ADA ORANG LAIN DALAM DIRI SAYA?

ADA ORANG LAIN DALAM DIRI SAYA?

Oleh: Jum’an

Suatu kali saya bermimpi melakukan perbuatan yang memalukan dan ternyata diintip oleh seseorang. Orang itu saya kejar agar tidak menyebarkan aib saya itu. Tetapi saya terperanjat waktu melihat wajah orang itu ternyata diri saya sendiri. Kok saya ada dua? Padahal selamanya saya hanya ada satu, yaitu diriku yang menghuni tubuhku. Saya tidak pernah menghuni tubuh orang lain dan tidak pernah ada orang lain yang menghuni tubuh saya. Diriku hanya ada ditubuhku dan tubuhku hanya milik diriku. Keduanya merupakan kesatuan yang melekat dan tidak dapat dipisahkan, kecuali kalau saatnya sudah tiba kelak. Belum lama ini VS Ramachandran dan Diana Rogers dari Center for Brain and Cognition Universitas California menulis sebuah kolom yang menarik dalam Scientific American yang berjudul “Hey, Is That Me over There?”.

Meskipun eksistensi saya begitu jelas seperti diatas, dalam keadaan tertentu masih dapat dipertanyakan. Perasaan diri menghuni tubuh, adalah pengertian internal yang lemah seperti persepsi yang lain yang mudah dipengaruhi oleh khayalan dan distorsi. Saya “memiliki” tangan saya dan saya memiliki mobil, dalam sistim kerja syaraf kita sama saja, tidak lebih istimewa. Saya bukanlah sebuah wujud tunggal seperti anggapan saya diatas tadi. Pasien yang diberi obat ketamin sering mengalami sensasi melayang di atas tubuhnya dan menontonnya sedang terbaring. Jika tubuhnya ditonjok keras-keras ia mungkin akan berkata: “Tubuh saya dibawah itu yang sakit, tapi saya sendiri tidak merasakan apa-apa”. Karena pada pasien tersebut “dirinya” terpisah dari tubuh yang dihuninya, dirinya tidak merasakan penderitaan maupun tekanan emosi.

Pengalaman aneh juga dapat dirasakan oleh orang yang terkena stroke yang merusak bagian otak yang disebut lobus parietalis kanan, yaitu wilayah otak yang bertanggung jawab untuk menciptakan citra tubuh, yaitu perasaan menghuni tubuh sendiri. Mereka kadang-kadang merasa melihat dirinya dari luar, seperti efek yang ditimbulkan oleh ketamin. Ramachandran dan Rogers melihat seorang pasien yang wilayah pencitraan diotaknya diserang tumor. Mentalnya sehat dan normal kecuali bahwa ia merasakan ada dirinya satu lagi menempel pada sisi kiri tubuhnya yang menirukan setiap tindakannya. Kalau ia disentuh, ia juga merasa bahwa kembarannya disentuh juga beberapa saat kemudian. Menurut ahli syaraf terkenal dari Inggris MacDonald Critchley, banyak pasien lain yang (tergantung pada bagian lobus parietalis mana yang terkena) merasa dirinya seperti raksasa atau orang kerdil; merasa bagian tubuhnya terbalik atau bengkak; tidak mengakui salah satu tangannya karena katanya tangan itu milik ibunya, atau bahkan membenci salah satu anggota badannya misalnya dengan menyatakan “ kaki kanan saya komunis” dan minta supaya diamputasi.

Betapa rentannya kewarasan kita terhadap kerusakan syaraf yang sangat lembut itu. Kepemilikan tubuh pun menjadi tidak jelas. Saya kira saya satu jiwa-raga yang tunggal dan wungkul. Semua bisa rancu oleh ketamin, tumor dan stroke. Sungguh menakutkan.

2 thoughts on “ADA ORANG LAIN DALAM DIRI SAYA?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s