PENYANDERAAN DEWI SARASWATI

PENYANDERAAN DEWI SARASWATI

Oleh: Jum’an

Seiring dengan perkembangan peradaban maka kejahatan dan kebohonganpun berkembang sama pesatnya baik jumlah, jenis maupun cara-caranya. Sedikit demi sedikit sayapun ikut mengembangkan seni berbohong. Yang lebih halus, lebih tidak kentara dan lebih mengena. Dari pengetahuan dan pekerjaan yang saya geluti, saya memahami sejumlah jargon ilmu kimia beserta multi-tafsirnya yang orang lain mungkin kurang faham. Dengan merangkum informasi yang bertebaran, saya dapat membuat penafsiran selektif dan menyusun sebuah kesimpulan yang memihak kepada keinginan perusahaan saya misalnya. Itu saya kerjakan agar sebuah produk atau sistim menjadi layak jual. Rasanya tidak jahat bukan bohong dan tidak berdosa meskipun terasa mengganjal dihati. Tindakan saya seperti benar, meskipun bukan kebenaran yang seutuhnya.

Itu merupakan sebuah contoh kecil bagaimana orang merekayasa bukti-bukti ilmiah untuk menunjang tujuan bisnis, politis atau yang lain. Dalam lingkup nasional seperti penanganan lumpur Lapindo misalnya, orang merekayasa argumentasi agar diambil pola penyelesaian yang menguntungkan pihaknya sendiri. Kebijaksanaan untuk mengatasi pemanasan global juga telah menjadi ajang negara-negara maju saling mempolitisir fakta-ilmiah untuk kemenangan politik negara masing-masing. Ilmu pengetahuan yang jujur dan tidak berpihak (yang dalam budaya Hindu dilambangkan sebagai Dewi Saraswati) disandera dan dipaksa tunduk memihak kepada kehendak politik dengan segala kerakusannya.

Pemenang Noble Kimia 2003 Peter Agre mengecam keras pemerintah A.S dibawah Bush sebagai biang kerok dan malapetaka bagi lingkungan, karena mengabaikan bukti-bukti ilmah bahwa emisi karbon adalah penyebab perubahan cuaca global. Mereka menolak menandatangani perjanjian Kyoto meski hampir semua negara industri maju menyetujuinya. Menurut Agre, George Bush telah mempolitisir ilmu pengetahuan dengan hanya melibatkan para lmuwan yang setuju dengan kebijaksanaannya. Tetapi para ilmuwan pendukung Bush berkata sebaliknya: Dibawah Bush ilmu pengetahuan di Amerika telah maju pesat ke tingkat yang tidak pernah dicapai sebelumnya.

Barrack Obama waktu mengangkat John Holdren sebagai penasehat ilmu dan teknologi Gedung Putih mengatakan: Memajukan ilmu pengetahuan…… artinya menjamin bahwa bukti dan fakta tidak dipelintir dan dikaburkan oleh politik dan ideologi. Alangkah mulianya Obama diandingkan dengan Bush. Padahal sekarang seluruh duniapun tahu bahwa Bush dan Obama adalah setali tiga uang. Tetapi sekali lagi menurut para ilmuwan yang berseberangan, Holdren juga tidak lebih dari seorang science politicizer, pendapatnya tentang perubahan cuaca global sama sekali tidak ilmiah, semacam campuran antara politik dan kepercayaan.

Kalau saya membuat tafsiran selektif dan kesimpulan memihak hanya untuk memperoleh gaji yang pas-pasan setiap bulan, apalah jahatnya. Tetapi kalau membelokkan fakta sehingga pihak yang penyebab terjadinya malapetaka Lapindo di Sidoarjo terbebas dari tanggung jawab tentulah merupakan kejahatan dan dosa besar. Kalau tidak sekarang didunia ini, diakhirat nanti pastilah ada perhitungan dan pembalasannya yang lebih adil. Begitu kan ya?

One thought on “PENYANDERAAN DEWI SARASWATI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s