SITI UMAYAH DAN WHITNEY HOUSTON

SITI UMAYAH DAN WHITNEY HOUSTON

Oleh: Jum’an

Siti Umayah jauh-jauh datang dari Gresik ke Desa Cukir, Diwek di Jombang untuk berziarah ke makam Gus Dur sekitar hari-hari pemakamannya awal Januari 2010 . Usai membaca Yashin, tahlil dan berdoa bersama banyak peziarah lain, tangannya menjumput segenggengam tanah dari gundukan makam yang belum kering itu. Yang lain memeluk nisan sambil menangis dan tidak lupa mengambil taburan bunga yang berserak diatas makam itu. Siti Umayah, wanita berjilbab dari Gresik itu mengatakan: “Insya Allah, dengan menyimpan tanah ini kami mendapatkan barokah.” yang lain mengaku tanah yang diambilnya akan digunakan untuk mengobati penyakit anaknya, ada pula yang mengaku sekedar untuk kenang-kenangan dari makam keramat. Begitu berita dari CyberNews. Gus Dur adalah keturunan berdarah biru, cucu K.H. Hasyim Asy’ari pendiri jam’iyah Nahdlatul Ulama dan pendiri Pesantren Tebuireng Jombang. Gus Dur adalah juga mantan ketua PBNU, serta Presiden R.I. ke 4. Kalau Siti Umayah yang menurut dugaan saya adalah warga NU yang taat, mengambil segenggam tanah dari pusara Gus Dur tidaklah mengherankan. Kemudian karena dikhawatirkan menebarkan syirik maka Gus Solah, adik kandung almarhum yang juga pimpinan pondok Tebuireng segera mengambil langkah-langkah pencegahan. Dalam era yang serba komersial seperti sekarang ini, makam dan wibawa para tokohpun dikemas dan dijual sebagai destinasi wisata rohani dan tempat para peziarah memburu berkah, jimat dan khasiat. Bukan itu saja konon debu tanah kuburan dalam dunia perdukunan merupakan jampi mujarab untuk mematikan bisnis seseorang. Entahlah dan nauzubillah.

Kepercayaan bahwa kuburan merupakan sumber kekuatan spiritual seperti itu sangat terasa dalam mayarakat kita. Mana ada orang bule mengharap keberuntungan dari segenggam tanah kuburan. Tetapi kalau orang tahu ada cincin berlian atau jam tangan Rolex dikubur bersama jasad pemiliknya, bukan saja perampok bule, penjahat dari manapun sangat berminat untuk menjarahnya.

Menurut berita setelah tersiar bahwa ratu pop Whitney Houston dikuburkan dengan mengenakan pakaian dan perhiasan senilai lebih dari $ 500.000 (lima milyar rupiah), keluarganya terpaksa menyewa penjaga keamanan bersenjata terus menerus untuk menjaga kuburannya dari kemungkinan ancaman para perampok serta pemburu memorabilia. Adalah Bobbi Kristina, anak perempuan yang juga pecandu narkoba seperti ibunya yang memilihkan pakaian yang sepantasnya dikenakan dan perhiasan yang dipakai dan dibawa kedalam kubur oleh sang ibu Whitney Houton. Ia di dandani dengan mengenakan gaun ungu kesayangannya semasa hidup, sebuah bros berlian, sepasang anting berlian seharga dua milyar yang ia beli sendiri dari honor perannya dalam film “The Bodyguard”, sepasang sandal berlapis emas, kalung emas dan salib dari batu merah delima. Ia dibaringkan dalam peti mati berharga ratusan juta rupiah karena tepi-tepinya berlapis emas. Whitney Houston yang semasa hidupnya terkenal melalui film “The Bodygurad” ternyata masih tetap membutuhkan pengawal bersenjata untuk menjaga kuburannya.

Berita kematian Whitney Houston selama satu minggu pertama semua berisi pujian dan sanjungan terhadap penyanyi tenar itu. Bahkan acara di gereja tempat kelahirannya mengesankan penghormatan untuk seorang tokoh wanita yang solehah dan penuh jasa. Baru pada hari-hari berikutnya muncul berita-berita yang sebaliknya. Bahwa dia meninggal tenggelam dikamar mandi karena mengkonsumsi Xanax dan obat-obatan lain yang dicampur dengan alkohol. Dan dikamar hotelnya juga diketemukan Valium, Lorazepam dan obat-obat lain yang tidak disebutkan namanya demi menjaga nama baik pabrik farmasi pembuatnya. Bahwa Bobbi Kristina anak perempuannya juga mempunyai kecederungan yang sama. Bahwa Whitney suka betindak kasar dan tidak senonoh terhadap siapapun bila sedang mabuk, dan sederet kelakuan buruk lainnya.

Siti Umayah dari Gresik memburu berkah dari makam Gus Dur sementara para perampok di New Jersey menunggu para penjaga makam Whitney Houston lengah, mengincar emas dan berlian seharga lima milyar. Sama-sama berburu.

One thought on “SITI UMAYAH DAN WHITNEY HOUSTON

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s