Bulan: September 2011

MANAGER KAPITALIS PSIKOPAT

MANAGER KAPITALIS PSIKOPAT

Oleh: Jum’an

Apakah judul diatas nampak tendensius, bombastis atau berbau tuduhan dan kebencian? Mungkin! Tetapi tanpa mengada-ada ketiga atribut itu memang mempunyai hubungan satu sama lain. Psikopat artinya sakit jiwa tapi bukan gila seperti dalam pengertian sehari-hari karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya atau gila tanpa gangguan mental. Mereka juga sering disebut sosiopat karena perilakunya yang antisosial dan merugikan orang disekelilingnya. Menurut penelitian 1% penduduk dunia mengidap psikopati. 80% dari mereka hidup bermasyarakat bersama kita, sedang sisanya ada yang dipenjara atau rumah sakit jiwa. Psikolog Robert Hare dari Univ. British Columbia Kanada adalah pakar dalam psikopati yang terkenal karena penelitiannya yang lama dan juga mendalam, dan telah menciptakan suatu “Psychopath Cheklist” – 111 daftar pertanyaan untuk mendiagnosa psikopati. Checklist itu tak hanya berguna dan banyak dipakai untuk pemeriksaan narapidana atau pasien Rumah Sakit Jiwa, tetapi manjur juga untuk menilai karakter para eksekutif perusahaan atau pimpinan partai politik sekalipun. Psikolog Paul Babiak yang telah mengevaluasi ciri-ciri psikopat dari 203 profesional dari perusahaan-perusahaan Amerika dalam sebuah pelatihan management dengan menggunakan checklist itu mendapati bahwa 1 dalam 25 ( 4%) dari mereka adalah psikopat. Persentase ini cukup tinggi mengingat dikalangan orang biasa hanya 1% yang psikopat. Jadi kalau dikatakan bahwa banyak manajer yang psikopat tidaklah salah-salah amat.

Menurut peneliti itu ciri seorang psikopat adalah kurangnya naluri moral, tetapi mereka mampu menutupinya dengan kemapuan alami untuk mempesona dan memanipulasi orang disekitarnya. Psikopat yang hidup dalam keluarga yang penuh masalah sering berakhir menjadi penipu dan penjahat yang kejam, tetapi mereka yang hidup dalam keluarga bahagia dan berpendidikan bisa mnyesuaikan diri dengan lingkungannya dan karena bakat pesona dan manipulasinya, meniti jenjang karir yang tinggi ditempat kerja mereka. Jadi sebagian besar psikopat sulit kita kenali. Kata Paul Babiak, anda bisa hidup bersama, atau bahkan menikah dengan seorang psikopat lebih dari 20 tahun tanpa mengetahui bahwa dia sakit jiwa. Anda yakin dia orang baik padahal dikantornya mungkin ia tega memecat banyak karyawan untuk menaikkan sedikit keuntungan perusahaan demi mempesona atasannya -untuk mencapai kedudukan yang lebih tinggi lagi. Seorang manajer bank yang psikopat lebih suka meluluskan kredit untuk perusahaan yang nakal, karena mereka lebih mudah dipermainkan dan dan dimanipulasi. Kalau melihat banyaknya ketidak beresan dalam penyaluran kredit bank dan pimpinan yang korup mungkin hasil penelitian Babiak memang benar: banyak pimpinan perusahaan yang psikopat!

Mengingat dan 4% dari pemimpin bisnis yang psikopat dan hanya 1% dari orang-orang biasa yang psikopat dapat dikatakan bahwa kegilaan lebih kuat dibanding akal sehat dan lebih besar pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat. Itulah anomali yang membentuk dunia kita, kata Robert Hare. Bila dilihat dari pengaruh para psikopat di Amerika sebagai contoh, ia mengatakan bahwa kapitalisme dengan segala kekejamannya adalah manifestasi dari psikopaty. Rasanya kalimat “Manager Kapitalis! Psikopat lu!” memang telak untuk mengumpat beberapa atasan kita karena ketiga atribut itu memang berkaitan.

Iklan

KIBLAT PARA PERANTAU

KIBLAT PARA PERANTAU

Oleh: Jum’an

Kita selalu solat menghadap kiblat yaitu kearah barat karena kita di Indonesia. Di Banyumas, Yogya dan Jakarta, kota-kota yang paling lama saya tempati, kiblat saya tentu sama saja yaitu ke barat. Tetapi menurut perasaan saya arah barat diketiga tempat itu berbeda meskipun sama-sama mengarah ke terbenamnya matahari. Kalau saya berpatokan kepada kiblat saya di Jakarta sekarang, maka di Banyumas dulu rasanya saya solat menghadap keselatan sementara di Yogya menghadap ke utara. Di Jakarta saja, di Kemayoran dan di Tanah Abang arah baratnya berbeda. Tentu saja perbedaan perasaan itu dapat diterangkan dengan jelas tetapi keterangan yang jelas sekalipun kalau tidak masuk kedalam hati akan hambar rasanya. Seorang teman sekampung saya yang sama-sama mengais rejeki di Jakarta bahkan mengatakan solatnya di Jakarta tidak khusuk karena kiblatnya tidak terasa menghadap kebarat. Beda dengan biasanya di Banyumas. Disana wajah dan hatinya sama-sama menghadap kiblat. Meskipun selalu ada jalan untuk mencari arah kiblat, suatu saat kita kita terpaksa mengandalkan perasaan untuk menentukan kemana arahnya. Entah didalam perjalanan atau dipenginapan. Biasanya saya putuskan: kalau dirumah, barat arahnya kesana… Saya tidak tahu perantau dari daerah lain. Apakah kiblat mereka di Jakarta terasa kebarat juga atau tidak.

Tiga anak muda dikantor saya yang berasal dari Banyuwangi, Sleman dan Bekasi mengaku mempunyai pengalaman yang sama.Tetapi karyawan lain asal Tanjung Balai Sumatra Utara tidak faham ketika saya tanyakan apakah kiblat disana rasa-arahnya sama dengan sekarang di Jakarta. Ia mengatakan bahwa disana orang tidak pernah menggunakan mata angin untuk menunjukkan arah jalan atau letak suatu tempat. Ketika suatu kali melancong ke Yogya, ia merasa frustrasi karena setiap kali menayakan arah atau letak suatu tempat selalu mendapat jawaban: dari sini terus ke timur atau disana disebelah selatan Gedung Agung. Dia tidak mengerti karena tidak terbiasa menyebutkan arah mata angin. Padahal di Jawa, kata saya, tidak tahu mana utara mana selatan (ora weruh lor-kidul), merupakan ungkapan yang artinya orang tersesat, tidak berpengetahuan atau linglung!

Di desa dulu, kami sangat terbiasa menggunakan timur-barat atau utara-selatan untuk menunjukkan letak dan arah. Kita biasa menyebutkan letak sesuatu ada disebelah utara masjid, diselatan balaidesa atau menunjukkan arah dengan terus ke timur nanti belok keselatan. Bahkan kami menggunakan arah-arah sebagai ungkapan. Membujur keutara artinya mati; tidak pernah menghadap kebarat artinya tidak pernah solat. Pertanyaan ketimur dijawab kebarat artinya tidak nyambung. Kita juga akrab dengan arah matahari untuk mengetahui waktu. Anak-anak sekolah yang masuk pagi, masuk siang, petani pulang dari sawah, solat lohor, asar, berangkat jum’atan semua dilakukan setelah menatap matahari lebih dahulu. Dihalaman masjid biasanya dibangun jam matahari atau tongkat istiwa untuk menunjukkan waktu solat berdasarkan peredaran matahari yang lebih praktis ketimbang tiap kali harus mendongak keatas.

Karena solat adalah kewajiban ummat Islam yang arah dan waktunya tertentu, maka wajar bila sepanjang zaman kita selalu peduli dengan arah dan waktu. Kita tidak akan bosan-bosan memperbincangkan tentang rukyah dan hisab, kapan puasa dan kapan lebaran. Meskipun banyak orang mengeluhkan tetapi saya menikmatinya………..

KURUS KARENA SAKIT ATAU SAKIT KARENA KURUS

KURUS KARENA SAKIT ATAU SAKIT KARENA KURUS

Oleh: Jum’an

Kebanyakan kita tahu bahwa ada dua jenis kolesterol yaitu kolesterol jahat (LDL) yang berbahaya bagi jantung bila ketinggian dan kolesterol baik (HDL) yang berbahaya kalau kerendahan. Pengamatan membuktikan bahwa orang dengan kadar HDL yang rendah lebih banyak terkena serangan jantung dibanding yang ber-HDL tinggi. Orang percaya bahwa dengan menaikkan HDL akan mengurangi resiko serangan jantung dan para ahli juga telah berhasil menciptakan obat yang efektif untuk menaikkan HDL. Belum lama ini dunia kedokteran dikejutkan oleh hasil penelitian bahwa ternyata menaikkan HDL tidak berpengaruh sedikitpun terhadap bahaya serangan jantung. Penelitian oleh Institut Kesehataan Nasional AS dengan dukungan dari pabrik obat Abbott dan Merck itu melibatkan lebih dari 3000 pasien jantung yang semuanya sedang diberi obat statin untuk menurunkan LDL (kolesterol jahat) mereka. Setengah dari mereka juga diberikan niacin (Niaspan) dosis tinggi untuk menaikkan kadar HDL mereka. Kadar HDL mereka memang naik tetapi para peneliti tidak melihat penurunan apapun termasuk kematian dibandingkan mereka yang hanya makan obat statin saja. Karena itu penelitian tentang peningkatan HDL untuk mengurangi serangan jantung itu dihentikan lebih awal pada pertengahan tahun ketiga dari rencana semula enam tahun. Jadi pengamatan saja hanya menunjukkan adanya korelasi antara kadar HDL yang rendah dan serangan jantung, bukan saling menyebabkan satu sama lain. Uji klinis diatas jelas menunjukkan bahwa menaikkan HDL tidak menyebabkan penurunan serangan jantung. Begitulah kenyataannya.

Merancang penelitian memang sulit. Kita ingin mengetahui adakah hubungan antara kegemukan dan kematian, apakah orang gemuk lebih pendek umur daripada orang kurus. Kalau hanya mengamati perbandingan angka kematian orang gemuk dan orang kurus, mungkin hasilnya menyesatkan. Bagaimana kalau kebanyakan orang gemuk lebih suka naik mobil dan meningkatkan angka kematian karena tabrakan. Atau orang kurus lebih suka minum alkohol sehingga meningkatkan kematian oleh penyakit terkait? Faktor-faktor tertentu dapat membuat rancu suatu hasil penelitian. Sebuah hasil survey kantor berita terkenal ABC News tahun 2004 menyimpulkan sesuatu yang terasa ganjil: bahwa kehidupan seksual anggota partai Demokrat (Obama) kurang memuaskan dibanding kehidupan seksual partai Republik. Tapi para responden wanita juga banyak merasa kurang puas dengan kehidupan seks mereka; padahal anggota partai Demokrat lebih banyak wanitanya daripada partai Republik. Bagaimana kita bisa tahu bahwa kehidupan seksual yang kurang memuaskan itu disebabkan oleh aliran politik atau hanya efek samping dari banyaknya wanita anggota partai Demokrat? Sebenarnya ada cara untuk mengoreksi kerancuan ini tetapi kadang-kadang tak terpikir lebih dulu. Atau peneliti kesulitan untuk menentukan apakah suatu faktor akan merancukan atau tidak.

Ketika CDC (Pusat Pengendalian Penyakit AS) menerbitkan hasil penelitian mereka bahwa orang yang sedikit kelebihan berat badan hidup lebih lama daripada orang kurus, beberapa institusi mengkritk hasil penelitian itu dan menyatakan bahwa CDC kurang mengantisipasi hal-hal yang mungkin merancukan (confounding factor) hasil penelitian itu. Apakah orang kurus yang dilibatkan itu sehat atau sakit? Kalau mereka kurus karena sakit, mungkin mereka akan lebih pendek umur karena sudah sakit bukan karena kurus. Tetapi kalau mereka sakit karena mereka kurus, maka tak ada kerancuan dalam hasil penelitian itu. Dalam hal ini penyakit merupakan faktor perancu yang belum dipertimbangkan oleh CDC. Memang tidak terlalu mudah untuk membedakan seseorang kurus karena sakit atau sakit karena kurus. Wajar jika dikatakan hasil pengamatan itu rancu. Jika hasil penelitian tidak mencantumkan faktor-faktor perancu (misalnya jenis kelamin, penyakit, umur) maka kesimpulan hasilnya dapat menyesatkan.

HORMATILAH ORANG TIDUR

HORMATILAH ORANG TIDUR

Oleh: Jum’an

Diangkat pena dari tiga golongan; dari orang tidur sampai ia bangun, dari anak-anak sampai dia baligh dan dari orang gila sampai dia waras. Begitu hadis riwayat Abu Daud. Artinya orang tidur, anak kecil dan orang gila bebas hukum. Adil, wajar dan masuk akal. Senang hati saya menerimanya. Memangnya mau berbuat apa orang tidur! Ken Parks pria Kanada berusia 23 tahun, menderita insomnia (kelainan tidur) yang parah akibat pengangguran dan hutang judi. Dipagi buta 23 Mei 1987 ia bergegas masuk kemobilnya dan melaju menuju rumah mertuanya sejauh 23 km. Sampai disana tanpa alasan yang jelas ia menikam ibu mertuanya sampai mati; padahal sang mertua biasa menyebut dia sebagai menantu yang lemah-lembut. Ia lalu meluncur menuju kekantor polisi dan melapor: “Saya kira saya baru membunuh orang…” dan ia baru sadar bahwa tangannya sendiri juga terluka. Didepan pengadilan ia mengaku tidak ingat membunuh mertuanya. Juga tidak ada alasan untuk itu. Tim pembelanya yang terdiri dari seorang psikiater, seorang psikolog, seorang neurolog dan seorang pakar masalah tidur, berhasil membuktikan bahwa Ken dalam keadaan tidur waktu melakukan kejahatan itu dan tidak menyadarinya. Iapun dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan. Pemerintah Kanada naik banding atas keputusan ini, tetapi Mahkamah Agung justru menguatkan pembebasan Parks pada 1992. Lain halnya dengan Scott Falater dari Phoenix Arizona. Pria 40an ini menikam Yamila istrinya 44 kali hingga tewas pada 1997, dan mayatnya dimasukkan kedalam kolam. Ia juga mengaku tidak sadar, dan didukung dengan bukti-bukti dari para ahli seperti pada kasus Ken. Tetapi pengadilan Phoenix tidak percaya bahwa orang tidur dapat begitu rapih dan terencana melakukan suatu pembunuhan seperti itu, sehingga juri memutuskan ia bersalah dan dihukum seumur hidup.

Parasomnia, yaitu penyakit kelainan tidur yang meliputi perilaku abnormal, perasaan, pengalaman dan kegiatan syaraf yang tidak wajar selama dan ketika bangun dari tidur, memang menakutkan. Penderitanya dapat menunjukkan nafsu primitif serta agresif, mencederai diri atau orang lain, terganggu kesehatan dan pergaulannya, malu, bingung dan depresi karena sering kehilangan control dimalam hari. Parasomnia dapat dialami oleh siapa saja tanpa pandang usia bahkan janin dalam rahim. Untungnya parasomnia dapat didiagnose dan diobati dengan efektif. Terlepas dari kenyataan bahwa tidur itu penting bagi kesehatan, apa gunanya dan mengapa kita perlu tidur, tetap misterius. Bertahun-tahun data yang dikumpulkan para ahli menunjukkan bahwa tidur atau kurang tidur mempengaruhi otak. Disimpulkan bahwa tidur adalah penting untuk mengukuhkan ingatan yang baru dibentuk. Penelitian yang lebih mutakhir bahkan menunjukkan tidur juga membuat ruangan untuk pembentukan ingatan yang baru, semacam menyiangi tanaman tanaman padi agar dapat tumbuh lebih subur. Tidur membantu keseimbangan antara ruangan dan sumberdaya otak. Dalam keadaan terbangun, otak terus menerus terkena informasi baru yg datang dari panca indera kita. Informasi ini membentuk ingatan baru dan pelajaran tentang dunia sekitar. Sel-sel otak tumbuh dan bercabang serta membuat koneksi-koneksi baru. Perubahan ini makan tenaga dan ruangan, yang adanya terbatas. Waktu tidurlah ranting-ranting yang tidak perlu itu dipangkas dan ditinggalkan cabang-cabang yang penting saja. Otakpun menyusut dan siap untuk mengembang lagi esok hari guna meyerap informasi baru.

Tidur itu penting! Tidur itu tanda kekuasaan Alloh ( Ar-Rum 23), tidur itu istirahat (Al-Furqon 47). Hanya Alloh yang tidak mengantuk dan tidak pula tidur (Al Baqoroh 225). Ikan Paus raksasa sampai lalat dan nyamuk semua butuh tidur. Bahkan iguana tidur dengan mata sebelah bergantian saking hati-hatinya. Jadi hormatilah orang tidur! Sekalipun hanya “ngliyep” 5 menit dikantor.