MENUNGGU INSPIRASI

MENUNGGU INSPIRASI

Oleh: Jum’an

Seingat saya ilmu ukur sudut atau goneometri bukanlah pelajaran yang terlalu sukar di SMA dulu. Rumus-rumus sinus cosinus, tangen cotangen dan secan cosecan mudah diingat bahkan sebagian sampai sekarang. Tetapi saya kecewa ketika pertama kali menghadapi ulangan. Tidak satupun dari rumus-rumus itu yang dapat digunakan untuk memecahkan soal. Sudah berkonsentrasi dan memeras otak tetapi tetap tidak menemukan celah untuk masuk menggunakan rumus itu. Saya gagal menggunakan rumus itu dihadapan guru goneo saya. Seperti pedang yang tumpul belaka. Saya lalu berlatih mengerjakan soal-soal, berulang-ulang sampai mahir dan menemukan rahasia aib yang memalukan itu.

Ternyata harus diciptakan sasaran antara terlebih dulu dengan membuat sebuah permisalan, melakukan operasi pada ruas kiri dan ruas kanan, membagi atau mengalikan dengan bilangan yang sama dan sebagainya. Ditengah langkah-langkah sulit itulah terbuka peluang untuk menggunakan formula itu dengan tepat. Seperti pori-pori kulit yang terbuka dtengah kita sedang berolah raga, memberi jalan keringat keluar dan menyehatkan badan. Rumus kwadrat sinus dan cosinus itu ibarat daging mentah, harus dicuci dulu, dipotong-potong, dibumbui dan dimasak, bersamaan dengan itu keluarlah aroma, rasa dan gizinya. Saat sulit-sulitnya kita berjuang menyelesaikan pekerjaan selalu muncul peluang kemudahan. Kemudahan itu datang pada saat kita bersusah-payah. Seperti dua hal yang selalu datang secara bersamaan.

Menurut seorang penulis yang yang sudah menerbitkan lebih dari 30 judul buku, ia memperoleh inspirasi waktu giat menulis. Kalau ia menunggu inspirasi untuk mulai menulis, pasti dia tidak akan menjadi penulis. Inspirasi adalah kemudahan, tetapi entah kapan datangnya. Ia memutuskan untuk bekerja dan menunggu inspirasi muncul ditengah pekerjaannya. Pekerjaan kreatif seperti menulis, mencipta lagu, melukis atau merancang sesuatu memang aneh. Kita tidak selalu dapat memperoleh inspirasi dan kita tidak dapat mengendalikan inspirasi. ”Tetapi yang saya alami, kalau saya sedang giat menulis, seninya menjadi lebih mudah. Dan ini memicu kreatifitas dan datangnya ide-ide baru” begitu kata penulis tadi.

Thomas Alva Edison, penemu listrik dan 1200 paten lainnya mengatakan bahwa semua dicapainya dengan satu persen inspirasi dan 99 persen keringat. Jangan menunggu inspirasi. Menunggu inspirasi sama dengan menunggu Godot. Ulangi, perbaiki, rubah, pakai bahan dan cara lain, coba dan coba lagi. Inspirasi akan mengintip dan mendekati kita saat kita bergelut dengan kesulitan.

”Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Sungguh bersama kesulitan ada kemudahan”! Anda tahu dari mana kedua kalimat kembar itu berasal. Ya. Ayat 5 da 6 surat Alamnasyroh, begitu anak-anak menamainya.

4 thoughts on “MENUNGGU INSPIRASI

  1. indriatahir1207 said: godot apa ya pak?

    Waiting for Godot adalah naskah klasik karya Samuel Beckett tentang penantian oleh dua sahabat karib, Vladimir dan Estragon. Dua sahabat ini menunggu Godot, sesuatu yang tidak jelas sampai akhir cerita. Apakah Godot itu manusia, dewa, penyelamat, uang, atau binatang.

  2. jumanb said: Waiting for Godot adalah naskah klasik karya Samuel Beckett tentang penantian oleh dua sahabat karib, Vladimir dan Estragon. Dua sahabat ini menunggu Godot, sesuatu yang tidak jelas sampai akhir cerita. Apakah Godot itu manusia, dewa, penyelamat, uang, atau binatang.

    terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s