid Jauhara Mekah: ”Kenyataan bahwa seorang profesor di sebuah universitas keagamaan di ibukota Arab Saudi bisa mengeluarkan suatu pernyataan tentang percampuran laki-laki dan perempuan di tempat suci ibadah umat Islam adalah sebuah penghinaan bagi kita yang menggunakan tempat itu untuk mendekatkan diri kepada Allah.” Bukan untuk tujuan lain. Usaha pemisahan antara kaum pria dan wanita ditempat-tempat umum adalah berlebihan dan hanya akan menimbulkan perpecahan yang mengkutubkan masyarakat Saudi. Kantor KADIN Jeddah baru-baru ini memutuskan merubah jam kerja karyawati dari jam 8.00 – 16.00 dan karyawan dari jam 8.30 -16.30 untuk mencegah mereka bersinggungan waktu masuk dan pulang kantor. Bagaimana dengan suami-istri yang sama-sama bekerja disana? Dinegri dimana wanita tidak boleh nyetir mobil sendiri, apa tidak lebih merepotkan lagi? Bukan tidak mungkin penerbangan nasional, restoran, rumah sakit dan tempat perbelanjaan akan memenjadi sasaran selanjutnya. Apa sebenarnya yang mau disampaikan kepada masyarakat? Atau pemisahan pria-wanita ini merupakan agenda komersial dan bisnis dari para pengusaha? Begitu ulas Tariq Al Maeena.

Seandainya saja malaikat Jibril turun kebumi, saya akan minta dia menanyakan kepada Alloh segala penafsiran yang simpang siur di dunia Islam sekarang ini mana yang benar dan mana yang salah. Saya akan bertanya seperti kaum Musa ketika disuruh memotong seekor sapi betina. Meski sudah jelas, tetap akan saya tanyakan sapi muda atau tua, sapi kuning atau putih, sapi cacat boleh atau tidak, sapi pembajak atau sapi ternak? Soalnya entah sampai kapan kita akan selesai bertengkar akibat beda penafsiran ini.

MIMPI-MIMPI ILMIAH

MIMPI- MIMPI ILMIAH

Oleh Jum’an

Mimpi mungkin sekedar kembang tidur. Mungkin juga pemuasan dari hasrat yang tak kesampaian. Mungkin juga pertanda penting akan datangnya sesuatu. Tetapi mimpi bagaimanapun adalah bagian dari karunia Tuhan kepada manusia. Orang awam, para ahli, penemu, raja-raja dan para nabi semuanya mengalami mimpi. Stephen King seeorang novelist terkenal menganggap mimpi seperti cermin yang dapat digunakan untuk melihat apa yang tidak bisa dilihat didepan mata, yang dibelakang kita misalnya. Mimpi mungkin merupakan cara nurani menggambarkan hakikat masalah kita. Atau bahkan menggambarkan jawaban atas masalah itu dalam bahasa simbolik. Simbol adalah bahasa mimpi. Simbol dapat menggugah perasaan atau ide dan kadang-kadang memberikan arti yang jauh lebih mendalam daripada kata-kata. Sejak zaman Fir’aun sampai era Einstein dan selamanya mimpi terus menyertai sejarah kehidupan manusia.

Zaman dahulu seorang Raja Mesir bermimpi melihat tujuh ekor sapi gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi kurus. Negeri itu kemudian melakukan penghematan hasil pertanian secara besar-besaran atas anjuran Nabi Yusuf a.s. karena mimpi itu merupakan pertanda datangnya musim kemarau dan paceklik panjang selama tujuh tahun. Bukti sejarah tentang peristiwa itu terbaca dalam sebuah batu prasasti yang ditemukan oleh para arkeolog Perancis abad 19 di Yaman.

Elias Howe sipenemu mesin jahit, mendapat kesulitan waktu merancang mesin jahit yang dapat menggantikan pekerjaan tangan perempuan dengan benang dan jarum. Jarum penjahit hanya berlubang pada ujung tumpulnya, setidak-tidaknya itulah yang ada waktu itu. Tidak mungkin membuat mesin dengan jarum seperti itu. Ia kemudian mencoba menggunakan jarum yang diruncingkan kedua ujungnya dengan lubang yang dibuat ditengah antara kedua ujung itu. Tetapi ternyata gagal juga. Waktu tidur Elias bermimpi disandera oleh sekelompok suku kanibal yang akan merebusnya untuk dimakan. Sambil menunggu air mendididh, ia diikat dikelilingi oleh mereka yang menari-nari sambil menggerak-gerakkan tombak naik turun. Setelah diperhatikan ternyata semua tombak mereka memiliki lubang didekat ujungnya. Lubang diujung tombak dan gerakan naik turun itu tetap melekat dalam pikirannya sesudah ia terbangun dan menjadi ide lahirnya mesin jahit yang kemudian mendunia. (Lihatlah animasi ini)

Friedrich August Kekule adalah ahli kimia abad 19. Waktu itu ia memperoleh kekesulitan untuk memecahkan teka-teki tentang struktur sebuah senyawa organik yang bernama benzene atau benzol. Para kimiawan sudah tahu bahwa benzene tersusun dari enam atom carbon dan enam atom hydrogen. Tetapi bagaimana mungkin enam atom carbon yang masing-masih mempunyai empat tangan dan enam atom hydrogen yang hanya bertangan satu bisa saling berpegangan erat dan membentuk senyawa yang stabil. Itu menyalahi hukum valensi kimia. Dalam tidurnya Kekule bermimpi melihat seekor ular yang menelan ekornya sendiri, melingkar seperti cincin. Ternyata itulah jawaban teka-teki benzene: enam atom carbon itu saling saling berpegangan melingkar berbentuk heksagonal dan masing-masing satu tangannya berpegangan dengans satu atom hydrogen seperti terlihat dalam gambar diatas. Orang menyebutnya rumus Kekule.

Frederick Banting dari Kanada Otto Loewi dari Jerman memenangkan hadiah Noble dibidang kedokteran, masing-masing pada tahun 1923 dan 1936. Keduanya mengakui bahwa langkah-lankah penting dalam eksperimen laboratorium mereka diperoleh dari mimpi-mimpi mereka yang unik. Begitulah sapi gemuk dimakan oleh sapi kurus, ular yang menggigit ekornya sendiiri serta lubang-lubang diujung tombak suku kanibal dengan ajaibnya muncul sebagai symbol dalam mimpi-mimpi ilmiah yang bersejarah.

Anda bermimpi digigit ular? Tandanya anda mau ketemu jodoh! Lagi? Tidak ilmiah ah.