BERKAH AIR MATA

BERKAH AIR MATA

Oleh: Jum’an

Hidup dimulai dengan menangis. Itulah caranya agar kita tetap bertahan hidup. Kita harus menghentak sekuat tenaga untuk menyedot udara kedalam paru-paru yang selama ini diam seperti balon kempes. Lalu selama bulan-bulan berikutnya kita hanya bisa menangis untuk menyatakan lapar, lelah, tidak nyaman, takut, kesepian, kecewa atau marah. Menurut penelitian Dr. William Frey ahli biokimia dari Mineapolis sampai usia puber tidak ada perbedaan pola menangis antara anak perempuan dan anak laki-laki. Tetapi dari umur 12 – 18 tahun anak perempuan mengeluarkan prolaktin, hormon yang berperan dalam produksi air mata, 60% lebih tinggi dari laki-laki dan menangis empat kali lebih sering. Kebanyakan orang menangis karena sedih (49%), karena bahagia 21%, marah 10%, simpati 7%, cemas dan takut masing-masing 5 dan 4%. Dari satu sisi menangis atau mengeluarkan air mata menunjukkan cinta dan perhatian yang mendalam. Disisi lain menangis dianggap sebagai tanda kurangnya disiplin dan keberanian alias cengeng. Apa boleh buat.

Air mata keluar tidak hanya karena orang menangis, tetapi juga karena iritasi seperti kalau kita mengupas bawang, mata kemasukan debu dan sepanjang waktu air mata tersedia untuk membasahi bola mata. Kesemuanya mempunyai tujuan perlindungan. Bahwa menangis membawa kebaikan, sudah lama diduga orang. Lebih dari 2000 tahun lalu, Aristoteles berteori bahwa menangis menonton drama membersihkan pikiran dari emosi yang tertekan dengan proses yang dinamakan katarsis yaitu menghilangkan kesedihan dengan cara melepaskan emosi. Pantas kalau saudara-saudara perempuan saya sangat menyukai kisah sedih dari film-film India karena mereka merasa segar dan rileks sesudah menangis. Dramawan dan penyair besar Shakespeare secara intuitif juga tahu bahwa menangis itu menyembuhkan. Dalam lakon King Henry, ia menuliskan: To weep is to make less the depth of grief – Menangis itu meringankan penderitaan.

Pernyataan filosof dan penyair itu dibenarkan oleh pengetahuan modern. Para peneliti mendapati bahwa menangis itu baik karena air mata ternyata menurunkan ketegangan, mengeluarkan racun dan meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyembuhkan diri. Singkatnya mereka mengakui bahwa orang yang mampu menangis dapat menikmati kesehatan fisik dan emosional yang lebih baik. Alan Wolfelt Ph.D. yang meneliti orang-orang yang berkabung karena ditinggal mati orang yang dicintai, mengatakan bahwa penampilan mereka berubah setelah menangis. Orang tidak hanya merasa lebih baik tetapi juga nampak lebih baik. William Frey dari Tear Research Centre yang kita kutip diatas, menyatakan alasan mengapa mereka merasa lebih baik setelah menangis. Yaitu karena air mata melarutkan dan menyingkirkan zat-zat kimia yang menumpuk selama emosi kita mengalami stress. Jika hormon-hormon yang terkait dengan stress itu tidak keluar maka akan menumpuk sampai tingkat keracunan yang dapat melemahkan sistim kekebalan tubuh dan menghalangi proses biologis lainnya.

Air mata karena menangis berbeda kandungan kimianya dengan air mata oleh iritasi. Air mata emosi menangis, lebih banyak mengandung protein dan beta-endorphin yang merupakan zat penghilang rasa sakit alamiah. Orang yang mudah menangis pantas bersyukur karena menunjukkan perasaannya halus. Karena itu tidaklah bijak untuk menahan tangis, karena menangis membawa berkah. Bahkan menangislah! Tapi jangan dengan tipuan mengupas bawang. Kelenjar air mata tahu bedanya….

Iklan

4 tanggapan untuk “BERKAH AIR MATA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s