TAK ADA NERAKA UNTUK BERHALA

TAK ADA NERAKA UNTUK BERHALA

Oleh: Jum’an

Teman saya bekerja diperusahaan bahan kimia yang tidak begitu besar namanya PT. Kimia Jaya. Karena kekurangan modal dan salah urus, perusahaan itu terpaksa dijual. Semua bangunan pabrik, sisa stok barang digudang, tagihan serta hutang kepada pihak luar, menjadi hak dan tanggung jawab pemilik yang baru. Peristiwa itu tidaklah aneh. Sudah jamak orang menjual perusahaannya kepada investor baru yang lebih kuat. Semua izin dan fasilitas sudah lengkap, tinggal melanjutkan saja tanpa harus memulai dari nol lagi. Jual beli perusahaan pasti rumit tidak semudah jual beli hand-phone atau motor bekas.

Buktinya si pemilik lama menuai sejumlah musuh sesudah jual beli itu, yaitu para debitur yang mengalami kesulitan menagih piutangnya kepada pemilik yang baru. Dia berpendapat bahwa hutangnya adalah hutang PT. Kimia Jaya bukan hutang pribadi dan karena perusahaan itu sudah dijual, tanggung jawabnyapun sudah tidak ada lagi. Tanggung jawab ekonomi maupun tanggung jawab moral sudah beralih kepada orang lain. Haji Tohir, sahabat dekatnya yang dulu meminjamkan uang utuk modal kerja, tidak mengerti dan merasa tidak pernah dimintai persetujuan kalau piutangnya akan dialihkan kepada orang lain. Sebenarnya kalau jual beli itu transparan, suka sama suka antara semua pihak, musuh-musuh itu tentulah tidak akan ada.

Bukankah kalau anda meminjam uang, anda wajib untuk membayarnya kembali? Sebaiknya dengan uang yag anda hasilkan melalui jerih payah bukan dengan uang pinjaman dari orang lain lagi. Apa lagi utang itu dialihkan kepada orang lain. Kalau yang berhutang adalah negara, bisa-bisa anak cucu kita yang terpaksa membayarnya nanti. Atau anda mau mengatakan bahwa hutang pribadi dan hutang perusahaan memang berbeda? Bahwa kita bisa melepaskan tanggung jawab moral dengan menyebutnya sebagai hutang perusahaan? Memang begitulah kepercayaan sebagian besar kita selama ini. Kepercayaan itu timbul karena perundang-undangan tentang perusahaan yang sudah berlaku umum memang mendukungnya.

Tahukah anda siapa PT. Kimia Jaya itu? Perseroan Terbatas (limited company) merupakan Badan Hukum, yang dipersamakan kedudukannya dengan orang dan mempunyai kekayaan yang terpisah dengan kekayaan para pendirinya. Jadi, PT dapat bertindak keluar baik di dalam maupun diluar pengadilan sebagaimana halnya dengan orang, serta dapat memiliki harta kekayaan sendiri. Kalau begitu PT adalah sebuah makhluk yang kita ciptakanan dan kita tiupkan kekuasaan kedalamnya utuk dapat memiliki harta dan memperdagangkan utang piutang. Sejenis berhala yang menakutkan buatan manusia sendiri. Tetapi sebagaimana kita tahu Tuhan tidak menciptakan sorga dan neraka untuk para berhala. Yang pasti adalah neraka untuk kita manusia yang mencipatakan berhala-berhala itu.

Hutang tidak lagi dianggap sebagai kewajiban yang harus dipenuhi, tetapi sebagai asset atau harta yang bisa diperdagangkan. Mari kita ingat bahwa tak ada neraka untuk berhala……….. Masa iya PT itu berhala?

One thought on “TAK ADA NERAKA UNTUK BERHALA

  1. aku dah dipesenin sama temen ati2 kalo ada yg mau mbayar utang dgn cara, ” Gini ae utangku sampean tagih ae ke A soale si A yo nduwe utang nang aku”. Idih enak aja . Sampeyan yg utang ya sampean yg bayar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s