MENDOWNLOAD LAGU ITU HARAM

MENDOWNLOAD LAGU ITU HARAM

Oleh: Jum’an

Dalam surat Albaqoroh ayat 29 dikatakan bahwa semua ciptaan Alloh dibumi adalah diperuntukkan bagi manusia. Dan dalam surat Yasin ayat 71 dan 72 dikatakan bahwa Dia dengan kekuasaanya menciptakan hewan ternak lalu manusia yang memilikinya. Dialah yang menjinakkan mereka, lalu manusia memanfaatkannya untuk tunggangan dan santapan. Bagaimana kemudian manusia membagi-bagi pemberian dari Alloh swt menjadi milik perorangan tentulah panjang ceritanya. Apa saja yang boleh dan tidak boleh dimiliki, siapa yang boleh memiliki dan bagaimana cara memperoleh hak-hak kepemilikan itu. Sepengetahuan kita sekarang, orang dapat memperoleh harta dengan banyak cara seperti dengan membeli, menukarkan, menerima pemberian, mencuri atau merampas. Bukan hanya tanah dan ternak serta tetumbuhan yang asli ciptaan Tuhan, tetapi semua hasil reka-yasa manusia, termasuk tarian dan nyanyian sudah ada yang punya sehingga pengertian tentang kepemilikan menjadi makin luas dan tidak jelas.

Kita tidak boleh memiliki kaset bajakan atau mendown-load lagu-lagu dari situs internet dengan sembarangan. Kita mencuri namanya dan kata orang itu akan menghancurkan industri musik dan rekaman. Bisa dibenarkan sih, tetapi mereka sendiri yang menaruh lagu-lagu tu disana seperti menggelar dagangan dipasar, dipamerkan tanpa ditunggui. Waktu ada orang mengambilnya ia berteriak-teriak kehilangan. Bisa dibenarkankah itu? Sejak zaman kuno petani dimanapun sudah biasa menyisihkan sebagian hasil panennya yang terbaik untuk benih bertanam dimusim berikutnya. Begitu sepanjang zaman. Tapi tidak begitu lagi sekarang. Benih unggul adalah hasil rekayasa para ahli pertanian yang menurut konsep kepemilikan modern menjadi hak mereka. Kita harus membeli benih dari mereka setiap musim tanam bukan dari menyisihkan hasil panen tahun lalu. Kita harus membayar royalti hasil jerih payah mereka berfikir dan meneliti. Begitulah hidup dizaman kapitalistis sekarang ini. Mereka menyebutnya hak intelektual yang akhirnya menjadi komoditi perdagangan juga.

Suatu kali saya mendapati dalam literatur suatu senyawa pospat yang biasanya dipakai dalam industri makanan, ternyata mempunyai kelarutan yang sangat tinggi didalam air. Sehingga kita bisa membuat suatu larutan dengan berat hampir dua kali berat air biasa. Ketika sebuah perusahaan minyak membutuhkan larutan berat seperti itu dalam jumlah besar, perusahaan kami ikut dalam tender pengadaan. Belakangan ternyata bahwa penggunaan larutan pospat dalam operasi pengeboran minyak sudah ada pemilik hak patennya dan orang hanya boleh membuat dan menjualnya kalau membayar royalti kepada pemegang hak paten itu. Padahal yang saya kerjakan hanyalah menelusuri daftar kelarutan senyawa kimia didalam air, ketemu lalu mencobanya dan selesai. Bukan melalui suatu penelitian yang rumit atau pemikiran yang berat. Saya kira orang yang mempatenkannya juga hanya berbuat seperti saya. Lalu dengan dibantu seorang advokat menyusun argumentasi yang rumit dan sulit ditembus sehingga siapapun yang mencoba membuat dan menjual larutan berat itu akan terjerat harus membayar.

Memiliki harta kekayaan memang sudah lama menjadi masalah. Dinegara komunis memiliki harta kekayaan secara eksklusif dianggap sebagai pangkal ketidak-adilan sosial, tirani dan penyebab penindasan. Mereka mau properti yang vital menjadi milik bersama. Sebaliknya dinegara kapitalis memiliki harta kekayaan dianggap merupakan faktor utama pendorong kemajuan manusia dan peningkatan standar hidup. Keduanya mempunyai boroknya sendiri-sendiri. Dinegeri komunis potensi individu disunat tidak bisa tumbuh sementara dinegeri kapitalis sebagian besar kekayaan akhirnya dikuasai oleh segelintir orang saja. Suatu saat nanti mungkin kita harus membayar udara yang kita hirup…

4 thoughts on “MENDOWNLOAD LAGU ITU HARAM

  1. tp kalo c musisinya memang menggratiskan music mereka tuk di download luas gmn,? apakah msh haram.? kaya di myspace bnyk jga musisi indie yg sengaja biar musik mereka di dengar n di download..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s