JIKA INUL JADI BUPATI MALANG

JIKA INUL JADI BUPATI MALANG

Oleh: Jum’an

Selayaknya hidup adalah kerja keras atau mengolah sumber alam dan menikmati hasilnya. Ada cara hidup lain yang juga ditempuh orang yaitu dengan merampas dan memakan hasil kerja orang lain. Cara yang kedua ini namanya penjarahan. Menurut Frederic Bastiat politisi dan ekonom Perancis abad 19, kalau sekelompok penjarah hidup bersama dalam masyarakat lama-lama mereka akan berusaha membangun sistim hukum yang menghalalkan penjarahan dan landasan moral untuk membenarkannya.

Karena pada dasarnya manusia cenderung mencari kemudahan dan bekerja keras merupakan siksaan, banyak orang akan tertarik untuk ikut menjarah daripada membanting tulang apabila situasi memungkinkan. Dan ini mudah diketahui oleh mereka yang sudah menjadi penjarah lebih dahulu. Sehingga mereka merasa optimis untuk mengajak teman-teman baru tanpa harus merasa takut. Para pemerhati sudah melihat banyak bukti.

Setiap hari kita dikejutkan oleh breaking news kejahatan-kejahatan besar dan para pecundang yang memenangkan perkara mereka. Semakin lama semakin kenyang kita dengan berbagai informasi itu dan akhirnya mencapai titik jenuh. Tak mampu lagi mencerna dan tidak peduli. Mau muntah rasanya. Sebuah penelitian di Amerika membuktikan mayoritas masyarakat negeri kapitalis itu adalah orang-orang yang tidak peduli. Mereka menyangka bahwa perkataan: ”Dari tiap orang sesuai dengan kemampuan untuk tiap orang sesuai dengan kebutuhan” adalah kata-kata George Washington presiden pertama Amerika padahal itu adalah kata-kata Karl Marx penggagas Manifesto Komunis.

Itu sama sekali tidak mengherankan, kata Neal Boortz seorang penyiar radio kawakan, mengingat badut-badut yang kita pilih dan kita tempatkan di Gedung Putih. Merekalah yang mengatur pertunjukan dan dapat dipastikan mereka akan mengumpulkan politisi kelas murahan untuk meramaikan pertunjukan mereka.

Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa ketidak pedulian masyarakat merupakan incaran para politisi penjarah, legislatif maupun eksekutif. Semakin tidak peduli, semakin mudah mereka menyusun skenario pertunjukan mereka. Makin lempang jalan untuk menyiapkan perundang-undangan sesuai dengan cita-cita mereka seperti yang diramalkan oleh Frederic Bastiat. Sistim hukum yang menghalalkan penjarahan dan filosofi yang mendukungnya.

Bila Inul Daratista yang bernama asli Ainur Rokhimah menjadi bupati Malang, Julia Perez yang bernama asli Yuli Rachmawati menjadi Bupati Pacitan, para politisi dari partai-partai yang mengusungnya baru akan mulai program mereka yaitu babak penjarahan baru yang lebih aman. Cuma dugaan……………………

2 thoughts on “JIKA INUL JADI BUPATI MALANG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s