JANGAN TERLALU BANYAK RAHASIA

JANGAN TERLALU BANYAK RAHASIA

Oleh: Jum’an

Alangkah malunya kalau rahasia pribadi saya terbongkar. Tak ada ungkapan yang lebih pas kecuali serasa telanjang didepan pasar. Itu baru malunya. Belum lagi takut dicaci orang karena saya bukan teman sejati seperti yang mereka percaya selama ini. Takut akan ditolak, dilecehkan, kehilangan teman bahkan kehilangan pekerjaan. Dari lubuk hati saya akui terpaksa merahasiakan banyak aspek pribadi saya karena tidak sanggup untuk menyandangnya dengan terang-terangan. Tidak mungkin rasanya hidup tanpa rahasia. Ular dan tikus merahasiakan liangnya dan burungpun merahasiakan sarangnya. Keluarga, pemerintah, perusahaan, militer semua menyimpan rahasia, meyembunyikan informasi dari pihak luar. Tetapi menyimpan rahasia secara berlebihan sering menjadi sumber konflik. Orang terpaksa berbohong atau menolak menjawab pertanyaan demi menjaga rahasia, sementara pihak lain memaksa minta jawaban. Semuanya memicu permusuhan. “Jangan mengerjakan sesuatu diam-diam karena Waktu melihat dan mendengar segala sesuatu, dan mengungkapkan semuanya”, begitu kata Sophocles 2500 tahun lalu.

“Lima belas tahun mendatang tidak akan ada lagi rahasia” begitu ramalan Donald Burke pejabat penting CIA pada Open Source Conference tahun 2008 di Washington. Prediksi yang provokatif ini terasa dari makin sulit dan mahalnya usaha untuk menyembunyikan informasi, sementara sarana untuk menemukan, memahami dan mengelola informasi semakin mudah dan murah. Pada 2010 saja Wikileaks telah menyebarkan ratusan ribu dokumen rahasia Amerika kehadapan publik. Amerika yang super nampak kedodoran seperti seorang perempuan yang kedua tangannya memegang topinya erat-erat supaya tidak terbawa angin, sedangkan roknya tersingkap oleh tiupan angin dari belakang. Undang-undang dengan ketatnya melindungi kerahasiaan mereka, sementara teknologi dengan mudah menginfiltrasi dan mengekspose informasi yang mereka sembunyikan.

Ada dua pilihan untuk menghadapi masa yang akan datang. Membangun tembok yang lebih tebal dan lebih tinggi untuk menjaga rahasia seperti trend pada saat ini, atau beradaptasi mengembangkan pola bisnis, pemerintahan atau tingkah laku yang tidak mengandalkan pada kerahasiaan yang berlebihan. Belajar bersaing dalam dunia yang transparan, bertarung dicahaya terang daripada menunggu gelap untuk mengalahkan lawan. Entah menarik atau tidak opsi ini. Teknologi komunikasi modern hampir-hampir membuat dunia telanjang. Bahkan informasi pribadi kita sudah banyak diketahui orang. Kita sepakat untuk tetap menjaga rahasia pribadi karena takut terancam, terhina kalau diketahui orang tetapi anjuran jangan terlalu banyak rahasia pantas juga kita ikuti.

Tanpa kita sadari telepon cellular dan computer kita telah menjadi mata-mata orang luar untuk mengorek rahasia pribadi kita. Said Shiam seorang tokoh Hamas terbunuh oleh serangan Israel yang mengetahui posisinya dari HP salah seorang asistennya. Heboh blackberry di beberapa negara menunjukkan betapa rentannya kerahasiaan dalam era komukasi modern saat ini. Suatu kali kenalan saya dari China mengirim e-mail kepada saya: “Rumahmu dekat bunderan HI dekat sungai kecil itu kan?” Ia tahu letak Kebon Kacang dari Google Earth………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s