MENGAJAK PENGEMIS BER OLAHRAGA

MENGAJAK PENGEMIS BER OLAHRAGA

Oleh: Jum’an

Jangan. Jangan mengajak pengemis untuk berolah-raga. Akal sehat kita tidak akan mengizinkan. Pertama kalori tubuhnya yang pas-pasan akan hilang dan harus di tebus dengan mengemis lebih giat lagi. Kalau dipaksakan dia tidak akan menjadi sehat dan kalaupun menjadi sehat, justru tidak menguntungkan bagi profesinya sebagai pengemis karena…. orang sehat kok mengemis?. Walhasil mengemis dan olah raga tidak kompatibel, lebih baik tidak disangkut-pautkan. Setidak-tidaknya orang harus kecukupan dulu baru dia layak untuk berolah-raga. Mengajak pengemis berolah raga seperti mengendarai mobil dengan ban kempes kalau dipaksakan akan patah as rodanya.

Solat lima waktu adalah amalan wajib bagi umat Islam, sesuatu yang sangat penting dan tidak dapat ditawar-tawar. Untuk amalan yang sepenting itupun Tuhan memberi banyak kemudahan. Yang tidak kuat berdiri boleh duduk, yang tidak kuat duduk boleh tiduran, yang tak kuasa menggerakkan anggota badan boleh mengedipkan mata. Yang bepergian boleh menjamak, tak ada air boleh tayamum dan sebagainya. Menyuruh orang sakit solat berdiri juga seperti mendorong mobil dengan ban kempes. Tidak bedanya dengan menyuruh pengemis berolah raga. Tidak kan sampai ketujuan.

Orang berdagang kalau ingin laku, orang berobat kalau ingin sembuh, orang berperang kalau ingin menang dan orang berdakwah kalau ingin didengar semua perlu mengikuti aturan dan kelayakan. Bahkan makanan yang mengandung gizi tinggi, harus dimasak dengan hati-hati dan dimakan dengan bismilah lebih dulu. Mengabaikan kelayakan, sebaik apapun tujuan kita sulit untuk mencapainya.

Sebenarnya saya berpanjang-panjang dengan tamsil diatas hanyalah untuk mengantar kerisauan saya merasakan ketidak-harmonisan ukhuwah islamiah diantara kita. Terasa ada yang salah terap disana-sini. Akibatnya kita lebih merasakan perbedaan satu sama lain ketimbang persamaan dan senasib- sepenanggungan, meskipun masing-masing menyanjung persatuan dan persadaraan. Seolah-olah semua serempak mengatakan kita ini sama. Tetapi masih ada lanjutannya yang tidak terucapkan yaitu: meskipun demikian ada yang lebih sama dan ada yang kurang sama. Alias kita sebenarnya berbeda.

Teman-teman mengaji kita disurau dulu, sekarang mempunyai jalan pikiran sendiri-sendiri dan masing-masing merasa benar. Jangan berani-berani berbicara soal jihad kalau anda tidak benar-benar kenal siapa lawan bicara anda. Hati-hati menerangkan ayat Qurán karena kini adalah zaman setiap orang punya tafsir sendiri-sendiri. Kalau ingin bertausiah dengan aman dan tanpa beban, carilah tukang bakso yang dorongannya diparkir didepan masjid sementara dia mampir solat. Biasanya mereka rendah hati dan tidak banyak cing-cong.

Tentu saja saya berlebihan dengan gambaran diatas. Tetapi saya memang risau. Kadang-kadang saya berfikir kita yang banyak cing-cong ini tadinya masing-masing hanyalah setetes air yang menjijikkan. Tetapi ya bagaimana lagi……

3 thoughts on “MENGAJAK PENGEMIS BER OLAHRAGA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s