Bulan: Juli 2012

KERUWETAN SEBUAH PERUSAHAAN YANG RELIJIUS

KERUWETAN SEBUAH PERUSAHAAN YANG RELIJIUS

Oleh: Jum’an

Tersebutlah sebuah jaringan restoran cepat saji di AS yang mempunyai 1.600 outlet di 39 negara bagian yang bernama Chik-fil-A (CFA) sejenis KFC atau McDonalds. Pemiliknya Dan Cathy mengikrarkan bahwa CFA adalah perusahaan keluarga yang dikelola seasuai petunjuk Bible (oprate on biblical principles) dan menganut pengertian keluarga menurut Alkitab (Bible), artinya anti perkawinan sejama jenis. Pernyataanya itu telah menimbulkan pro-kontra, dukungan serta boikot. Tetapi komentar yang menarik datang dari Juliet Jeske, seorang wanita pelawak sekaligus aktris dan penulis. Ia menghargai CFA karena tutup pada hari Miggu sesuai dengan tradisi Kristen. Karena Minggu adalah hari Sabbath dan bekerja pada hari Sabbath dapat dihukum mati menurut Bible. Tapi yang lebih ia pertanyakan adalah apakah Mr. Dan Cathy ini pernah membaca Bible atau tidak.

Menurut ChristianAnswers.net, dalam Perjanjian Lama ada 23.214 ayat dan Perjanjian Baru ada 7.959 ayat. Dari 31.173 ayat itu, ada 6 ayat mengutuk kaum homo, diantaranya: “Apakah kamu tidak tahu bahwa orang jahat tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Tuhan? Jangan tertipu: Baik orang-orang mesum atau penyembah berhala atau pezina atau pelacur laki-laki atau kaum homo atau pencuri atau orang serakah atau pemabuk atau tukang fitnah atau penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Tuhan.” “Orang-orang yang serakah” adalah bagian terbesar dari penduduk dalam sistem ekonomi kapitalis. Pezinah juga umum termasuk sebagian pendeta gereja. Tapi seberapa jauh Dan Cathy dengan CFA-nya telah mengikuti petunjuk Bible? Inilah beberapa ayat Bible yang harus diketahui kalau CFA tidak mau tebang-pilih:

Imamat 15:19-20: “Seorang wanita yang sedang datang bulan, ia dinyatakan tidak suci selama 7 hari dan siapa yang menyentuhnya tidak suci sampai malam”. Im.19:19: “Jangan memakai pakaian yang terbuat dari lebih dari satu kain” Im.19:27 “Jangan memotong rambut atau bercukur jenggot.” Im. 20:9: “Setiap orang yang mengutuk ibu atau bapaknya harus dibunuh.” Im.20:10: “Jika seorang suami menipu istrinya, atau sebaliknya, maka suami dan wanita itu harus mati.” Im.21:17-18: “Orang yang berhidung datar, atau buta atau lumpuh, tidak boleh mendekati altar.” Im.11: “Termasuk makanan yang haram adalah, daging babi, burung pemangsa, kelinci, unta, kerang, kelelawar, tikus dan berbagai jenis kadal.” Kitab Ulangan 13:12-15: “Jika kamu menemukan sebuah kota memuja Tuhan yang berbeda, hancurkan kota itu dan bunuh semua penduduk … Termasuk binatangnya.” Ul.17:2-7: “Bunuhlah orang yang agamanya berbeda.” 1 Korintus 03:02: ” Kamu tidak boleh mencampurkan susu dengan daging.”

Jadi kita mau bertanya pada Mr. Dan Cathy apakah semua karyawannya berjenggot dan berambut panjang? Apakah CFA mengizinkan wanita haid bekerja? Dan bagaimana dengan menu yang mengandung produk babi dan susu dikombinasikan dengan ayam, apakah itu tidak melanggar aturan? Apa pakaian seragam mereka terbuat dari satu jenis kain saja? Apakah karyawannya boleh membunuh pelanggan atau karyawan lain yang bukan Kristen. Jika ada karyawan yang mengutuk orang tuanya, apakah mereka harus dihukum mati? Bagaimana mungkin mereka hanya mengutuk homoseks dan dengan entengnya mengabaikan hukum-hukum yang lebih ekstrim, padahal sama-sama Firman Tuhan? Siapa yang memutuskan mana firman yang berlaku dan mana yang tidak? Kalau Dan Cathy benar-benar ingin hidup menurut tradisi keluarga dan menjalankan bisnisnya sesuai dengan hukum Bible, maka ia harus berhenti memilih-milih ayat mana yang ia sukai mana yang tidak. Jika memang begitu, orang setidaknya dapat melihat karyawan CFA dengan ciri berjenggot dan berambut panjang…….. Begitu tulis Juliet dalam Huffington Post 26 Juli lalu.

Iklan

ILUSI IMAM RABBANI DAN STEPHEN HAWKING

ILUSI IMAM RABBANI DAN STEPHEN HAWKING

Oleh: Jum’an

Beberapa menit sebelum pesawat mendarat, saya berkesempatan melihat pemandangan kota dari atas. Atap-atap bangungan serba kecil, lapangan bola, petak-petak sawah, asap pabrik dan sungai yang bekelok-kelok. Setiap kali saya melihat pemandangan seperti itu selalu timbul kesan yang khas dibenak saya. Seolah-olah pemandangan itu baru saja tercipta karena saya datang. Kalau saja saya dengan sengaja tidak mau melihatnya, belum tentu dia ada dan entah mau mendarat dimana pesawat ini. Jakarta terhampar karena saya mau melihatnya. Kehadirannya tergantung pada kemauan saya! Bukankah ia sudah dan selalu ada tanpa saya lihat, bahkan tidak peduli ada saya ataupun tidak ada saya? Tetapi mengapa kesan itu selalu muncul setiap kali saya melihat kota yang saya datangi? Adakah pesan yang mau disampaikannya?.

Dalam dunia mikro, ilmu fisika kwantum misalnya pengaruh pengamat terhadap obyek yang diamati terbukti sangat dominan. Banyak eksperimen ilmiah menunjukkan, ketika kita melakukan pengamatan, obyek yang diamati terpengaruh dan merubah kelakuannya. Seperti kalau anda ditanya “Anda sedang berfikir apa sekarang?” Kaget mendengar pertanyaan itu, pikiran anda sudah berubah; tidak lagi seperti saat ditanya tadi. Akibatnya para ilmuwan tidak bisa menentukan posisi suatu partikel pada suatu saat, karena detektor yang digunakan akan membelokkan arah dan merubah gerakannya. Bukti-bukti makin kuat menunjukkan bahwa keberadaan suatu obyek sangat tergantung dari pengamatnya, bahkan tergantung sepenuhnya kepada pengamat. Para ilmuwan juga memberi bukti bahwa perilaku partikel didunia mikro juga berlaku dalam dunia makro, dunia manusia sehari-hari.

Cara berpikir kita selama ini didasarkan pada keyakinan bahwa dunia memiliki keberadaan yang mandiri yang tak terpengaruh oleh pengamat. Tapi banyak eksperimen menunjukkan kenyataan sebaliknya. Lihatlah cuaca diluar contohnya. Kita melihat langit biru, tetapi sel-sel dalam otak kita bisa diubah sehingga langit terlihat hijau atau merah. Bahkan, dengan sedikit rekayasa genetika kita mungkin bisa membuat semua yang merah nampak bergetar atau mengeluarkan suara, atau bahkan membuat kita terangsang, ingin menikahi seekor kumbang. Kita lihat diluar terang benderang, tapi sirkuit otak kita dapat diubah sehingga terlihat gelap. Yang panas dan lembab bisa terasa dingin dan kering. Logika ini berlaku hampir menyeluruh. Intinya: Apa yang kita lihat tidak bisa hadir tanpa kesadaran kita. Semua yang kita lihat dan alami sekarang – bahkan tubuh kita – adalah pusaran informasi yang terjadi dalam otak kita. Realitas adalah sebuah proses yang melibatkan pikiran kita. Semua yang kita lihat merupakan ilusi yang diolah diotak dalam rongga kepala yang gelap.

Fisikawan Dunia Stephen Hawking mengatakan: “Sejarah alam semesta, tergantung pada pengamatan, tidak seperti gagasan biasa bahwa alam semesta memiliki sejarah yang obyektif, terlepas dari pengamat. Imam Rabbani, ahli hukum mazhab Hanafi serta Sufi dari Tarekat Naqsyabandi (15264- 1624) sangat memahami hal ini melalui Qur’an dan renungannya. Beliau mengatakan dalam “Maktubat” nya: Semua kesan yang tersaji untuk manusia hanya ilusi, dan bahwa kesan-kesan itu tidak asli di “luar”. Imam Rabbani yang sufi abad 16 dan Stephen Hawking yang ilmuwan ulung masa-kini sepakat bahwa dunia yang kita lihat ini adalah ilusi. Adapun saya hanya terheran-heran mengapa saya berkesan bahwa Jakarta ada hanya karena saya telah kebetulan melihatnya.

BAGAIMANA RASANYA TIDAK PAKAI JILBAB

BAGAIMANA RASANYA TIDAK PAKAI JILBAB

Oleh: Jum’an

Ini adalah catatan tentang eksperimen yang dilakukan oleh Nadia Awady untuk tidak mengenakan jilbab, yang ia tulis dalam “Inner Working of My Mind”. Nadia adalah wartawan sains dari Kairo, ibu 4 anak yang dikenal pendiam tetapi sedikit bicaranya mendalam dan inspiratif; rendah hati dan mudah bergaul, tapi sangat disiplin dalam pekerjaan. Ia adalah Presiden World Federation of Science Journalists. Sarjana kedokteran dan Master dalam jurnalisme. Ia juga editor dari Islam Online serta wartawan freelance beberapa media internasional. Dosen jurnalisme pada Egypt University, dan memilih mengurus anak dari pada menjadi dokter” (lihat biografinya).

Ia membuka “rahasia” eksperimennya ini, katanya untuk mengurangi beban rasa hipokrit karena melakukan sesuatu didepan umum secara sembunyi-sembunyi. Mungkin ia akan tetap mengenakan jilbab atau sebaliknya, tapi akan merupakan keputusan sendiri bukan desakan orang lain. Ia telah mengenakan jilbab selama 25 tahun yaitu sejak umur 17. Dalam perjalanan ke Eropa terakhir, ia sengaja tidak memakai jilbab. Ia ingin tahu bagaimana rasanya. Bagaimana perubahan pandangan orang terhadapnya dan apakah pandangannya terhadap dirinya sendiri akan berubah. Mengapa jilbab dianggap wajib? Apakah benar-benar wajib atau hanya keputusan sekelompok laki-laki yang menganggap paling sesuai pada zaman itu untuk melindungi kaum wanita? Apa harus sama sampai sekarang? Apakah seorang wanita benar-benar harus menutupi tubuhnya dari kepala sampai kaki untuk menghindari dilecehkan atau terlihat sebagai objek seks?

Suatu pagi di Barcelona, ia memutuskan untuk keluar kamar hotel mengenakan kemeja lengan pendek, celana jeans, tanpa syal dikepala. Ia turun ke ruangan makan-pagi dan langsung merasakan bahwa ia tidak menjadi perhatian orang. Ia sudah terbiasa diperhatikan orang sebagai wanita yang mengenakan jilbab di Eropa. Lebih-lebih ketika di ruang sarapan di hotel: seorang wanita yang mengenakan jilbab, berjalan ke restoran sendirian. “Selama bepergian dalam beberapa tahun terakhir, untuk pertama kalinya diruang sarapan-pagi hotel ini saya tidak menjadi perhatian orang. Dan seketika saya merindukan perhatian. Terus terang saya merasa kecewa.” Diam-diam selama ini dia menikmati menjadi perhatian orang karena jilbabnya. Iapun mencoba berjalan-jalan di Barcelona untuk berbelanja tanpa berjilbab. Tidak ada yang aneh. “Terasa saya hanyalah satu dari ribuan orang di jalan dan di pertokoan. Apakah saya memang sekedar satu diantara ribuan orang lain? Apakah saya selalu tidak diperhatikan orang?” Karena ini hanya eksperimen, iapun memutuskan untuk menghadiri bussiness meeting dengan berpakaian biasa dengan berjilbab, seperti biasanya. Karena ia bukan sedang memutuskan untuk melepas jilbab untuk selamanya, tidak ada alasan untuk membuat bingung rekan-rekan dipertemuan itu.

Begitu selama berhari-hari: Ke pertemuan bisnis mengenakan jilbab, keluar sendiri dijalanan tanpa jilbab. Suatu pengalaman yang menarik. “Ketika saya menduga-duga pikiran orang tentang diri saya dengan dan tanpa jilbab rasanya tidak begitu berbeda. Di ruang sarapah dihotel, tanpa jilbab, memang saya merasa tidak dilihat dan kurang diperhatikan, tetapi diluar saya lebih-lebih merasakan tidak diperhatikan orang, apapun yang saya kenakan. Bahkan ketika saya memakai tok pendek dan sepatu tinggi. Saya mencoba hal yang sama di London dan hasilnya sama. Orang yang tidak mengenal saya tidak peduli bagaimana saya berpakaian.”

“Ada dua hal yang terasa saat saya berjalan-jalan di Barcelona dan di London tanpa jilbab. Saya merasa melihat Nadia yang saya kenal bertahun-tahun yang lalu muncul kembali. Yaitu Nadia anak SMA. Nadia sebelum berjilbab. Bukannya saya merasa muda kembali. Rasanya seperti saya telah dikupas beberapa lapisan untuk melihat kembali diri saya bertahun-tahun lalu. Sungguh menyegarkan…… Saya juga merasa lebih feminin daripada yang pernah saya rasakan selama hidup saya. Saya merasa lebih sebagai perempuan. Bukan dalam arti orang lebih memperlakukan saya sebagai seorang wanita. Tapi saya secara internal merasa lebih feminin. Sungguh mengasyikkan……”

Ia pun pulang ke Kairo dengan tetap mengenakan jilbab. Ia merasa tidak menyesal karena telah bereksperimen. “Ada bagian dari diri saya yang masih merasa bahwa jilbab mungkin wajib. Mungkin Allah memang benar-benar menghendaki saya berpakaian seperti ini. Sementara itu, saya senang merasa mempunyai pilihan. Saya dapat bereksperimen di Eropah atau dikalangan teman-teman dekat. Dan merasa terhibur karena saya bisa terus memakai jilbab saya ketika saya merasa itu lebih tepat, baik untuk saya atau untuk orang di sekitar saya”.

“Saya tidak menulis ini untuk mendapatkan pujian dari mereka yang tidak suka jilbab. Bukan pula mengharapkan teguran “berani-beraninya kamu berbuat begitu” dari yang mewajibkan jilbab. Saya menulisnya karena itulah yang saya lakukan. Saya merasakan karena itu saya tulis.”

KUTEK DAN POLISI

KUTEK DAN POLISI

Oleh: Jum’an

Pada hari Selasa 22 Mei, seorang wanita Saudi yang sedang berjalan-jalan di sebuah mall besar di Riyadh. Ia diikuti oleh beberapa orang Polisi Agama (Mutawa). Mereka minta agar wanita itu keluar dari mall karena kedapatan memakai kutek (cat kuku). Merasa kesal diminta keluar dari mall hanya karena memakai kutek, wanita itu menantang para Mutawa itu dan mengatakan bahwa merekalah yang seharusnya keluar dari mall. Ia bekali-kali bertanya mengapa mereka mengikutinya, dan dalam kapasitas apa mereka melakukannya. “Pasti bukan pemerintah yang menyuruh kalian. Pemerintah mengatakan tidak akan ada lagi pelecehan terhadap perempuan” katanya sambil merekam insiden itu dengan ponselnya dan belakangan ia poskan ke Youtube (disini). Wanita itu menilpun polisi negara untuk mengatasi situasi dan melaporkan kejadian itu. Ia melapor takut waktu pulang dari mall nanti mungkin para Mutawa itu akan mengikutinya dalam mobil dan menabraknya seolah-olah kecelakaan………….. Kita stop disini dulu untuk menyimak statement pihak Polisi Agama kepada media dan kesaksian dari seorang simpatisan Polisi Agama berikut ini.

Pihak Polisi Agama memberitahu media bahwa insiden itu terjadi Selasa malam 22 Mei 2012, dan mereka melaporkan ke atasan mereka, untuk menindak wanita itu sesuai peraturan yg berlaku karena merekam dan menyiarkan video anggota mutawa yang sedang bertugas. Mereka juga menyampaikan bahwa Polisi Negara telah men-check rekaman cctv mall untuk melihat kejelasan peristiwa tersebut. Adapun kesaksian dari simpatisan Mutawa dibuat oleh Gharmoul Talal yang mengaku berada disana mengatakan:

Demi Allah, saya menyaksikan kejadian itu, wanita itu tidak sopan sama sekali. Wajahnya hanya bertutup kerudung transparan diatas mulut. Make-upnya tebal sekali. Ia memakai abaya dengan pinggang sempit, mirip rok. Dia memakai earphone dari ponselnya dan dia menggoyang-goyangkan badannya depan orang-orang lelaki. Para mutawa menasihatinya dengan sopan dan hormat. Tiba-tiba dia mengamuk dan berteriak-teriak sampai semua orang mendengar. Para mutawa bertindak toleran dan sopan sementara wanita itu merekam dengan ponselnya. Lalu ia duduk di bawah eskalator dengan terus berteriak-teriak, menyilangkan kaki dan menggerakkannya dengan cara yang memalukan. Para mutawa berdiri sekitar 4 meter demi kesopanan. Mereka menuntut agar wanita itu meninggalkan mall dengan sopan dan hormat sementara menghadapi penghinaan dan kata-kata kotor wanita itu seperti “Apakah saya terlihat seperti wanita telanjang dimata kalian?”………..

Tetapi dilihat videonya, sejak awal ia menanyakan apakah ia harus keluar mall karena cat kukunya, dan pimpinan (syekh) mutawa itu mengiyakannya. Lalu ketika polisi tiba, Syekh mutawa itu mengatakan bahwa wanita itu menghapus kuteknya. Wanita itupun menunjukkan tangannya dan berkata bahwa itu tidak benar. Dan syekh mengaku tidak pernah mengatakan apapun tentang make-up yang terlalu tebal. Mula-mula mutawa itu mengatakan bahwa wanita itu tidak boleh membuka wajahnya dan menyuruhnya berpakaian seperti wanita lain, sambil menunjuk para wanita dengan wajah tertutup. Dalam video kedua setelah polisi tiba, mutawa itu mengatakan bahwa ia juga keberatan tentang lipstik yang dipakainya.

Hal lainnya dia dipersalahkan karena merekam dan menyiarkan video pegawai pemerintah yang sedang bertugas. Padahal ketika Menteri Pertanian sedang berbicara acuh-tak acuh kepada penduduk atau ketika Duta Besar Saudi untuk Mesir berbicara tidak hormat kepada seorang wanita, wartawan yang merekamnya dianggap pahlawan. Bahwa mutawa itu lembut dan sopan, itu bohong, seperti terlihat pada video itu. Dari awal syekh mutawa itu tidak hormat berteriak padanya “Yallah, Yallah keluar dari mall, Yallah keluar!”

Para mutawa itu seolah-olah orang suci dan merupakan perwujudan dari kehidupan Islam pada zaman Nabi (saw). Padahal cara seorang syekh mutawa melangkah disekitar mall kelihatan angkuh dengan jubah mewah dan diapit dua bawahanya. Mereka menikmati suasana orang ketakutan atas kehadiran mereka dan kadang-kadang sambil meneror mereka. Jelas bukan perilaku Nabi yang pernah kita baca.

Nabi (saw) dikenal karena kerendahan hatinya, sikap tenang dan mengenakan pakaian biasa yang sederhana. Dalam sebuah hadits, suatu kali Nabi (saw) sedang berada bersama seorang sahabat ketika seorang wanita cantik datang untuk menanyakan sesuatu kepada Nabi. Sahabat itu jelas terpesona pada penampilan wanita itu, nampak dari cara menatapnya. Nabi bukannya melecehkan wanita atau minta dia menutup wajahnya atau agar meninggalkan lokasi seperti tindakan syekh mutawa di mall Ryadh. Beliau hanya membalikkan wajah sahabatnya itu kearah lain. Begitu kisah yg ditulis oleh blogger yang memakai nama Wanita Saudi dalam “Saudiwoman’s Weblog 25 Mei 2012.

BILA BUNDA SUDAH MENANGISI ANAKNYA

BILA BUNDA SUDAH MENAGISI ANAKNYA

Oleh: Jum’an

Banyak orang mengatakan, sistim keamanan di Saudi Arabia itu keras, kaku dan tertutup. Diskriminasi hukum dan sosial, penangkapan serta penahanan sewenang-wenang. Kasus yang sedang ramai dibicarakan adalah penangkapan Fahad Al-Saeed, yang sudah 9 tahun ditahan tanpa diadili. Berikut ini sebagian isi surat ibunda Fahad yang sangat emosional unuk menuntut keadilan membela anaknya. Surat kepada “Paduka Yang Mulia” (Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz, Menteri Dalam Negeri- adik Raja) ini beredar luas dalam media Dunia Arab. Naskah lengkap bahasa Arabnya ada disini, dan terjemahan bahasa Inggrisnya disini.

Paduka Yang Mulia,

…….Setelah penangkapan Fahad, banyak hal telah berubah dalam diri saya, begitu kata orang, suara saya terdengar merintih dan serak, mata saya menangis tanpa henti, wajahku … dalam bekas lukanya; begitu dalam hingga tak terjangkau oleh tangan yang ingin menolong, tetapi saya mohon Yang Mulia, demi Allah dan demi seorang ibu tolong… ingatlah kami. Saya kira YM tidak tahu anak saya Fahad, mungkin ia bukan siapa-siapa, rakyat jelata, tak ada yang peduli, bahkan jika ia mati di gang yang sepi, jika ia mati di dalam selnya dalam penjara YM, tidak akan ada yang bersimpati atau mendengar tentang kisahnya! Polisi menangkapnya bertahun-tahun yang lalu YM, mungkin sudah 9 tahun, saya tidak ingat lagi…. Setelah sekian lama, apakah kasusnya akan hilang begitu saja YM? Apakah YM sudah melupakannya? Apakah YM telah menghukumnya mati? YM tidak mengadili dia, YM tidak menemukan kesalahannya, dan YM tidak membebaskannya, sampai kapan ini akan berakhir? Sampai dia tua dalam sel dan mati?

Fahad adalah anak laki-laki saya satu-satunya, saya tidak punya cita-cita, atau ambisi lain, saya hanya berhasrat untuk suatu hari merayakan pernikahannya, melihat cucu saya bermain. Beberapa minggu sebelum penangkapannya kami sedang mempersiapkan pertunangannya. Tunangannya, YM, masih berpuasa dan tirakat sampai sekarang, apakah YM tahu bahwa mereka berdua masih terus saling menunggu? Apakah YM tahu siapa saya? Saya adalah ibunya, sorga dan lindungannya, YM punya seorang ibu bukan? Apakah YM menyadari apa makna seorang ibu? Apakah YM tahu apakah penindasan dan perampasan itu? YM belum pernah menjadi korban ketidak-adilan selama hidup, YM tidak pernah merasakan kepahitannya, YM tidak pernah tersentuh oleh apinya … Saya tahu surat saya sangat emosional, mungkin YM tidak kenal emosi di dunia YM, dunia yang keras, kaku dan mematikan, tetapi hati saya tidak seperti itu hati saya adalah hati seorang ibu, hati yang penuh perasaan. Saya akan mencoba menjelaskan kepada YM “rasanya dirampas “… Rasanya sakit didada, air mata yang mengering ditangan, rasanya mata ini berpaling dari segala sesuatu, … menangis, menangis, dan menangis lagi …

Apakah YM ingin saya berterus terang? Apakah pintu-pintu YM -seperti YM katakan- memang terbuka? Saya akan jujur, saya -demi Allah- tidak menyukai YM, dan saya tidak membayangkan bahwa saya akan pernah menyukai YM suatu hari nanti, saya tidak akan munafik, saya tidak akan berbohong kepada YM, dan saya tidak akan mengatakan apapun kecuali ini, saya tahu,YM, bahwa YM tidak peduli, tidak kasihan pada perempuan enam puluh tahun seperti saya, sudah dekat kuburnya, tidak ada yang peduli tentang perasaan saya, saya tahu itu, tapi mungkin YM ingin tahu tentang apa yang akan saya katakan, bahwa anak-anak saya, tidak….tidak hanya anak-anak saya, tapi semua keluarga saya, tanpa kecuali, mereka simpati dengan kami, mereka semua … membenci sistem keamanan YM, sistem yang seharusnya melindungi rakyat, mereka membenci teutama nama-nama tertentu, dan kami mengharapkan kematian mereka. Saya tahu itu keinginan yang ilegal, tapi saya bersumpah sejujurnya, dulu… kami sungguh menyukai YM, kami tidak pernah membiarkan orang merintangi jalan YM, kami memiliki rasa perlindungan dan kesetiaan yang tulus, perasaan yang asli datang dari hati. Tetapi sekarang saya mulai percaya pada gunjingan buruk tentang YM, saya mempercayainya dan meyakininya serta menyebarkannya …

YM, tolong tunjukkan tangan YM kepada saya…! Kata mereka tangan YM lembut seperti sutra, saya tidak iri, dan saya tidak ingin YM mengalami nasib buruk, tapi saya ingin bercerita tentang nasib saya sendiri, tangan saya sendiri! Tangan saya -YM-, kusut, saya sumpah ia sudah mati; kehilangan vitalitasnya sepanjang hari… Saya masuk ke kamar anak saya Fahad, Fahadku tersayang, saya meraba tempat tidurnya, jejak-jejak kakinya, bayangannya, aromanya, siapa tahu dia sudah kembali, setiap malam saya berjanji dia pasti kembali, saya mengawasi bayangannya, tangan saya telah renta dan menghitam dari patah hati …Saya tidak menangis sendiri YM; tiap malam … sajadah dan mukena hitam saya menangis bersama, mereka berdoa dengan saya untuk menemukan keadilan dari mereka yang menzalimi kami… Mata saya, YM, saya rasakan mulai lapuk dan kabur juga, saya akan menjadi buta? Tidak bisa melihat apa pun kecuali kegelapan, Ya Allah… Saya mohon padaMU izinkan hamba melihat Fahad sebelum mataku tertutup untuk selamanya…

Saya tidak akan melebih-lebihkan bahwa kenangan tentang Fahd anak saya melekat setiap menit, setiap detik, Tidak … saya terkadang sedikit melupakan atau memaksakan diri untuk melupakan dia, dan bahkan ada saat dimana saya benar-benar tersenyum, atau tertawa, tapi saya bersumpah YM, bahwa setiap kali saya tertawa saya merasa ganjalan di tenggorokan saya, berderak, rasa sakit yang dalam, dan lalu apa? … tawa itu berhenti di bibir dan saya melihat wajah Fahad saya tercinta… Apa yang Mulia? … apakah kami akan memaafkan YM jika YM melepaskan dia? Saya akan nmemaafkan, saya seorang wanita tua enam puluh tahun lebih, saya sudah senja sekarang dan besok akan pergi, hidup saya sudah cukup, saya tidak berfantasi hidup lebih lama, mungkin kami akan memaafkan penghinaan kepada kami, teror terhadap anak-anak perempuan saya, semua saat-saat pahit getir, tapi ….! Tapi Yang Mulia … Apakah Anda pikir hati Fahd akan memaafkan YM? Bunga masa mudanya? Usia 20an nya? Tahun-tahun terbaik dalam hidupnya, masa depannya … YM telah merampas semuanya, apakah ia akan memaafkan YM? Dapatkah YM membawa kembali masa mudanya yang lapuk di belakang jeruji penindasan?

Fahad … yang tersayang, engkau tahu betapa lemahnya ibu, engkau tahu pasti bagaimana tidak pentingnya ibumu, saya tidak bisa melakukan apapun untuk membantumu, saya seorang wanita sendirian, saya tidak bisa merebut kembali hak-hakmu, saya tidak bisa me
nyokongmu, atau membalaskan dendammu, tetapi saya akan melakukan semua yang saya dapat untukmu … Saya akan menangis untukmu! Sayangku, ibu tahu bahwa air mata tidak akan memberi manfaat bagimu, tapi ibu akan menangis untukmu, sekemampuan ibu, itulah yang ibu bisa, Ibu akan menulis tentangmu, ibu akan menebar kisahmu di mana-mana, ibu akan berjuang sehingga orang dapat mendengar suara ibu! Tapi … Ibu akan terus menangis untukmu. Saya tidak akan menahanmu sayang, ibu dulu membawa mawar putih ditangan yang merupakan harapan dan pertanda baik, tapi .. sekarang ibu tidak lagi memegangnya, lepas dari tangan ibu, tidak Fahad, hati ibu belum sampai putus asa dari rahmat Allah, tapi … tangan ibu mulai melemah, gemetar, dimakan oleh keletihan, ibu telah membawa mawar itu begitu lama, lamaa sekali…

Apakah YM tahu harapan utama saya YM? Bukan … Bukan untuk melepaskan Fahad dan orang-orang seperti dia, YM, Harapan utama saya adalah untuk membalas dendam saya dari mereka yang menzalimi saya, dengan Qishash, untuk merebut kembali hak, tidak di sini, tidak akan menyembuhkan saya kecuali berdiri YM dan saya dan semua orang yang menzalimi saya bersama-sama dihadapan Allah, untuk mencari perlindungan didepan hadiratNya, berteriak keras-keras, memohon, menangis, untuk mengatakan … Ya Allah mereka telah membakar hatiku, mereka telah membakar darahku, mereka membakar hati Fahadku yang tercinta, hakimi kami dengan adil, sembuhkan hati hamba, Ya Allah, yang paling adil di antara semua yang adil … Ya Allah…

Ditulis oleh: ibunda Fahad Al-Saeed.

SAMANTHA JANDA YANG SULIT DIDUGA

SAMANTHA JANDA YANG SULIT DIDUGA

Oleh: Jum’an

Samantha Lewthwaite (lahir 1983) adalah putri bungsu 3 bersaudara dari ibu Christine dan ayah Andrew tentara Inggris yang bertugas di di Irlandia Utara. Mereka bercerai ketika Samantha umur 11 tahun. Ketika berumur 15 tahun Samantha memeluk Islam. Dua tahun kemudian ia sudah mengenakan jilbab, gaun panjang yang tertutup kecuali tangan dan wajahnya serta menutup rambutnya dengan syal. Dia tertarik kepada Islam melalui pembacaan selama pelajaran agama di sekolah. Tahun berikutnya, ketika kuliah agama dan politik di School Of Oriental And African Studies London, ia berikrar untuk mencari jodoh pria Muslim dan ingin menetap sebagai ibu rumah tangga. Doanya saat itu agar dipertemukan dengan suami yang sesuai, seorang pria yang mengutamakan dan memberikan apapun yang ia bisa untuk Allah dan menjalani kehidupan yang menggentarkan kaum kafir. Belakangan ia mengatakan, Allah telah memberikan lebih dari yang ia minta. Ia bertemu pria idamannya Jermaine Lindsay yang 2 tahun lebih muda. Seorang tukang karpet, warga negara Inggris keturunan Jamaika yang telah masuk Islam. Setelah berpacaran sekilas lewat internet, mereka menikah pada 2002 secara Islam dengan nama Asmantara (19) dan Jamal (17), tanpa dihadiri keluarganya. Putra pertama mereka lahir pada 2004. Itulah sekilas kenangan sisi cerah kehidupan Samantha…

Pada 7 Juli 2005 ketika Samantha mengandung anak kedua, terjadilah rangkaian teror bom bunuh diri dijalur kerta api bawah tanah London yang menggegerkan dan menewaskan 56 orang termasuk pelakunya dan 700 luka-luka. Satu dari 4 pelaku bom bunuh diri itu adalah Jermaine Lindsay alias Abdullah Shaheed Jamal yang tidak lain suami Samantha Lewthwaite alias Asmantara alias Sherafiya yang belakangan dijuluki “The White Widow”. Kepada polisi Samantha mengaku sama sekali tidak tahu menahu rencana suaminya itu. Kepada BBC ia menyatakan benar-benar mengutuk pemboman itu. Sebagai istri Jermaine ia tidak pernah memprediksi atau membayangkan bahwa suaminya terlibat dalam kegiatan mengerikan itu. Dia adalah suami dan ayah yang penyayang sabar dan brillian. Seluruh hidup saya berantakan. Saya berpihak pada keluarga para korban malapetaka yang tidak masuk akal ini. Saya minta siapa saja yang memiliki informasi untuk membantu penyelidikan polisi untuk membasmi para teroris.” Isi pernyataannya itu, dan kondisinya sebagai seorang janda kulit putih yang sedang berkabung, membuat polisi lunak dan menjamin keamanan bagi dirinya dan kedua anaknya. Merasa aman dari pengawasan polisi Samantha bukan terus bersedih dan menjanda. Ia menikah lagi dengan Habib Ghani (26) alias Osama warga Inggris keturunan Kenya-Pakistan, seorang yang lebih berbahaya dari pada mendiang Jermaine. Ia melahirkan seorang anak lagi pada 2009. Samantha bergabung dengan kelompok Ashabaab di Somalia yang banyak melakukan pemboman di Afrika Timur seperti Kenya, Uganda dan Tanzania. Samantha berperan sangat dominan sebagai bankir, instruktur perakit bom serta komandan “All-Women Terror Squads” di Somalia.

Saat ini Samantha dalam pengejaran besar-besaran dari Polisi Kenya, CIA, Scotland Yard serta Interpol sebagai tersangka utama peledakan nightclub “Jericho Beer Garden” di Mombasa 24 Juni 2012. Sulit dibayangkan Samantha akan dapat lolos dari kejaran mereka. Seorang wanita simpatisan dari Tanzania menulis: “Dada Mzunggu (=White Sister, nama pujaan bagi Samantha dalam bahasa Swahili) telah lima kali menumpas kaum kafir di Kenya dan Tanzania. Ia benar-benar mengabdikan dirinya kepada Allah. Setiap muslimah ingin menjadi seperti Dada Mzungu. Insyaallah saya segera bergabung!” Tiga hari sebelum pemboman di Mombasa, dalam situs “Fear and Tears; pengakuan seorang Mujahidah” Samantha menulis diantaranya: “Apapun yang menimpa saya, saya bersyukur karena Allah telah menjadikan saya seorang muslim. Keputusan saya memeluk Islam adalah karunia paling berharga dari Sang Pencipta. Dari hidup serba duniawi penuh dosa, menjadi warga muslim yang menyembah Allah yang berhak masuk Sorga. Saya mendapat banyak ujian dan tantangan tapi Allah selalu membimbing kejalan yang benar dan menjaga iman saya tetap teguh. Saya adalah wanita yang yakin akan jihad dan supremasi Islam. Insya Allah kita akan segera bergembira saat kaum mujahidin menang dan mengibarkan bendera disini di Kenya.”

Tungg dulu!! Anda jangan menyangka saya berpihak pada Samantha. Lebih banyak orang yang mengutuk. Saya hanya… yah…. senang menulisnya. Toh sumbernya dari Barat juga.