KEHAMILAN BUKAN PENANTIAN

KEHAMILAN BUKAN PENANTIAN

Oleh: Jum’an

Apakah yang menyebabkan kita tumbuh dewasa seperti yang sekarang ini? Rambut keriting, kacamata tebal, sering flu dan penyedih? Yang lain rentan diabetes, cerdas dan sinis. Ada pula yang 5 dari 6 bersaudara matinya karena sakit jantung. Yang lain sehat sampai tua. Mungkin karena DNA yang kita warisi dari orang tua. Atau kondisi masa kecil: bagaimana kita diperlakukan dan apa yang kita makan. Atau dari pilihan gaya hidup sesudah dewasa; pola makan dan pergaulan. Atau, seperti yang ditulis Annie Murphy Paul di dalam bukunya: ORIGINS -How the Nine Months Before Birth Shape the Rest of Our Lives? Bahwa banyak ciri-ciri pribadi kita seperti kesehatan, kecerdasan dan temperamen dipengaruhi oleh kondisi sebelum kita dilahirkan yaitu waktu kita masih berbentuk janin dalam rahim ibu. Annie yang seorang jurnalis ilmiah, menjelajah lab-lab, mewawancarai ahli janin dari seluruh dunia, dan menelusuri data-data kesehatan dari masa lampau. Sembilan bulan dalam kandungan, tulisnya, merupakan periode yang paling berat dari hidup kita, yang akan mempengaruhi jaringan syaraf otak dan fungsi organ seperti hati, jantung dan pankreas kita secara permanen. Nutrisi yang kita terima di dalam rahim, polutan, obat-obatan yang kita hadapi dalam kandungan, kesehatan ibu dan keadaan pikiran saat dia mengandung kita – semua membentuk kita sejak bayi dan terus mempengaruhi kita sampai tua. Kehamilan 9 bulan bukanlah sekedar penantian untuk merayakan lahirnya si cahaya mata, tapi satu periode sangat penting, masa pembentukan dan medan pertahanan bagi kekuatan, kesehatan dan kesejahteraan seumur hidup anak itu. Seorang ibu hamil tidak hanya berpotensi membahayakan janinnya, tetapi merupakan sumber pengaruh pada masa depan anak yang sekarang dikandungnya, jauh lebih kuat dan positif dari yang kita duga.

Dalam pewayangan dikenal tokoh Gatutkaca, ksatria yang kuat perkasa sehinga dijuluki “otot kawat tulang besi”. Waktu masih bayi konon ia diceburkan kedalam kawah Candradimuka di gunung Jamurdipa. Para dewa lalu melemparkan segala jenis pusaka kedalam kawah itu yang kemudian lebur dan menyatu dengan anak itu. Kemudian iapun muncul kepermukaan sebagai ksatria gagah perkasa. Begitu kira-kira gambaran rahim ibu hamil. Tempat janin bertahan dari kontaminasi dan tempat ia menyerap segala khasiat dan pusaka dari sang ibu agar ia sehat kuat dan sejahtera sampai tua.

Duapuluh tahun lalu, Dokter David Barker melihat korelasi yang aneh: wilayah-wilayah termiskin di Inggris justru mempunyai tingkat penyakit jantung yang tertinggi. Padahal penyakit jantung erat hubungannya dengan kemakmuran, gaya hidup mapan dan makan enak. Iapun meneliti secara serius kesehatan 15.000 orang dewasa disana. Setelah membandingkan kesehatan mereka dengan berat mereka waktu lahir ia menemukan hubungan yang tak terduga antara ukuran kelahiran kecil (yang merupakan indikasi kehamilan ibu miskin) dan penyakit jantung di usia pertengahan. Barker menduga, dengan pasokan makanan yang tidak memadai, janin mengalihkan nutrisi yang diterimanya ke organ yang paling penting yaitu otak, dan mengurangi jatah organ lain dari tubuhnya – kekurangan yang beberapa puluh tahun kemudian harus dibayar dalam bentuk jantung yang melemah.

Catatan kesehatan dari 88.000 orang yang lahir di Yerusalem antara 1964-1976 menunjukkan bahwa anak-cucu dari wanita-wanita yang sedang mengandung dua bulan pada Juni 1967 – saat Perang Enam Hari Arab-Israel – terbukti banyak yang menderita kelainan jiwa schizofrenia waktu remaja. Demikian pula hasil penelitian 30 tahun dari keturunan perempuan dari Anhui-China, yang hamil pada pertengahan abad 20 ketika terjadi kelaparan dan gizi buruk disana, banyak yang menderita schizofrenia.

Gagasan untuk memperdengarkan musik keperut ibu hamil untuk menghibur janin seperti sering kita dengar, adalah tindakan yang sembrono. Pembentukan dan pencetakan yang terjadi dalam rahim jauh lebih penting dan berdampak dari itu. Semua yang dialami seorang wanita hamil sehari-hari, udara yang ia hirup, makanan dan minuman yang dikonsumsi, bahan kimia disentuh, bahkan emosi yang ia rasakan – di share dengan janinnya. Semuanya diserap menjadi bagian dari darah dagingnya. Yang diserap janin dalam rahim bukanlah alunan musik tetapi yang jauh lebih penting demi kelangsungan hidupnya: Apakah akan lahir ke dunia dengan sejahtera atau serba kekurangan. Apakah akan aman dan terlindungi, atau menghadapi bahaya dan ancaman terus-menerus. Apakah akan hidup mujur sampai tua atau berumur pendek dan sakit-sakitan.

Mau anak anda sekuat Gatutkaca? Bacalah Origin – Bagaimana 9 bulan dalam kandungan membentuk hidup kita sampai tua.

One thought on “KEHAMILAN BUKAN PENANTIAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s