ISIS DAN LGBT

KRLPTN

ISIS DAN LGBT

Oleh: Jum’an

Dalam pidato kenegaraan memperingati 20 tahun konstitusi Rusia (Des 2013) di Kremlin, presiden Vladimir Putin mengajak bangsa Rusia untuk mempertahankan nilai-nilai tradisional dari sikap Barat yang terlalu liberal terhadap kaum homo. Ia menggambarkan Rusia sebagai benteng terakhir dunia dari negara-negara yang cenderung menghancurkan nilai-nilai tradisional dalam kehidupan. Rusia akan mempertahankan diri dari yang disebut toleransi tanpa gender dan sia-sia, yang menjadikan baik dan buruk menjadi setara. Di banyak negara saat ini, norma-norma moral dan etika sedang diusik; tradisi nasional, perbedaan bangsa dan budaya sedang dihapus. Sekarang kaum homo bukan hanya menuntut pengakuan yang layak dari kebebasan moral, pandangan politik dan kehidupan pribadi, tetapi juga pengakuan wajib kesetaraan kebaikan dan kejahatan, yang secara inheren merupakan konsep yang bertentangan. Sebaliknya, semakin banyak orang di seluruh dunia mendukung Rusia dalam membela nilai-nilai tradisional. Demikian diantara pidato presiden Putin.

Pada 2013 Rusia telah mengesahkan undang-undang propaganda gay yaitu larangan mempertunjukkan perilaku yang terlihat “mempromosikan” homoseksualitas kepada anak-anak. Termasuk didalamnya pidato publik, menulis atau demonstrasi yang menyetarakan hubungan kaum homo dengan orang yang normal. Karena undang-undang ini dianggap kurang efektif, pada Januari 2016 Rusia menyiapkan undang-undang baru yang melarang semua penampilan kemesraan antara orang-orang gay di seluruh negeri – seperti berciuman atau bahkan berpegangan tangan- dapat dikenakan denda atau hukuman penjara dua minggu. Menurut  anggota DPR (Duma) Ivan Nikitchuk, homoseksualitas adalah ancaman besar bagi setiap orang normal, yang dapat mempengaruhi anak-anak cucu, dan dengan demikian merusak ras. Hukum di Rusia telah membuat kaum homo (LGBT) makin sulit unntuk hidup secara terbuka.

Ketika presiden Putin berpidato pada peringatan 20 tahun konstitusi Rusia diatas, pemimpin spiritual Gereja Ortodoks Rusia Patriark Kirill (nama asli Vladimir M. Gundyaev) hadir, duduk di kursi tengah pada bais paling depan. Ia mempunyai pendapat yang lebih mendasar bahkan unik tentang kaum homo. Antara lain ia menyatakan bahwa hubungan sesama jenis adalah tanda akan datangnya Kiamat dan mendesak orang untuk berbuat lebih banyak untuk memerangi munculnya hak-hak kaum gay. “Ini adalah gejala apokaliptik sangat berbahaya, dan kami harus melakukan segala sesuatu dalam kekuasaan kami untuk memastikan perbuatan dosa ini tidak akan pernah disetujui di Rusia oleh hukum negara, karena itu berarti bahwa bangsa ini telah mengkuti jalan penghancuran diri” Sangat mengerikan ketika banyak-negara mulai membenarkan dosa dan mengatur itu menjadi undang-undang. Sesepuh Gereja Ortodoks Rusia itu bahkan berpendapat bahwa penerimaan homoseksualitas yang makin meningkat sebagai penyebab kebangkitan ISIS.

Ia mengaku tidak terkejut bahwa banyak kaum muslim berbondong-bondong masuk ISIS ‘negara sok Islam’ sebagai cara melarikan diri dari “peradaban tak berTuhan” yang merayakan acara-acara seperti Gay Pride. Ia mengatakan, ISIS sedang menciptakan sebuah peradaban yang baru dibandingkan dengan peradaban yg sudah mapan yang tidak berTuhan, sekuler dan bahkan radikal dalam sekularisme . Parade kaum homo dibiarkan tapi sejuta demonstran Kristen Perancis yang membela nilai-nilai keluarga dibubarkan oleh polisi, Peradaban kafir kini sudah mencapai kematangan, maka tidak aneh kalau mereka yang menentang ide-ide liberal dan sekuler akhirnya bergabung organisasi teror.

“Lihatlah bagaimana Barat membangun dunia – dunia yang tidak suci – tapi kami mengajak Anda untuk membangun dunia Allah … dan mendapat respon dari para pendukung ISIS; mereka yakin hidup mereka adalah untuk Allah. Patriark Kirill percaya bahwa mereka yang berbondong-bondong masuk dalam organisasi terror yang secara sepihak mengaku sebagai khilafah Islamiah itu, adalah orang-orang tulus yang melakukannya dengan alasan semata-mata demi agama. Khilafah adalah masyarakat yang berorientasi di sekitar iman dan Tuhan di mana orang mengikuti hukum agama. “Kalau para imam atau pastor menyebut hubungan sesama jenis itu dosa karena Alkitab mengajarkan demikian, kini mereka berisiko bukan hanya kehilangan kemampuan berdakwah tetapi juga mungkin akan dimasukkan ke penjara,” katanya  Banyak contoh yang menakutkan bagaimana peradaban tak berTuhan berkembang , tetapi di sini mereka menarik perhatian kaum muda yang kemudian direkrut oleh para ekstrimis, tambahnya.

 

100 HAK PATEN UNTUK EMILY COLE

EMILY

100 HAK PATEN UNTUK INOVASI EMILY COLE.

Oleh: Jum’an

Dari semua limbah gas yang dihasilkan oleh aktivitas manusia – industri, pertanian, pembangkit listrik, transportasi – karbon dioksida adalah yang terbesar dan merupakan biang pemanasan global. Menurut EPA, CO2 merupakan 76% dari emisi gas rumah kaca global pertahun. CO2 adalah gas yang secara kimia lembam, sangat sulit untuk bereaksi. Seandainya kita mengeluarkan hydrogen yang berlimpah, secara alamiah (tanpa biaya) ia akan bereaksi dengan unsur-unsur disekitarnya dan tak ada hidrogen bebas mengambang di udara. Karbon monoksida (CO) juga sangat reaktif – karena itu knalpot mobil masa kini dilengkapi alat pengubah CO yang beracun menjadi CO2.

Kebanyakan teknologi yang digunakan saat ini untuk merubah CO2 berbasis biologi -menggunakan kemampuan dari tanaman seperti ganggang dan mikroba, atau teknologi yg lebih khas menggunakan CO2, air dan sinar matahari untuk menghasilkan senyawa alkena dan alcohol secara langsung . Mereka bekerja keras untuk membuat terobosan guna mengatasi gas CO2. Kendalanya, hasilnya terlalu kecil dan membutuhkan areal yang terlalu luas sehingga menghadapkan perusahaan pada kebutuhan yang kompleks. Jadi gas CO2 baik diasingkan (diinjeksikan ke dalam formasi batuan bawah tanah) maupun didayagunakan sama sulitnya. Injeksi kebawah tanah tidak paraktis dan tak terjangkau, dirubah sulit karena tingkat reaktivitas CO2 terlalu rendah untuk membuat teknologi konversi yang layak.

Pada tahun 2009 penelitian oleh Emily Cole, PhD kimia dari Universitas Princeton, menemukan proses untuk merubah CO2 manjadi bahan-bahan yang berguna. Ia mereakasikan gas CO2 dengan gas hydrogen dari air menjadi Mono Ethylene Glycol (MEG) yang merupakan bahan baku pembuatan botol dan bahan-bahan plastik lainnya dan dapat untuk memproduksi lebih dari 60 jenis bahan kimia lain termasuk Propylene, Isopropanol, Methyl-Methacrylate dan Asam Asetat. Proses ini merupakan reaksi elektrokimia menggunakan elektrode dan katalisator serta energi rendah. Dengan memodifikasi formula katalisatornya, reaksi ini dapat menghasilkan berbagai bahan kimia multi-karbon yang penting secara komersial. Teknologi ini secara logistik sederhana dan berbiaya rendah – semua komponennya langsung diperoleh  dan digunakan di tempat. Inovasi konversi CO2 temuan Emily Cole ini dilindungi dengan lebih dari 100 paten dan aplikasi, mencakup berbagai bahan kimia seperti diatas yang semua sudah mempunyai pasar tersendiri. Investor yang mendanai Liquid Light Inc. (perusahaan yang didirikan oleh Emily Cole dkk), termasuk  VantagePoint Capital Partners, BP Ventures, Chrysalix Energi Venture Capital, dan Osage University Partners. Liquid Lights juga mengadopsi teknologi De Nora dari Italia, perusahaan terkemuka dalam pengadaan katalisator dan elektrode modern untuk proses elektrokimia untuk mempercepat waktu memasuki pasar dan meningkatkan efisiensi secara keseluruhan. Coca Cola juga bermitra dengan Liquid Light untuk membantu mempercepat komersialisasi inovasi teknologi Emily Cole ini. Teknologi ini sangat relevan untuk Coca-Cola karena akan sangat mengurangi biaya pembotolan produk mereka.

Emily Cole, tokoh kunci inovasi ini mendapat penghargaan sebagai Inovator dibawah usia 35 tahun dari Institut Teknologi Massachusetts (MIT). Penghargaan ini diberikan kepada para teknolog yang sangat berbakat yang karyanya berpotensi besar untuk merubah dunia. Emily diakui untuk pencapaiannya dalam mengembangkan cara yang praktis dan ekonomis untuk merubah karbon dioksida, gas rumah kaca, menjadi bahan kimia utama, seperti barang keperluan sehari-hari seperti botol plastik, karpet, pakaian polyester dll, yang sampai sekarang dibuat dari bahan dasar petroleum. Impian Emily, agar teknologi ini benar-benar dapat dkomersialkan sehingga mengurangi ketergantungan orang pada minyak bumi, yang tidak terbarukan. Emily masuk dalam  kelompok ‘Invovator Alumni’ bersama Larry Page pendiri Google, Mark Zuckerberg pendiri Facebook; Jonathan Ive, desainer Apple dan JB Straubel, teknolog Tesla Motors. Ia menerima banyak penghargaan termasuk dari Global Photonics Energy dan MBS Solar Energy Innovation Award serta banyak menulis artikel di bidangnya.

Perlu dicatat bahwa ongkos produksi 1 ton Mono Ethylene Gylicol menggunakan bahan baku minyak bumi, gas alam atau tanaman mencapai 4 – 5 kali lipat dibanding menggunakan teknologi temuan Emily Cole ini. Pasar global MEG mencapat 127 milyar dollar, dengan harga per ton 1000 dolar lebih. Pantaslah kalau Emily diakui sebagai berpotensi merubah dunia. Dan perlu dilindungi dengan lebih dari 100 hak paten….

SERATUS TAHUN MENUNGGU RAMALAN EINSTEIN

DISTORT

SERATUS TAHUN MENUNGGU RAMALAN EINSTEIN

Oleh: Jum’an

 

Menurut teori relativitas umum Einstein ruang yang berdimensi tiga dan waktu bukanlah dua fenomena yang terpisah dan berdiri sendiri-sendiri. Waktu merupakan dimensi ke empat dalam kerangka ruang-waktu. Seperti sebuah pita film, potongan-potongan waktu menggambarkan seorang berlari melalui ruang tiga dimensi. Masing-masing potongan juga menunjukkan saat ketika peristiwa itu terjadi dalam aliran waktu. Secara bersama, ruang dan waktu membentuk arena empat-dimensi di mana semua hal ada dan terjadi. Menurut Isaac Newton, bumi beredar mengelilingi matahari karena matahari mempunyai gravitasi yaitu gaya (kekuatan) tarik yang dimiliki oleh setiap benda yang mempunyai massa. Menurut Einstein gravitasi bukanlah gaya tarik menarik antara benda-benda, tetapi merupakan konsekuensi dari bangunan ruang-waktu yang terdistorsi.

Setiap benda dan energi mendistorsi ruang-waktu sesuai besarnya massa benda itu. Seperti bola bowling yang diletakkan di atas permukaan trampolin, ia akan memberati kanvas dan menyebabkan terjadinya lengkungan, demikian pula planet-planet dan bintang menyebabkan struktur ruang-waktu melengkung. Sebuah kelereng yang bergerak sepanjang trampolin akan terbelokkan ke arah bola bowling itu. Begitu juga planet-planet mengorbit sekeliling matahari bukan karena gaya tarik matahari; mereka mengikuti lengkungan ruang-waktu yang disebabkan oleh matahari. Jika sebuah benda mengalami percepatan, ia akan menciptakan riak pada ruang-waktu, seperti perahu menyebabkan riak di atas air. Riak ruang-waktu ini disebut gelombang gravitasi yang sangat kecil hingga sulit diamati. Riak gelombang ini merambat keluar seantero alam raya dengan kecepatan cahaya. Kita hanya mungkin mengamati gelombang gravitasi bila terjadi peristiwa hebat seperti ledakan bintang atau tabrakan antara dua black hole. Eistein sendiri pesimis bahwa orang akan dapat mengamati gelombang gravitasi.

Satu abad setelah Einstein menerbitkan teori relativitas umumnya (1915), para ilmuwan baru dapat mendeteksi gelombang gravitasi yang diramalkannya. Riak dari ruang-waktu itu terjadi akibat tabrakan dua black hole supermasif sekitar 1,3 milyar tahun lalu yang masing-masing mempunyai massa 30an kali massa matahari. Gelombang gravitasi yang terjadi menembus segala sesuatu, melaju melalui alam semesta dengan kecepatan cahaya selama 1,3 milyar tahun dan mencapai Bumi pada bulan September 2015 yang lalu.  Lalu bagaimana para ilmuwan dapat mendeteksinya?

Setelah melakukan trial and error selama 50 tahun dan menyempurnakan perangkat instrumen yang begitu sensitif selama 25 tahun, para ilmuwan berhasil mengidentifikkasi distorsi dalam ruang-waktu sebesar seperseribu inti atom atau sepersejuta diameter rambut manusia, menggunakan fasilitas riset LIGO di Washington, yang dibangun khusus untuk mengamati gelombang gravitasi. LIGO adalah sebuah interferometer, yang terdiri dari dua lengan (berupa tabung vakum berdiameter 1,2 m) berbentuk huruf L masing-masing sepanjang 4 km, dan sinar laser yang dipecah dua yang diarahkan dan dipantulkan oleh cermin pada kedua ujung lengan. Ketika ada gelombang gravitasi yang melintas, maka meregang dan mengerutnya ruang-waktu akan merubah panjang lengan tadi. Itulah tanda adanya gelombang gravitasi yang melintas. Perubahan panjang lengan sebenarnya kecil – sekitar sepersejuta lebar rambut manusia. Karena banyaknya gangguan yang menyulitkan pengamatan (getaran tanah, fluktuasi jaringan listrik dan suara-suara) maka untuk memaksimalkan sesitivitas, hampir setiap aspek dari desain detektor LIGO telah ditingkatkan selama beberapa tahun.

Pada tanggal 14 September 2015 lalu, tepatnya pada jam 5. 51 pagi, LIGO mendeteksi adanya gelombang gravitasi. Mereka mendengar suara dari dua black hole yang bertabrakan sebagai bunyi “cericit” selama seperlima detik. Keberhasilan mendeteksi mengkerutnya ruang-waktu diatas merupakan upaya raksasa yang melibatkan berbagai pihak. Para ilmuwan, peneliti, universitas serta laboratorium di berbagai negara maju seperti Amerika, Inggris, Jerman, Rusia dll. Fasilitas LIGO di AS saja dibangun dengan dana 620 juta dolar dan biaya operasi 30 juta dolar pertahun serta melibatkan lebih dari 1000 ilmuwan dari universitas di seluruh Amerika dan 14 negara lainnya. Alangkah menakjubkannya! Seorang yang tinggal di bumi dapat merasakan tubuh yang sebenarnya dari alam raya sedikit mengembang dan mengempis karena tabrakan dua black hole lebih dari satu milyar tahun yang lalu!

Kata para ahli, untuk pertama kali alam raya menyapa kita melalui gelombang gravitasi; deteksi langsung pertama gelombang gravitasi, deteksi langsung pertama black hole dan konfirmasi teori relativitas umum Einstein karena ciri-ciri black hole tepat sepertiyang diramalkannya. Juga memungkinkan para astronom menyelidiki bagian gelap alam raya- bagian mayoritas  kosmos yang tak terlihat oleh teleskop cahaya yang digunakan saat ini. Dan banyak lagi. Semua menyambut kagum dan berharap!

 

 

ABAD 21 ZAMAN GRAFENA

GRAFENA

ABAD KE 21 ADALAH ZAMAN GRAFENA

Oleh: Jum’an

Tahukah anda bahwa berlian yang 100 karat (20 gram)  laku sampai 20 juta dolar dan isi batang pensil yaitu grafit yang 20 gram hanya laku beberapa ribu rupiah adalah dua bahan yang sama? Keduanya terdiri dari atom-atom karbon yang identik sama. Hanya susunannya saja yang berbeda. Dalam berlian, atom-atom karbon saling terikat kuat dalam bentuk tetrahedrons tiga dimensi, sedangkan dalam grafit, atom-atom itu saling terikat kuat dalam lapisan-lapisan dua dimensi berbentuk cincin heksagonal (segi-enam)  dimana kekuatan ikatan antara lapisan yang satu dengan lainnya relatif lemah. Itulah yang menyebabkan sifat fisik keduanya sangat berbeda: berlian bahan alami yang sangat keras, tembus cahaya sedang grafit hitam, kusam, dan relatif lunak. Selain sebagai berlian dan grafit, masih ada berapa bentuk (alotrop) dari karbon lainnya, diantaranya yang sangat mengagumkan yaitu Grafena (Graphene).

Dalam grafena, atom-atom karbon tersusun mendatar seperti bola bilyar di atas meja,. Mereka tersusun dalam rangkaian cincin segi-enam yang saling bergandengan sehingga menyerupai sarang lebah, dan membentuk lembaran tipis. Lembaran grafena ini sangat tipis hanya setebal satu atom, jadi hanya berdimensi dua, sejuta kali lebih tipis dari rambut manusia. Tumpukan 3 juta lapis grafena hanya setebal 1 mm. Begitu tipis dan ringannya sehingga kurang 1 gram grafena mempunyai luas permukaan lebih dari sebuah lapangan bola. Grafit adalah tumpukan dari jutaan lapis grafena, keduanya mempunyai struktur atom yang berbentuk cincin heksagonal. Berarti kita dapat memperoleh grafena dengan mengupas lapisan-lapisan grafit sampai memperoleh satu lapisan tunggal. Grafena mempunyai sekitar 20 keunikan yang super. Tiga diantaranya, ia 200 kali lebih kuat dari baja, lebih keras dari berlian, 1000 kali lebih konduktif dari Silikon.

Grafena adalah benda dua dimensi yang pertama ditemukan di dunia. Diramalkan bahwa perkembangan penemua grafena akan mengubah kehidupan manusia memasuki abad baru. Sampai 2004 grafena baru dapat dibuat dalam skala laboratorium. Sang penemu baru berhasil mencapai grafena setebal 10 lapis dengan mengupas grafit menggunakan scotch tape. Sepuluh tahun kemudian, Samsung Electronics berhasil membuat grafena satu lapis dengan diameter 30 inci. Diperkirakan dalam beberapa dekade mendatang grafena sudah akan merevolusi industry secara besar-besaran di banyak bidang termasuk energi, kedokteran, komputasi dan elektronik lainnya. Atom-atom hydrogen karena ukurannya yang lebih kecil dapat menembus membran grafena sehingga grafena dapat digunakan untuk mengekstrak hidrogen dari atmosfer, suatu perkembangan yang bisa membuka jalan untuk membuat pembangkit listrik tenaga hydrogen yang diserap dari udara. Dalam dunia kedokteran grafena digunakan dalam alat penyunting DNA untuk pengobatan kanker serta mengantar obat ketitik tertentu yang tersembunyi dalam tubuh manusia.

Grafena ditemukan 2004 oleh dua ilmuwan Universitas Manchester, Andre Geim dan Konstantin Novoselov. Mereka memenangkan hadiah Nobel 2010 dalam bidang fisika untuk eksperimen-eksperimen terobosan mengenai bahan dua dimensi grafena. Saat ini grafena sedang dalam tahap pengujian penggunaannya dalam (silahkan klik link-link ini!)  tintatransistorsayap pesawat terbang, chip komputerbateretouch screen yang lenturpelapis anti korosi, ban mobilpenawar air laut, peralatan pengaturDNA, headphonesraket tenisantenasel tenaga mataharicat, jendela, pengganti jaringan tubuh, sensor kamerapenginderaan gas, memperkuat bahan-bahan, dll.

Bila abad ke 20 disebut zaman plastik, maka abad ke 21 dapat disebut zaman grafena. Tetapi sebelum semua aplikasi ini siap, para peneliti masih harus mengatasi berbagai tantangan seperti studi dari Univ. Brown yang mengatakan bahwa grafena termasuk bahan beracun bagi manusia. Belum lagi teknologi produksinya untuk mencapai harga ekonomis.

ADAIR DINAS

RED ADAIR PENDEKAR LADANG MIGAS SEJATI

Oleh: Jum’an

Paul Neal Adair adalah anak seorang pandai besi dari Texas yang dilahirkan  pada tahun 1915. Akibat depresi ekonomi hebat di Amerika tahun 1930-an, bengkel ayahnya  tutup dan Paul terpaksa keluar dari sekolah (SMA) dan bekerja untuk membantu keluarga. Dia melakukan pekerjaan apa saja yang dapat mendatangkan uang. Sejak anak-anak ia sudah menyaksikan dahsyatnya kekuatan api di penempaan besi ayahnya. Gemuruh dan percikan api dari tungku dan landasan tempa mebuatnya tidak takut terhadap api. Dia dijuluki Red Adair karena warna rambutnya yang cerah kemerah-merahan.  Pada tahun 1945 setelah menyelesaikan dinas militer, ia bekerja pada Myron Kinley Company pelopor dalam bidang pengendalian kebakaran dan ledakan sumur minyak dan gas. Ia bekerja selama 14 tahun, membantu menangani kebakaran dan menyumbat semburan liar sumur-sumur migas. Pada th 1959 ia keluar dan mendirikan perusahaan sendiri The Red Adair Company. Dengan mengggabungkan ketrampilannya menjinakkan bom ketika dalam dinas militer serta pengalaman kerja di Kinley, Red Adair mampu menciptakan berbagai peralatan dan strategi untuk mengendalikan kebakaran dan ledakan pada sumur-sumur migas.

The Red Adair Company menjadi termasyhur diseluruh dunia dalam mengatasi kebakaran sumur minyak dan gas. Selama 36 tahun berbisnis, perusahaan itu telah menanggulagi lebih dari 2.000 kebakaran di seluruh dunia, di darat dan lepas pantai. Red Adair adalah seorang pemimpin dalam profesi khusus dan benar-benar berbahaya. Biasanya, bahan peledak, air atau lumpur dan semen yang digunakan untuk mematikan kobaran api. Ledakan bertindak memisahkan oksigen dari api. Setelah api padam, sumur perlu segera disungkup atau disumbat untuk menghentikan aliran minyak. Ini sangat berisiko karena bila ada sedikit saja api yang baru, dapat menyebabkan sumur yang bocor dan daerah sekitarnya meledak.

Pada tahun 1962 Red Adair menangani kebakaran di ladang gas di gurun pasir Aljazair. Sebuah sumur gas telah terbakar selama 6 bulan; setidaknya 550 juta kaki kubik gas habis terbakar setiap hari. Nyala apinya sampai terlihat oleh astronot John Glenn yang sedang mengorbit mengelilingi Bumi. Api yang luar biasa itu dijuluki Devil’s Cigarette Lighter. Pasir di sekitar sumur meleleh menjadi gelas dari panasnya. Adair menggunakan air dalam jumlah besar untuk merendam daerah beberapa mil di sekitarnya dan kemudian mematikan api itu menggunakan 340 kg bahan peledak nitrogliserin untuk membebaskan oksigen dari api dan kemudian segera menutup sumur itu dengan lumpur dan semen. Peristiwa itu digambarkan dalam sebuah film Hollywood berjudul “Hellfighters” yang dibintangi oleh actor andalan John Wayne  dan Red Adai sendiri bertindak sebagai penasehat teknis dalam pembuatan film itu. Wayne bermain sebagai tokoh pemadam kebakaran sumur minyak dari Houston, Texas yang kehidupanna mirip dengan Red Adair. Keduanya menjadi teman dekat. Adair merasa sangat bangga menyaksikan John Wayne memainkan peran dirinya dalam sebuah film.

Pada tahun 1988, Adair berhasil  menangani bencana kebakaran lepas pantai terdahsyat di dunia diatas anjungan pengeboran Piper Alpha di Laut Utara yang mengumpul minyak dan gas dari 24 sumur. Sebanyak 167 orang tewas ketika platform itu meledak karena kebocoran gas. Red Adair harus menghentikan kebakaran dan mrnutup sumur-sumur itu. Dia menghadapi tiupan angin lebih dari 120 km/jam, dan gelombang laut setinggi lebih dari 20 meter. Red Adair menggunakan peralatan khusus dari kapal yang ia sendiri ikut merancang pembuatannya untuk memadamkan api dan menutup sumur-sumur itu. Setelah puing-puing disingkirkan, ia mulai memadamkan api dengan menggunakan nitrogliserin dan air laut.

Tahun 1991, dalam usia 75 tahun, Red Adair pergi ke Kuwait setelah Perang Teluk, untuk membantu memadamkan api yang sengaja dilakukan oleh tentara Irak ketika dipukul mundur oleh pasukan koalisi. Langit tertutup oleh asap hitam hingga ketinggian 15.000 kaki. Setiap hari 5 juta barel minyak, senilai 150 juta dolar terbakar. Di pusat kebakaran suhu mencapai 3000° F (cukup untuk melelehkan baja), sedangkan 15 meter disekitarnya suhu mencapai 1000° F. Red Adair mendapatkan kesulitan untuk mendatangkan peralatan yang ia inginkan, dan sekaligus, dari pemerintah terkait. Ia pulang ke AS untuk menjelaskan masalah itu kepada pejabat-pejabat pemerintah dan kongres. Dia menemui Presiden Bush Senior yang mendengarkan keprihatinannya dan menawarkan dukungan. Dalam beberapa minggu, Adair memperoleh semua peralatan dan bahan untuk menyelesaikan pekerjaan. Red Adair Company memadamkan lebih dari 100 sumur. Kerja keras mereka menyelamatkan jutaan barel minyak dan juga membantu mencegah tragedi lingkungan. Pekerjaan yang diperkirakan akan memakan waktu tiga sampai lima tahun telah selesai hanya dalam 8 bulan.

Warna merah rambut Adair menjadi trademark dari perusahaannya. Dia sendiri mengenakan pakaian dan sepatu merah. Dia mengendarai mobil merah, dan anggota krunya menggunakan truk merah dan peralatan bercat merah. Red Adair dikenal karena tidak mempunyai rasa takut. Ia juga dikenal karena rasa tenang dan sangat berhati-hati. Tak ada satu pun anak buahnya yang tewas saat memadamkan kebakaran di ladang migas. Meskipun diluarnya nampak flamboyan, Adair memiliki sisi lembut yang menonjol. Sebagian kekayannya dimanfaatkannya untuk membantu badan-badan amal, terutama yang ditujukan pada kesehatan anak-anak. Red Adair meninggal pada tanggal 7 Agustus 2004 pada usia 89 tahun Houston, Texas.

Red Adair menerima menerima surat-surat penghargaan dari Presiden Lyndon Johnson, Jimmy Carter dan George Bush. Salah satunya berbunyi begini: “Anda telah mengabdi kepada negara dengan baik dengan melakukan pekerjaan yang berbahaya dan penting dengan kemampuan yang langka. Di zaman yang dikatakan tidak ada pahlawan, Anda adalah seorang pahlawan sejati..”

MARIA ZAITUN PELACUR TUA

RENDRA

MARIA ZAITUN PELACUR TUA

Disajikan kembali oleh: Jum’an

Sajak Nyanyian Angsa ditulis di Amerika tahun 1965 oleh sastrawan Willibordus Surendra Broto Rendra atau WS Rendra. Lahir di Solo 1935 (meninggal 2009) dari bapak Raden Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo seorang guru Sekolah Katolik dan ibu Raden Ayu Catharina Ismadillah seorang penari Keraton. Nyanyan Angsa ditulis ketika ia masih beragama Katolik. Setelah memeluk Islam pada tahun 1970 nama almarhum berganti menjadi Wahyu Sulaiman Rendra. Inilah kisah Maria Zaitun pelacur tua  yang akhirnya menemukan kebahagiaan.

NYANYIAN ANGSA
karya W.S Rendra

Majikan rumah pelacuran berkata kepadanya:
“Sudah dua minggu kamu berbaring.
Sakitmu makin menjadi.
Kamu tak lagi hasilkan uang.
Malahan kapadaku kamu berhutang.
Ini beaya melulu.
Aku tak kuat lagi.
Hari ini kamu harus pergi.”

(Malaikat penjaga Firdaus.
Wajahnya tegas dan dengki
dengan pedang yang menyala
menuding kepadaku.
Maka darahku terus beku.
Maria Zaitun namaku.
Pelacur yang sengsara.
Kurang cantik dan agak tua).

Jam dua-belas siang hari.
Matahari terik di tengah langit.
Tak ada angin. Tak mega.
Maria Zaitun ke luar rumah pelacuran.
Tanpa koper.
Tak ada lagi miliknya.
Teman-temannya membuang muka.
Sempoyongan ia berjalan.
Badannya demam.
Sipilis membakar tubuhnya.
Penuh borok di klangkang
di leher, di ketiak, dan di susunya.
Matanya merah. Bibirnya kering. Gusinya berdarah.
Sakit jantungnya kambuh pula.
Ia pergi kepada dokter.
Banyak pasien lebih dulu menunggu.
Ia duduk di antara mereka.

Tiba-tiba orang-orang menyingkir dan menutup hidung mereka.
Ia meledak marah
tapi buru-buru jururawat menariknya.
Ia diberi giliran lebih dulu
dan tak ada orang memprotesnya.
“Maria Zaitun,
utangmu sudah banyak padaku,” kata dokter.
“Ya,” jawabnya.
“Sekarang uangmu brapa?”
“Tak ada.”
Dokter geleng kepala dan menyuruhnya telanjang.
Ia kesakitan waktu membuka baju
sebab bajunya lekat di borok ketiaknya.
“Cukup,” kata dokter.
Dan ia tak jadi mriksa.
Lalu ia berbisik kepada jururawat:
“Kasih ia injeksi vitamin C.”
Dengan kaget jururawat berbisik kembali:
“Vitamin C?
Dokter, paling tidak ia perlu Salvarzan.”
“Untuk apa?
Ia tak bisa bayar.
Dan lagi sudah jelas ia hampir mati.
Kenapa mesti dikasih obat mahal
yang diimport dari luar negri?”

(Malaikat penjaga Firdaus.
Wajahnya iri dan dengki
dengan pedang yang menyala
menuding kepadaku.
Aku gemetar ketakutan.
Hilang rasa. Hilang pikirku.
Maria Zaitun namaku.
Pelacur yang takut dan celaka.)

Jam satu siang.
Matahari masih dipuncak.
Maria Zaitun berjalan tanpa sepatu.
Dan aspal jalan yang jelek mutunya
lumer di bawah kakinya.
Ia berjalan menuju gereja.
Pintu gereja telah dikunci.
Karna kuatir akan pencuri.
Ia menuju pastoran dan menekan bel pintu.
Koster ke luar dan berkata:
“Kamu mau apa?
Pastor sedang makan siang.
Dan ini bukan jam bicara.”
“Maaf. Saya sakit. Ini perlu.”
Koster meneliti tubuhnya yang kotor dan berbau.
Lalu berkata:
“Asal tinggal di luar, kamu boleh tunggu.
Aku lihat apa pastor mau terima kamu.”
Lalu koster pergi menutup pintu.
Ia menunggu sambil blingsatan dan kepanasan.
Ada satu jam baru pastor datang kepadanya.
Setelah mengorek sisa makanan dari giginya
ia nyalakan crutu, lalu bertanya:
“Kamu perlu apa?”
Bau anggur dari mulutnya.
Selopnya dari kulit buaya.
Maria Zaitun menjawabnya:
“Mau mengaku dosa.”
“Tapi ini bukan jam bicara.
Ini waktu saya untuk berdo’a.”
“Saya mau mati.”
“Kamu sakit?”
“Ya. Saya kena rajasinga.”
Mendengar ini pastor mundur dua tindak.
Mukanya mungkret.
Akhirnya agak keder ia kembali bersuara:
“Apa kamu – mm – kupu-kupu malam?”
“Saya pelacur. Ya.”
“Santo Petrus! Tapi kamu Katolik!”
“Ya.”
“Santo Petrus!”
Tiga detik tanpa suara.
Matahari terus menyala.
Lalu pastor kembali bersuara:
“Kamu telah tergoda dosa.”
“Tidak tergoda. Tapi melulu berdosa.”
“Kamu telah terbujuk setan.”
“Tidak. Saya terdesak kemiskinan.
Dan gagal mencari kerja.”
“Santo Petrus!”
“Santo Petrus! Pater, dengarkan saya.
Saya tak butuh tahu asal usul dosa saya.
Yang nyata hidup saya sudah gagal.
Jiwa saya kalut.
Dan saya mau mati.
Sekarang saya takut sekali.
Saya perlu Tuhan atau apa saja
untuk menemani saya.”
Dan muka pastor menjadi merah padam.
Ia menuding Maria Zaitun.
“Kamu galak seperti macan betina.
Barangkali kamu akan gila.
Tapi tak akan mati.
Kamu tak perlu pastor.
Kamu perlu dokter jiwa.”

(Malaekat penjaga firdaus
wajahnya sombong dan dengki
dengan pedang yang menyala
menuding kepadaku.
Aku lesu tak berdaya.
Tak bisa nangis. Tak bisa bersuara.
Maria Zaitun namaku.
Pelacur yang lapar dan dahaga.)

Jam tiga siang.
Matahari terus menyala.
Dan angin tetap tak ada.
Maria Zaitun bersijingkat
di atas jalan yang terbakar.
Tiba-tiba ketika nyebrang jalan
ia kepleset kotoran anjing.
Ia tak jatuh
tapi darah keluar dari borok di klangkangnya
dan meleleh ke kakinya.
Seperti sapi tengah melahirkan
ia berjalan sambil mengangkang.
Di dekat pasar ia berhenti.
Pandangnya berkunang-kunang.
Napasnya pendek-pendek. Ia merasa lapar.
Orang-orang pergi menghindar.
Lalu ia berjalan ke belakang satu retoran.
Dari tong sampah ia kumpulkan sisa makanan.
Kemudian ia bungkus hati-hati
dengan daun pisang.
Lalu berjalan menuju ke luar kota.

(Malaekat penjaga firdaus
wajahnya dingin dan dengki
dengan pedang yang menyala
menuding kepadaku.
Yang Mulya, dengarkanlah aku.
Maria Zaitun namaku.
Pelacur lemah, gemetar ketakutan.)

Jam empat siang.
Seperti siput ia berjalan.
Bungkusan sisa makanan masih di tangan
belum lagi dimakan.
Keringatnya bercucuran.
Rambutnya jadi tipis.
Mukanya kurus dan hijau
seperti jeruk yang kering.
Lalu jam lima.
Ia sampai di luar kota.
Jalan tak lagi beraspal
tapi debu melulu.
Ia memandang matahari
dan pelan berkata: “Bedebah.”
Sesudah berjalan satu kilo lagi
ia tinggalkan jalan raya
dan berbelok masuk sawah
berjalan di pematang.

(Malaekat penjaga firdaus
wajahnya tampan dan dengki
dengan pedang yang menyala
mengusirku pergi.
Dan dengan rasa jijik
ia tusukkan pedangnya perkasa
di antara kelangkangku.
Dengarkan, Yang Mulya.
Maria Zaitun namaku.
Pelacur yang kalah.
Pelacur terhina).

Jam enam sore.
Maria Zaitun sampai ke kali.
Angin bertiup.
Matahari turun.
Haripun senja.
Dengan lega ia rebah di pinggir kali.
Ia basuh kaki, tangan, dan mukanya.
Lalu ia makan pelan-pelan.
Baru sedikit ia berhenti.
Badannya masih lemas
tapi nafsu makannya tak ada lagi.
Lalu ia minum air kali.

(Malaekat penjaga firdaus
tak kau rasakah bahwa senja telah tiba
angin turun dari gunung
dan hari merebahkan badannya?
Malaekat penjaga firdaus
dengan tegas mengusirku.
Bagai patung ia berdiri.
Dan pedangnya menyala.)

Jam tujuh. Dan malam tiba.
Serangga bersuiran.
Air kali terantuk batu-batu.
Pohon-pohon dan semak-semak di dua tepi kali nampak tenang
dan mengkilat di bawah sinar bulan.
Maria Zaitun tak takut lagi.
Ia teringat masa kanak-kanak dan remajanya.
Mandi di kali dengan ibunya.
Memanjat pohonan.
Dan memancing ikan dengan pacarnya.
Ia tak lagi merasa sepi.
Dan takutnya pergi.
Ia merasa bertemu sobat lama.
Tapi lalu ia pingin lebih jauh cerita tentang hidupnya.
Lantaran itu ia sadar lagi kegagalan hidupnya.
Ia jadi berduka.
Dan mengadu pada sobatnya
sembari menangis tersedu-sedu.
Ini tak baik buat penyakit jantungnya.

(Malaekat penjaga firdaus
wajahnya dingin dan dengki.
Ia tak mau mendengar jawabku.
Ia tak mau melihat mataku.
Sia-sia mencoba bicara padanya.
Dengan angkuh ia berdiri.
Dan pedangnya menyala.)

Waktu. Bulan. Pohonan. Kali.
Borok. Sipilis. Perempuan.
Bagai kaca
kali memantul cahaya gemilang.
Rumput ilalang berkilatan.
Bulan.

Seorang lelaki datang di seberang kali.
Ia berseru: “Maria Zaitun, engkaukah itu?”
“Ya,” jawab Maria Zaitun keheranan.
Lelaki itu menyeberang kali.
Ia tegap dan elok wajahnya.
Rambutnya ikal dan matanya lebar.
Maria Zaitun berdebar hatinya.
Ia seperti pernah kenal lelaki itu.
Entah di mana.
Yang terang tidak di ranjang.
Itu sayang. Sebab ia suka lelaki seperti dia.
“Jadi kita ketemu di sini,” kata lelaki itu.
Maria Zaitun tak tahu apa jawabnya.
Sedang sementara ia keheranan
lelaki itu membungkuk mencium mulutnya.
Ia merasa seperti minum air kelapa.
Belum pernah ia merasa ciuman seperti itu.
Lalu lelaki itu membuka kutangnya.
Ia tak berdaya dan memang suka.
Ia menyerah.
Dengan mata terpejam
ia merasa berlayar
ke samudra yang belum pernah dikenalnya.
Dan setelah selesai
ia berkata kasmaran:
“Semula kusangka hanya impian
bahwa hal ini bisa kualami.
Semula tak berani kuharapkan
bahwa lelaki tampan seperti kau
bakal lewat dalam hidupku.”
Dengan penuh penghargaan lelaki itu memandang kepadanya.
Lalu tersenyum dengan hormat dan sabar.
“Siapakah namamu?” Maria Zaitun bertanya.
“Mempelai,” jawabnya.
“Lihatlah. Engkau melucu.”
Dan sambil berkata begitu
Maria Zaitun menciumi seluruh tubuh lelaki itu.
Tiba-tiba ia terhenti.
Ia jumpai bekas-bekas luka di tubuh pahlawannya.
Di lambung kiri.
Di dua tapak tangan.
Di dua tapak kaki.
Maria Zaitun pelan berkata:
“Aku tahu siapa kamu.”
Lalu menebak lelaki itu dengan pandang matanya.
Lelaki itu menganggukkan kepala: “Betul. Ya.”

(Malaekat penjaga firdaus
wajahnya jahat dan dengki
dengan pedang yang menyala
tak bisa apa-apa.
Dengan kaku ia beku.
Tak berani lagi menuding padaku.
Aku tak takut lagi.
Sepi dan duka telah sirna.
Sambil menari kumasuki taman firdaus
dan kumakan apel sepuasku.
Maria Zaitun namaku.
Pelacur dan pengantin adalah saya.)

 

 

SAYA JAMLIKUN – GURU MADRASAH

guru-ngaji

SAYA JAMLIKUN – GURU MADRASAH

(JALAN YANG URUNG KUTEMPUH)

Oleh Jum’an (update)

Almarhumah ibu saya adalah seorang guru mangaji dari desa kecil di JawaTengah. Muridnya anak-anak tetangga dekat saja. Saya kira dia pernah modok di salah satu pesantren. Sedangkan almarhum bapak saya seorang duda yang telah menikah dua kali dan kedua-duanya meninggal dunia. Ia pedagang kitab kuning dipasar-pasar desa. Konon ia menikahi ibu saya karena profesinya itu. Ia sering menginap dirumah paman ibu saya, lalu melamarnya dan diterima baik oleh ibu saya.  Pernikahan itu juga tidak lama karena sebelum  saya masuk SD ibu dipanggil pulang ke rahmatullah. Lama sesudah itu, kalau ditanya oleh teman-temannya apakah mau menikah lagi ia sambil bergurau menjawab: “Tidak! Saya sudah bosan membeli kain kafan….” Sekarang di hari tua saya berkhayal: Seandainya saja dulu ibu saya menolak lamaran duda itu, saya sekarang bukanlah saya yang ini. Saya yang sekarang terdampar di Tenabang dan berkantor tepi danau Sunter telah menempuh lorong kehidupan yang panjang dan berliku-liku. Banyak lorong yang urung saya tempuh; sebagian karena pilihan saya, sebagian karena terpaksa dan sisanya karena karena ajakan atau paksaan orang lain.

Kalau saja ibu memutuskan untuk menolak lamaran duda pedagang kitab kuning itu dan memilih menikah dengan pemuda lain, jelas saya tidak akan diberi nama Jum’an. Jamlikun mungkin; nama itu serasi dengan nama anak-anak sedesa saya. Ada kemungkinan saya ikut dengan sepupu saya nyantri dipondok Lirboyo atau Tambak Beras di Jawa Timur dan sepulangnya saya menjadi guru ngaji seperti ibu saya atau jadi guru madrasah. Sepantasnya juga juga kalau saya lalu menikahi Siti Komsiah yang manis anak Dul Kohar tetangga belakang rumah. Tapi lorong itu tidak saya tempuh. Kalau saja saya ikuti keinginan nenek saya untuk menjaga sepetak sawah dan pekarangan sepeninggal dia, saya pasti berakhir sebagai seorang petani di grumbul Gebang pelosok Cilacap sana. Itupun tidak saya tempuh. Nasib menyeret saya masuk SD , SMP dan SMA membaurkan saya dengan anak-anak kota.

Kalau saja saya memilih masuk fakultas kedokteran bukan fakultas teknik seperti yang saya lakukan, barangkali sekarang saya tidak terkena dampak anjloknya harga crude oil yang menyakitkan seperti sekarang. Saya mungkin tinggal di Pondok Indah menjadi dokter spesialis yang berpenghasilan jutaan rupiah sehari. Tanpa paceklik tanpa krisis. Tapi itu pun tidak saya tempuh meskipun saya diterima di fakultas kedokteran waktu itu. Begitu banyak lorong yang saya tinggalkan yang kalau saya tempuh, saya sekarang bukan saya yang ini. Saya sungguh tidak tahu besok mau ada apa dan dimana saya akan berakhir seperti kata surat Luqman ayat terakhir. Bagaimanapun untu kedua ibu dan bapak sayasaya doakan; Allohummarham huma kama robbayani shoghiro………………Amin.

NOSTALGIA NIKMATNYA DOSA

alun alun lor

NOSTALGIA NIKMATNYA DOSA

Oleh: Jum’an

Pada 19 April 1945 ketika Perang Dunia II masih berlangsung, Frank Dickinson seorang pelaut Inggris berada diatas kapal perang HMS Glenearn dilautan Pacific. Ia naik keatas deck sebentar untuk merokok, ketika tiba-tiba diruang bawah terjadi ledakan dahsyat yang menenewaskan 20 opsir dan melukai parah 70 lainnya. Seandainya waktu itu dia tidak naik keatas deck untuk merokok, dia tentu tidak berada dalam rombongan veteran PD II yang berkunjung ke Papua New Guinea sepuluh tahun yang lalu, untuk menziarahi teman-teman mereka yang dimakamkan disana.

Pada tahun 1965 Sir Winston Churchill, perdana menteri Ingris pemenang Perang Dunia II, meninggal pada umur 90 tahun setelah selama 70 tahun praktis menikah dengan cerutu dari tembakau Cuba dan hidup bahagia. Sir Winston dikabarkan meneyimpan antara tiga sampai empat ribu batang cerutu diruangan disebelah kamar kerjanya.

Pada suatu malam ditahun 1968 sejumlah mahasiswa termasuk saya waktu itu, duduk berpencar menyimak catatan kuliah masing-masing, belajar di Aula Pagelaran Sitihinggil Yogya. Aula Pagelaran adalah bagian dari kraton Yogyakarta yang diizinkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX untuk fasilitas perkuliahan Universitas Gajah Mada. Di malam hari lampu-lampu tetap dinyalakan untuk memberi kemudahan dan tempat belajar bagi para mahasiswa yang tinggal disekitar kraton dan daerah kauman. Mereka duduk berpencar agar tidak terlalu dekat satu sama lain. Tidak jarang terjadi salah seorang diantara mereka naik ke mimbar layaknya seorang dosen yang akan memberi kuliah. Jari telunjuk dan jari tengah tangan kirinya menjepit sebatang rokok didepan mulut, sementara jempol kanannya digerak-gerakkan seperti sedang menyalakan korek api. Selalu ada seorang diantara audience yang menyambut dengan mengeluarkan korek dari saku dan mengacungkannya keatas. Turunlah dia dari podium mendekat untuk menyulut rokoknya, tanpa berkata apa-apa dan berterima kasih dengan gerakan tangan saja. Ritual seperti itu biasa diberi nama ”Cigarettes for Peace and Education”

Tahun1998 saya bertobat dan mengundurkan diri dari perasapan tembakau itu. Pokoknya saya tidak ikut-ikutan lagi merokok dan insyaalloh tidak akan mengisapnya lagi untuk selamanya. Tetapi sebagai mantan perokok berat, saya memilih untuk tidak ikut dalam jihad memberantas rokok. Saya tetap suka mencium-cium bungkusnya, dan tidak keberatan kalau sekali-sekali ada segumpal asap Gudang Garam yang wangi lewat didepan hidung. Sebagai bukti sikap non-smoking, saya selalu menyimpan puisi Taufiq Ismail yang berjudul ”Tuhan Sembilan Senti”, dalam bentuk file maupun hard copy, kalau-kalau ada teman yang tertarik untuk membacanya. Inilah bait yang paling saya sukai:

 Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stop-an bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS.

Dan yang ini:

Laa taqtuluu anfusakum. Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

Kalau saya ingat-ingat, merokok memang nikmat!

 

PRIA MAKIN WANITA

IMPO2

PRIA MAKIN WANITA

Oleh: Jum’an

Menurut statistik PBB, jumlah penduduk dunia pada 2011 ada 7 milyar padahal seabad sebelumnya hanya 1.65 milyar dan pada 2050 nanti akan mencapai 9 milyar lebih. Pertumbuhan yang demikian pesat menuntut ketersediaan bahan pangan, air bersih dan pemeliharaan kesehatan yang tidaklah semudah melahirkan anak. Menakutkan! Tetapi sebuah artikel dalam Live Science memberikan bukti-bukti adanya tanda-tanda bahwa laju pertumbuhan itu tidak akan sebagaimana yang dikhawatirkan, meskipun ini tetap merupakan kabar buruk. Berbagai penelitian ilmiah dan laporan fakta menunjukkan bahwa jumlah dan mutu sperma kaum pria (striker terdepan penembus gawang lawan) ternyata terus-menerus mengalami penurunan. Dua puluh lima tahun lalu, British Medical Journal menerbitkan sebuah makalah tentang kualitas air mani laki-laki antara 1938 dan 1990. Kesimpulannya sangat mengejutkan yaitu bahwa selama 50 tahun itu kadar sperma kaum pria telah menurun drastis dari 113 juta sperma per cc air mani menjadi hanya separohnya yaitu 66 juta per cc. Tulisan lain dalam L.A. Times menyatakan, sebuah bank sperma di Israel yang pada tahun 1991 menolak lebih dari 30% sperma dari donor karena mutunya rendah, sekarang menolak 80% donor karena kwalitas sperma yang makin menurun.

Grace Centola, presiden Society for Male Reproduction yang selama 8 tahun meneliti data donor sperma di Boston Massachusetts sangat yakin adanya penurunan yang signifikan dari volume air mani, termasuk vitalitas sperma untuk berenang mengejar sel telur. Para ilmuwan mengatakan bahwa perubahan mutu sperma ini merupakan ancaman bagi kesuburan laki-laki dan perubahan fisiologis dalam tubuh manusia. Sebuah laporan dalam Mail Online Inggris meyebutkan, satu dari 5 pria di Inggris mengalami masalah kesuburan dan ini adalah krisis. Para ilmuwan telah mengingatkan bahwa keadaan akan semakin parah. Profesor Niels Skakkebaek dari Universitas Copenhagen bahkan menggambarkan masalah ini ‘sama seriusnya dengan pemanasan global’. Dan jika berterusan, trend ini mengindikasikan kaum pria akan benar-benar mandul dalam beberapa generasi saja. Dari polusi berbagai bahan kimia, tuduhan terberat penyebab kemandulan kaum pria adalah dari estrogen sintetis (ethanol estradiol – bahan kimia yang digunakan dalam pil kontrasepsi yang 50 – 100 kali lebih kuat daripada estrogen alami), yang dikonsumsi oleh jutaan kaum wanita diseluruh dunia selama puluhan tahun. Hormon sintetis ini kemudian dikeluarkan melalui air seni wanita dan merebak ke selokan, sungai rawa-rawa dan instalasi pembersian air tanpa dapat dihilangkan maupun dimonitor oleh siapapun karena proses pengolahan air konvensional tidak dirancang untuk menangani estrogen. Sekitar 80% dari 139 sungai di Amerika terkontaminasi oleh senyawa estrogen. Dampak negative estrogen sintetis dalam air telah terbukti dalam banyak penelitian seperti banyaknya ikan jantan yang berubah kelamin dan hewan-hewan air lain yang kehilangan kejantanannya.

Orang tak pernah menyangka bahwa pil KB akan berdampak pada populasi ikan! Para ahli tidak hanya takut pada perubahan kelamin pada ikan, tetapi lebih dari itu. Kesuburan kaum pria juga berada dalam risiko karena hormon dalam pil KB yang masuk kedalam sumber air minum. Bahwa estrogen sintetis dalam pasokan air kita membuat kaum pria kurang jantan. Apa kira-kira komentar kaum pria yang mendapatkan dirinya mandul dan itu disebabkan karena wanita menggunakan Pil KB? Mungkin begini: “Sialan! Saya dijadikan hewan kurban…….disuruh memuas-muaskan diri lalu disembelih mati kesakitan.” Bukankah dapat dikatakan, ketika kaum wanita menelan pil KB, kaum pria dimandulkan tanpa sadar seolah-olah diberi kepuasan seksual tanpa risiko pasangannya hamil dan beranak?

Profesor Richard Sharpe dari Medical Research Council Inggris mengatakan bahwa ganguan hormon ini mem “feminisasi” bayi laki-laki di dalam rahim, menyebabkan peningkatan cacat lahir, kanker testis, dan jumlah sperma rendah. Itukah sebabnya kita makin banyak melihat pemain sinetron yang keperempuan-perempuanan di TV?  Bermula dari ketakutan ledakan penduduk dunia, manusia berusaha susah-payah dengan penuh harapan untuk mengatasinya. Tanpa diduga usaha itu menusuk balik dari arah yang tidak diduga yaitu menjadikan kaum pria sebagai korbannya. Mereka makin kurang jantan, mandul, penyakitan atau menjadi bencong. Apa daya. Manusia telah berbuat, mereka juga yang harus menanggung akibatnya. Atau terserah apa kata anda……….

Referensi: (I) , (II) , (III) , (IV) , (V)