COCKTAIL MAUT TANPA AIR MATA

COCKTAIL MAUT TANPA AIR MATA

Oleh: Jum’an

Anda pasti enggan kalau diminta untuk mengingat-ingat ada berapa cara orang menjalani hukuman mati. Yang pernah saya baca ada tujuh cara. Yaitu dengan cara pancung, gantung, kursi listrik, kamar gas, suntik mati, tembak atau rajam. Semuanya terdengar sangat mengerikan. Dipancung kepala jatuh menggelinding dengan mata terbuka sedangkan tubuh menggeleparsebelum benar-benar mati. Tiang gantungan kalau terlalu cepat jatuhnya, badan kelojotan dan kalau kurang cepat kepala meronta karena tercekik. Kursi listrik akan menimbulkan bau daging manusia terbakar yang menyengat dan kulit kepala megeluarkan asap. Di kamar gas orang tersedak menyeramkan dan terlalu lama matinya. Dengan suntikan, tubuh akan meronta dengan tangan dan kaki diikat. Ditembak terlalu ganas, dada ditembus peluru dengan mata ditutup dan tanga diikat kebelakang. Begitu juga dirajam yaitu dlempari batu sampai mati. Semuanya nauzubillah min dzalik.

Karena banyak negara menetapkan hukuman mati didalam konstitusi mereka, sudah seharusnya mereka mencari cara eksekusi yang tak nampak melecehkan, berdarah-darah dan mengerikan. China, Amerika, Iran dan Saudi Arabia tercatat sebagai negara-negara yang paling banyak melaksanakan hukum mati. Narapidana yang akan ditembak mati malam sebelumnya disuguhi dengan makanan kesukaannya, setidaknya begitulah Kusni Kasdut yang dihukum mati pada tahun 1980. Kedua matanya ditutup untuk mengurangi rasa takut. Kabarnya, salah satu senapan dari regu tembak berisi peluru kosong sehinga semua berharap moga-moga bukan peluru mereka yang membunuh siterpidana.

Begitu pula dengan cara suntik mati. Setidaknya ada dua cara untuk menyuntik mati seorang terpidana. Pertama dengan sekali suntik bius over-dosis sehingga tertidur dan tidak bangun lagi. Yang kedua, yang dianggap lebih cepat dan lebih aman, menggunakan suntikan tiga tahap. Yaitu di bius, dilumpuhkan, dihentikan jantungnya. Pada tahun 1977 Jay Chapman seorang dokter Amerika membuat ramuan yang disebut Three Drugs Cocktail yang sejak itu dipakai disana untuk mengeksekusi terpidana mati dengan suntikan (lethal injection).

Cocktail itu terdiri dari tiga bahan kimia yang akan disuntikkan secara berturut-turut melalui saluran infus. Mula-mula larutan Sodium Pentothal suatu senyawa barbiturat yang merupakan obat bius super cepat untuk menidurkan terhukum. Lalu menyusul larutan Pancuronium Bromida yang berfungsi melemaskan dan melumpuhkan seluruh otot-otot tubuh sehingga tidak dapat digerakkan. Terakhir suntikan larutan Potassium Chlorida yang berfungsi untuk menghentikan denyut jantung. Secara teoritis suntikan tiga tahap ini akan mematikan dengan aman, cepat dan tak terasa. Tetapi kenyataannya tidaklah demikian. Hukuman mati dengan cara inipun sering berjalan tidak mulus.

Memasang infus dalam suasana tegang tidaklah mudah. Apalagi kalau “pasien” terlalu gemuk, gemetar atau pemakai narkoba. Jadi pembiusan pertama mungkin tidak sempurna. Tetapi karena kemudian tubuh dilumpuhkan dengan suntikan kedua, tim eksekusi tidak tahu apakah pasien mereka merasakan sesuatu atau tidak. Padahal suntikan ketiga yaitu larutan Potassium Chlorida diketahui bakal menimbulkan rasa sakit yang luar biasa panas membakar urat-urat darah bila saraf-saraf masih bekerja dan tidak terbius dengan sempurna. Jadi akibatnya justru kematian yang sangat menyakitkan tanpa seorangpun menyadarinya karena siterpidana hanya diam, berkedippun tidak. Derita tanpa air mata. Maut adalah rahasia Sang Khaliq. Dia lah yang lebih mengetahui.

3 thoughts on “COCKTAIL MAUT TANPA AIR MATA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s