Bulan: Oktober 2014

TAHUN 2038 PENDUDUK DUNIA MAYORITAS ATHEIST

kafir1

TAHUN 2038 PENDUDUK DUNIA MAYORITAS ATHEIST

Oleh: Jum’an

Manusia tak henti-hentinya berusaha melucuti dan menelikung agamanya agar tunduk pada selera mereka. Anehnya mereka bersikukuh untuk tetap menganutnya sambil melemahkannya dari dalam daripada meninggalkannya. Bahkan orang-orang yang mempunyai kelainan seperti gay dan lesbian berhasil memenangkan perjuangan pernikahan sesama jenis di Amerika dan bertahan menjadi penganut Kristen. Meskipun itu kasus Kristen-Amerika kita tahu betapa fenomena seperti itu dapat merebak dengan cepat ke seluruh dunia dalam era cyber sekarang ini. Prof. Siti Musdah, dari Univ. Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta dengan fasihnya menjelaskan bahwa homoseks adalah perbuatan halal. Mengapa tidak ia tinggalkan saja Islam dan hidup sekuler atau atheis? Tidak mungkin! Karena kesejahteraan hidupnya diperoleh dari gaji dosen dan jabatan dalam lingkungan Islam. Kecuali kalau dia bersedia pindah ke Amerika. Richard Dawkins dedengkot Atheis Amerika, dengan Yayasan Science & Reason dan Yayasan Freedom From Religion (FFRF) miliknya, mengelola Clergy Project (Proyek Rohaniawan) yang bertujuan menarik dan memberi perlindungan para pendeta, imam, rabi dan pemimpin agama lain yang mau memilih meninggalkan iman mereka dan tidak mempercayai hal-hal gaib. Mereka membantu pendeta yang ingin meninggalkan gereja serta menjamin biaya hidup mereka selama transisi dan mencarikan karir sekuler. Albert Mohler, presiden Southern Baptist Seminary menamai proyek itu potret menyedihkan dari keputus-asaan kaum atheis dan kelompok sekuler. “Mereka memuji-muji pendeta Pantekosta yang murtad yang tak berpendidikan, yang sudah menganut teologi liberal sebelum menjadi pendeta dan pengagum atheist Dawkins. Proyek Rohaniwan adalah magnet bagi pendeta penipu dan pengecut yang berbohong kepada jemaat mereka, bersembunyi di balik keyakinan agama yang mereka khianati, bersekongkol dengan kaum atheis, sambil masih tetap mempertahankan posisi dan gaji mereka dari gereja”. Mohler juga menuduh Dawkins, yang mensponsori Clergy Project mencoba untuk mempermalukan gereja dan melemahkan tauhid melalui pendeta yang murtad.

Theresa MacBain, seorang pendeta Methodist yang sudah mengabdi selama 20 tahun, murtad dan menjadi atheis pada 2012. Ia telah diangkat menjadi Direktur Humas American Atheist  yg berdiri sejak 1963. Ia yang juga Wakil Direktur Clergy Project mengatakan proses hilang imannya berjalan bertahap hingga ia tidak bisa menyebut kapan ia mulai murtad. Salah satu penyebabnya adalah pemahamannya tentang Alkitab yang menurutnya kontradiktif, kurang landasan ilmiah atau sejarah dan kabur, yang setelah sekian lama ia simpulkan bahwa Alkitab tidak benar. Ia juga mempertanyakan keberadaan neraka dan sulit untuk memahami bagaimana sang Khalik tertinggi bisa menciptakan manusia yang sangat lemah dan terbatas dan menghukum mereka kekal di tempat yang mengerikan dan amat menyiksa. Selama dalam keraguan dan mencoba berjuang dengan isu-isu tersebut, ia selalu merasa bahwa hal itu akan menjadikannya seorang Kristen dan pendeta yang lebih baik. Sampai akhirnya ia menyadari bahwa bukannya demikian, tapi justru telah benar-benar menyimpang semakin jauh dan kehilangan iman sama sekali. Ketika masih aktif sebagai pendeta ia mengatakan bahwa ia menjalani kehidupan ganda sebagai pendeta dan sekaligus seorang atheis. Ia merasa senang dari hari Senin sampai Kamis. Tapi mendekati hari Minngu “saya mulai sakit perut, kepala pusing karena menyadari bahwa saya harus mengkhotbahkan hal-hal yang saya tidak lagi percaya dan merasakan kepalsuan diri saya.”

Kaum atheis banyak terkonsentrasi di negara-negara ekonomi maju, khususnya negara-negara demokrasi sosial di Eropa. Di negara terbelakang, atheisme hampir tak menjadi isu. Menurut pengalaman ketika orang menjadi lebih makmur, mereka tidak terlalu khawatir kekurangan kebutuhan pokok, atau mati muda karena kekerasan atau penyakit. Dengan kata lain mereka dalam keadaan aman sehingga tidak merasa perlu untuk mengandalkan pada sesuatu yang supernatural untuk menenangkan ketakutan dan ketidak-amanan mereka. Bahwa kemakmuran menurunkan keyakinan beragama, banyak buktinya. Penelitian jelas membuktikan bahwa atheisme meningkat bersama dengan naiknya kualitas hidup. Swedia 64% rakyatnya atheis, Denmark 48%, Perancis 44% dan Jerman 42%. Sementara dikebanyakan Negara sub-Sahara kurang dari 1%. Berdasarkan pertumbuhan ekonomi, kita dapat memperkirakan kapan dunia akan menjadi mayoritas atheis. Ini logis karena perkembangan ekonomi merupakan faktor kunci yang bertanggung jawab untuk sekularisasi. Peneliti mengunakan sembilan negara yang paling atheis sebagai batu ujian yaitu  Belgia, Cekoslovakia, Denmark, Prancis, Jerman, Jepang, Belanda, Swedia dan Inggris. Kesembilan negara ini rata-rata mencapai transisi atheis pada tahun 2004 dimana 50% populasinya tidak percaya pada Tuhan. Produk domestik bruto mereka (PDB) rata-rata USD. 30.000,-  dibanding rata-rata PDB negara di dunia sebesar 11.000 dolar. Berdasarkan tingkat pertumbuhan rata-rata global dari PDB sebesar 3,33% pertahun dengan beberapa koreksi lain, seluruh penduduk dunia akan melewati ambang pintu atheisme sekitar tahun 2038.

Apakah hilangnya keyakinan agama merupakan sesuatu yang menakutkan? Bila proses kemurtadan terjadi karena kemakmuran dan kwalitas hidup seperti diatas maka negara-negara kafir itu nanti akan sangat bermoral dengan tingkat kepercayaan sosial yang tinggi, kesetaraan ekonomi, kejahatan yang rendah dan tingkat keterlibatan sosial yang tinggi. Hah? (Maaf kata kafir, murtad dan atheis  saya samakan saja untuk kemudahan)

KRIMINALISASI MAKANAN BERGIZI

NOEGGS

KRIMINALISASI MAKANAN BERGIZI

Oleh: Jum’an

Pada tahun 1958 Ancel Keys seorang ilmuwan Amerika mengadakan penelitian yang dikenal dengan Penelitian Tujuh Negara, tentang hubungan antara pola makan dan penyakit jantung di berbagai negara. Hasilnya menunjukkan bahwa negara-negara di mana konsumsi lemak tinggi, paling banyak penderita penyakit jantung. Disimpulkan bahwa makanan berlemak menyebabkan penyakit jantung. Ia tidak mnyebut-nyebut negara di mana orang banyak makan lemak, tetapi sedikit penderita penyakit jantung seperti Belanda dan Norwegia maupun dimana konsumsi lemak rendah tingkat penyakit jantung tinggi, seperti Chili. Ia melakukan tebang pilih, hanya mengambil data yang yang mendukung teorinya. Penelitian yang sangat cacat ini mendapat dukungan media dan berpengaruh besar pada pedoman pola makan Amerika dan dunia beberapa dekade sesudahnya. Para ahli nutrisi memang memiliki rekam jejak yang istimewa dalam mengutuk makanan sehat seperti daging merah, keju, minyak kelapa dan masih banyak lagi.

Contohnya yang terburuk adalah propaganda anti telur yang kebetulan mengandung banyak kolesterol dan karena itu dianggap meningkatkan risiko penyakit jantung. Padahal telur adalah salah satu makanan paling sehat di dunia. Sebutir telur yang besar mengandung 212 mg kolesterol, jauh lebih tinggi dari makanan lain. Tetapi telur dan kolesterol dalam makanan tidak mempengaruhi kadar kolesterol dalam darah secara merugikan. Telur menaikkan HDL (kolesterol baik) serta mengubah LDL menjadi lebih jinak. Intinya meskipun kita telah terlanjur ketakutan selama puluhan tahun, memakan telur tidak ada hubungan apapun dengan penyakit jantung. Telur mengandung banyak antioksidan Lutein dan Zeaxanthin, yang secara dramatis menurunkan resiko gangguan mata pada usia tua. Telur sarat dengan protein berkualitas tinggi, vitamin, mineral, lemak baik dan berbagai nutrisi tambahan. Makanlah kuningnya, karena ia mengandung hampir semua nutrisi! Telur meberikan rasa kenyang dan membantu menurunkan berat badan. Telur hampir tak mengandung sehingga tidak akan menaikkan kadar glukosa darah. Walhasil telur adalah satu diantara makanan paling bergizi didunia. Selain tragedi kriminalisasi telur yang masih kita rasakan sampai sekarang, banyak sekali kebohongan, mitos dan kesalah-fahaman tentang gizi.

Sejak penelitian Ancel Keys orang merasa yakin bahwa penyakit jantung disebabkan karena mengkonsumsi terlalu banyak lemak, khususnya lemak jenuh seperti yang terdapat dalam daging, susu, keju, krim, minyak kelapa, kelapa sawit, minyak sayur dan cokelat. Hal ini didasarkan pada studi yang sangat cacat dan keputusan politik yang kini telah terbukti benar-benar salah. Tahun 2010 terbit sebuah tinjauan menyeluruh terhadap 21 studi dengan hampir 350 ribu subjek yang berkesimpulan: sama sekali tidak ada hubungan antara lemak jenuh dan penyakit jantung. Gagasan bahwa lemak jenuh meningkatkan risiko penyakit jantung adalah teori yang tak-terbukti yang entah bagaimana menjadi kebijaksanaan konvensional. Lemak jenuh menaikkan HDL (kolesterol baik) dalam darah dan merubah LDL (kolesterol jahat) menjadi jinak. Jangan khawatir untuk mengkonsumsi daging, minyak kelapa, keju, dan mentega. Studi terakhir membuktikan bahwa lemak jenuh tidak menyebabkan penyakit jantung. Makanan alami yang tinggi lemak jenuh adalah baik. Dalam bahasa Indonesia protein disebut zat putih telur. Maka sejak anak-anak saya berpikir bahwa putih telur adalah identik dengan protein. Tapi selama puluhan tahu juga saya di indokrinasi bahwa bagian kuningnya penuh dengan kolesterol yang berbahaya. Jadi sikap saya terhadap telur serasa mendua: bencinya hati ini, tetapi aku rindu. Di rumah, saya terbiasa diminta “Kuningnya buat saya” ketika saya mulai makan telur rebus, ceplok ataupun balado. Dan saya terpaksa rela hanya memakan kulitnya. Penjual jamu tahu, mereka ambil kuningnya yang berkhasiat dan putihnya dibuang karena merusak mata……..!

Bila fungsi ginjal anda menurun, seperti yang pernah saya alami, dokter akan menjerat anda dengan diet rendah protein karena memakan banyak protein dianggap penyebab kerusakan ginjal dan tulang keropos (osteoporosis). Makan protein memang dalam jangka pendek meningkatkan pelepasan kalsium dari tulang tapi studi jangka panjang benar-benar menunjukkan efek sebaliknya. Protein justru meningkatkan kesehatan tulang dan menurunkan risiko patah tulang. Dua faktor  utama yang berisiko gagal ginjal adalah diabetes dan tekanan darah tinggi. Memakan banyak protein justru memperbaiki keduanya.

Tidak jarang pula orang menggurui kita agar berhenti minum kopi karena kata mereka, membuat jantung berdebar, hipertensi dan mengundang serangan jantung. Walhasil mereka menampilkan kopi sebagai racun berbahaya. Para ilmuwan telah mempelajari efek kopi pada berbagai aspek kesehatan dan hasilnya sungguh luar biasa. Demikian ditulis dalam Authority Nutrition dengan referensi yang lengkap. Kopi meningkatkan fungsi otak dan suasana hati, membantu membakar lemak dan meningkatkan kerja fisik, menurunkan risiko diabetes, Alzheimer dan Parkinson. Kopi merupakan pelindung terhadap gangguan hati tertentu, menurunkan risiko kanker hati sebesar 40% dan sirosis sebanyak 80%. Minum kopi menunjukkan hubungan dengan rendahnya risiko kematian khususnya bagi penderita diabetes. Kopi mengandung beberapa vitamin dan mineral dalam jumlah yang layak serta merupakan sumber antioksidan yang kaya.

Bagaimanapun, meski minum kopi dalam jumlah moderat adalah baik, minum terlalu banyak tetap berbahaya. Lagipula banyak dari penelitian diatas yang bersifat epidemiologi: hanya dapat menunjukkan hubungan, tidak membuktikan bahwa kopi adalah benar penyebabnya.  Jadi, “Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf:31)…………

SELAMAT BAHAGIA ORANG TUA

orangtua

SELAMAT BAHAGIA ORANG TUA

Oleh: Jum’an

Jika anda masukkan kalimat “I Hate Old People” kedalam mesin pencari, anda akan banyak menemui kebencian dan kejijikan orang muda Amerika terhadap orang tua: “Selama ini orang tua dianggap sebagai panutan bagi generasi muda, permata didalam keluarga yang harus dihormati dan dijaga. Bah! Orang tua adalah bisul dipantat, beban masyarakat. Saya muak melihat sosok dan tingkah mereka. Kusut, ceroboh, linglung, bau sampah, bikin repot dan tidak berguna. Peduli apa dengan mereka!…. Aku benci orang tua! Negri ini penuh dengan orang tua terkutuk tak berguna yang tidak berkontribusi apa-apa untuk masyarakat dan mengharapkan kita untuk menghormati mereka karena mereka terlalu lemah, lelah, rentan, dan tidak mampu menyeka pantat mereka sendiri. Siapa yang butuh mereka? Menurutku kita bunuh saja semua orang di atas usia 85 dan jual rumah mereka untuk biaya mahasiswa sehingga membuat dunia lebih baik. Orang-orang tua memang menyebalkan! Mereka jelek dan berbau aneh, terutama orang perempuan dan celakanya umur mereka panjang-panjang….. Betapa angkuh dan sombongnya. Mengapa jijik dan benci kalau giliran mereka juga akan tiba? Orang tua memang menurun fisik dan memorinya. Organ tubuh mereka banyak yang tidak koperatif lagi dan kurang berfungsi. Kaku sendi, otot melemah, penglihatan memudar, ditambah dengan penghinaan semena-mena dunia modern terhadap mereka. Semua orang akan menua. Suatu saat dalam hidup, kita terpaksa membiarkan sesuatu terlepas, menangisi yang hilang dan menggeliat bangkit untuk meneruskan pejalanan. Tetapi jangan salah. Sekali lagi jangan salah! Hidup bukanlah sebuah jalan yang terus menurun dari dataran tinggi yang terang menuju lembah kematian.

Tidak seperti diyakini banyak orang bahwa orang tua itu mudah tersinggung dan pemarah, penelitian menunjukkan, orang menjadi lebih bahagia ketika sudah tua. Penelitian Univ. Warwick (UK) terhadap lebih dari 10.000 orang membuktikan bahwa tingkat kebahagiaan manusia berbentuk huruf U dengan titik yang terendah pada usia sekitar 45 tahun, kemudian naik lagi. Peneliti Dr. Saverio Stranges mengatakan, meskipun kualitas fisik manusia menurun setelah usia pertengahan, kepuasan mental justru meningkat. Kebanyakan orang hidup ceria sampai usia 20 tahun. Lalu menurun sampai usia pertengahan yang dikenal sebagai krisis paruh baya yaitu pada umur 45 – 50 tahun. Rata-rata secara global pada usia 46 tahun. Itu hal biasa. Yang mengejutkan adalah yang terjadi sesudah itu. Meskipun karena menua orang kehilangan miliknya yang berharga seperti vitalitas, ketajaman mental dan penglihatan, mereka ternyata memperoleh apa yang dicari orang dalam hidup selama ini yaitu kebahagiaan. Ini dapat disebabkan oleh kemampuan mereka mengatasi sesuatu dengan lebih baik, yang menurut penelitian sebelumnya, orang tua memang enderung memiliki mekanisme internal yang lebih baik untuk menangani situasi negatif dibanding orang yang lebih muda. Dapat juga oleh menurunnya harapan dari kehidupan, dimana orang tua tidak lagi bersedia memaksa diri dalam bidang pribadi maupun pekerjaan. Banyak penjelasan mengapa grafik kebahagiaan berbentuk huruf U tetapi menurunnya ambisi dan penerimaan kenyataan apa adanya, merupakan penyebab yang dominan.

Para peneliti dari Univ. Auckland membandingkan dua kelompok usia 19 -31 dan usia 61- 80 tahun. Mereka menemukan bahwa otak orang tua mempunyai kecenderungan sangat kuat untuk memproses informasi positif dibanding otak orang muda. Orang tua memandang dunia melalui kacamata berwarna mawar, lebih mengingat yang baik daripada yang buruk. Pengalaman yang membuat kita merasa bahagia ternyata berubah seiring bertambahnya usia kita. Hasil riset Univ. Brown menunjukkan bahwa sementara orang muda cenderung mencari dan sangat menghargai pengalaman yang luar biasa seperti – seperti berkelana, jatuh cinta atau mencari sensasi, yang dapat membantu memperbesar jati diri mereka – orang tua memberikan nilai lebih tinggi pada pengalaman biasa dan kesenangan sehari-hari, dan memperoleh identitas dari jenis pengalaman ini. Semakin tua, orang semakin menghargai hal-hal kecil.

Dalam artikel Majalah The Economist tentang usia dan kebahagiaan disebutkan bahwa kenikmatan dan kebahagiaan menurun selama usia pertengahan, kemudian naik; stres meningkat selama awal 20-an, kemudian menurun tajam; kekhawatiran memuncak pada usia pertengahan, dan menurun tajam sesudah itu; kemarahan menurun sepanjang hidup; kesedihan sedikit meningkat pada usia pertengahan, dan setelah itu turun. Orang tua, karena menyadari lebih dekat dengan kematian, mereka lebih hidup untuk saat ini, fokus pada hal-hal penting sekarang -seperti perasaan- dan kurang pada tujuan jangka panjang. Orang muda menyangka, alangkah menakutkannya mendekati kematian. Tetapi orang tahu apa yang paling penting dengan niat memanfaatkan sisa usia sebaik-baiknya. Kebanyakan orang tua memutuskan untuk menerima kekuatan dan kelemahan mereka, apa adanya dan melepaskan harapan untuk misalnya menjadi orang yang terkenal atau berkedudukan. Alangkah leganya merasakan sensasi ketika kita menyerah berjuang untuk tetap tampak muda dan ramping. Tak usah mengecat rambut dan diet langsing yang menyiksa. Penerimaan ketuaan adalah sumber kelegaan yang membahagiakan. Orang yang lega dan bahagia sembuh lebih cepat dari penyakit dibanding mereka yang cemas dan ambisi. Jadi meskipun orang tua cenderung kurang sehat daripada yang lebih muda, kebahagiaan mereka membantu melawan kerapuhan.

“Sungguh kenyataan yang sangat menggembirakan. Kita bisa berharap lebih bahagia pada usia 80-an dibanding ketika usia 20-an” kata Andrew J. Oswald, profesor psikologi di Universitas Warwick. “Dan itu bukan didorong oleh hal-hal yang terjadi dalam hidup. Tetapi oleh sesuatu yang sangat dalam dan sangat manusiawi.” Pandangan tentang penuaan adalah penting. Jika orang muda memprediksi masa tua yang sengsara, mereka dapat membuat keputusan berisiko, tidak peduli menjaga diri karena untuk apa kalau toh masa tua mereka tidak akan bahagia. Sebaliknya, melebih-lebihkan betapa kesenangan masa muda dapat menyebabkan nostalgia yang berlebihan pada usia tua, sehingga kurang menghargai nikmat-nikmat yang dialami. Selamat. Berbagaialah Orang Tua….