TAKLUKNYA SEORANG KOMANDAN

TAKLUKNYA SEORANG KOMANDAN

Oleh: Jum’an

Ada yang tidak bertambah tua dalam diri saya. Ada sisi yang tetap anak-anak meskipun usia telah lanjut. Mungkinkah karena saya anak bungsu atau karena saya Timur atau karena saya Islam atau semua orang memang seperti saya. Saya ingin mensyukurinya sebagai karunia tetapi khawatir kalau-kalau hal ini ternyata tidak lebih dari kolokan anak bungsu yang tidak kunjung sembuh. Tetapi sekian lama saya membiarkannya, aman-aman saja dan tidak ada orang yang mengomentarinya.

Banyak pria atau wanita ditengarai maupun tidak, sangat dipengaruhi dan bahkan dapat dikatakan hidup dibawah bayang-bayang kakak perempuan mereka. Tidak selalu berarti baik atau buruk. Untuk mencermatinya, mari kita dengar lebih dulu apa kata orang tentang seorang kakak perempuan.

Kakak perempuan adalah orang yang telah menjadikan kita setengah anak-anak dan setengah dewasa untuk selamanya. Orang luar melihat kita tumbuh dewasa dan berprestasi. Dokter spesialis mungkin, tetapi dimata kakak perempuan, kita tidak lebih dari adiknya yang dulu ingusan dan ia gendong kemana-mana.

Kalau saya sedang bercerita kepada seseorang, kakak perempuan saya kadang-kadang tersenyum karena dia tahu persis dimana saya telah menyelipkan kebohongan atau berlebihan. Susahnya dia itu tidak bisa kita ceraikan seperti istri dia tetap terhubung dengan kita melalui ikatan DNA keluarga yang sama.

Alkisah teman saya seorang komandan yang garang, diam-diam merencanakan untuk menikah lagi. Semua kakak laki-lakinya merestui atau setidak-tidaknya memahami. Tetapi entah dimana bocornya, berita itu sampai terdengar oleh dua kakak perempuannya. Ketika sendirian dirumah, kedua kakaknya itu datang menyerbu masuk kedalam kamar dan menguncinya dari dalam. Selama dua jam komandan garang itu diinterogasi, dibentak, dijewer dan dituding-tuding mukanya, tanpa melawan sedikitpun. Kedua jaksa sekaligus hakim wanita itu melakukan cuci otak, mengingatkan segala malapetaka yang akan menimpa kalau rencana poligami itu tidak dibatalkan. Betapa palsunya sumpah setia yang sudah diucapkan kepada isterinya dulu. Malu mereka sebagai kakaknya. Walhasil seperti maling yang ditelanjangi akhirnya teman saya pasrah dan bersumpah untuk tidak meneruskan rencananya.

Pada kesempatan lain, saya sedang mengantarkan kakak perempuan saya ketika tiba-tiba saya distop polisi karena salah jalur. Saya biasanya cepat melemah dan mengaku salah kalau menghadapi polisi. Tetapi kali ini kakak perempuan saya saya yang mengatasi. ”Adik saya memang salah, sudah saya ingatkan tadi tetapi karena lelah pulang kantor jadi khilaf. Kasihan Pak.” Entah kenapa polisi itu membebaskan saya tanpa banyak bertanya kecuali: ”Lagi-lagi hati-hati. Silahkan jalan”.

Kakak perempuan yang telah menjadikan kita setengah anak-anak selamanya, kebanyakan tidak memperoleh penghormatan yang sepantasnya dalam keluarga. Saya kira mereka berhak atas penghormatan yang lebih, setingkat dibawah ibu.

Selama ini kakak perempuan lebih diperlakukan sebagai rumput ilalang dalam kehidupan keluarga. Mereka dianggap sebagai sosok yang menghalangi jodoh adik perempuannya. Anak yang diberi beban mengasuh adik-adik, dan selalu dituntut untuk mengalah, kurang kasih sayang karena perhatian tertumpah kepada adik laki-lakinya. Pantaslah kalau dikemudian hari mereka mendapat posisi dan wibawa yang tinggi: Sehebat apapun kedudukan kita, kita tidak lebih dari sekedar adiknya. Komandan segarang apapun, takluk oleh wibawa kakak perempuannya.

7 thoughts on “TAKLUKNYA SEORANG KOMANDAN

  1. hhhmmm…kyknya cocok sm cerita sy dan adik laki2 saya. tapi kalo sy dan kaka perempuan sy, hehehe… sibling rivalry krn usia yg sedikit saja berbeda. adik sy tdk bisa lepas dr sy, tapi sy dan kakak salin mandiri.jzfs

  2. ouw… betapa indahnya punya kakak perempuan…. sayang saya tak punya. saya tiga saudara sekandung semuanya laki-laki dan saya yang paling tua. kadang saya kasian melihat ibu saya tak ada yng bantu di rumah. ketika saya masih bujang saya suka iri melihat teman yang punya adik perempuan… ketika pulang kerja ada adik yng merengek minta jajan sekaligus ada yang bantuin nyuci pakaian. ada tempat mengadu ke kakak perempuan sekaligus juga tempat meminta. karna kalo curhat ke saudara/kakak laki-laki gak nyambung… makasih pak, tulisan bapak enak dibaca dan mudah dipahami. ringan tapi bermakna. semoga jadi amal soleh buat bapak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s