HAJI THOYIB TIDAK PASANG IKLAN

HAJI THOYIB TIDAK PASANG IKLAN

Oleh: Jum’an

Iklan adalah akal untuk memancing orang supaya membeli; jadi penting bagi penjual barang. Kitapun tidak akan tahu ada barang baru kalau tidak melihat iklan. Tetapi iklan tidak selalu mengungkapkan yang benar. Banyak menonjolkan kelebihan dan menyembunyikan cacat dan kekurangan. Tetapi seperti orang Malaysia bilang ”Barang baik tak perlu nak cakap banyak-banyak”, kita tahu sesuatu yang benar-benar bermutu tidak perlu banyak diiklankan ibarat gadis cantik tak perlu make-up terlalu tebal.

Haji Thoyib, pemilik warung sate ditepi jalan antara Prupuk dan Bumiayu adalah salah satu penjual barang baik yang tak perlu banyak iklan. Saya sudah lama mendengar kemashurannya dikalangan penggemar sate yang kerap melewati daerah itu. Memang benar dia tidak memasang iklan, kecuali sebuah papan nama ukuran kecil dan tempat pembakarannya yang terletak disamping depan sebagai tanda bahwa dia berjualan sate. Waktu saya mampir kesana minggu yang lalu ada beberapa mobil diparkir berderet didepan warung itu. Dari pelat nomor mobil, pakaian dan logat bahasanya saya menduga mereka adalah rombongan pejabat daerah dan beberapa pelancong dari Jakarta.

Haji Thoyib beserta anak bininya sibuk melayani para pelanggan tanpa banyak senyum dan basa-basi. Menu utamanya hanya nasi, sate dan sop serta minuman khas Tegal yaitu teh poci dengan gula batu. Pesanan yang menyimpang seperti minta dibanyaki ininya atau dikurangi itunya, ditolak dengan nada datar tanpa minta maaf: tidak bisa. Yang hanya ingin menikmati sate saja tanpa nasi juga ditolak. Pesanan tambahan, kalau pelanggan lain masih ada yang menunggu juga tidak dilayani. Kalau persediaan daging habis Haji Thoyib dengan celana pendek dan baju kaos mengambilnya dari dapur dan membawa onggokan daging itu melewati sela-sela tamu yang sedang makan. Hampir tak ada senyum, silahkan atau terima kasih. Tapi warung itu sungguh laris. Selalu dipenuhi tamu-tamu yang nampak senang karena terpuaskan seleranya.

Begini saya kira pendirian Haji Thoyib: saya dengan segala daya dan upaya telah menemukan cara membuat sate dan sop kambing yang khas. Rasanya enak, pas dengan harga pantas. Yang suka silahkan beli yang tidak, tidak usah. Inilah hasil karya, pintu rizki dan jalan hidup saya. Bismillah, akan saya tekuni untuk selama-nya. Lehih atau kurang dari ini bukan sate saya dan bukan urusan saya.

Sekarang pendirian dan ketekunannya telah menghasilkan kwalitas prima yang mengiklankan diri sendiri. Para penggemarnya seolah-olah menyiarkan pesan berantai: Kalau mau ke Jawa (begitu orang Jakarta menyebut Jateng dan Jatim) jangan lupa mampir kewarung Haji Thoyib didesa Kosambi antara Prupuk dan Bumiayu. Bahwa tulisan ini bukan iklan, biarlah saya kutip kata-kata banyak orang bahwa sate kambing itu menaikkan tekanan darah. Walhasil barang baik, amal baik, orang baik semua tak perlu iklan: tak nak banyak-banyak cakap.

Iklan

Satu tanggapan untuk “HAJI THOYIB TIDAK PASANG IKLAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s