KALAU AYAH MEMEGANG TANGAN SAYA

KALAU AYAH MEMEGANG TANGAN SAYA

Oleh: Jum’an

Seorang ayah berjalan melintasi jembatan sempit bersama anak perempuannya yang masih kecil. Karena merasa takut sang ayah meminta kepada putrinya: “Sayang, peganglah tangan ayah supaya tidak terpleset jatuh kesungai” .

Putri kecilnya menjawab: “Jangan Yah, ayah saja yang memegang tangan saya”.

“Apa bedanya?” tanya ayahnya heran.

“Berbeda sekali Yah. Kalau saya yang memegang tangan ayah, lalu saya kenapa-napa, kemungkinan tangan ayah akan lepas dari pegangan saya. Tapi kalau ayah yang memegang tangan saya apapun yang terjadi, saya merasa pasti ayah tidak akan melepaskan tangan saya”.

Pesan pendek yang tak diketahui penulisnya itu banyak beredar disejumlah situs internet dengan judul Essence of Trust. Dalam hubungan antar manusia, inti dari kepercayaan adalah ikatan batin, bukan sekedar ikatan lahiriah. “Maka dari itu peganglah tangan orang yang kau cintai, jangan minta mereka memegang tanganmu”. Begitu penutup pesan pendek itu.

Inti kepercayaan sama dengan peran hati dalam diri kita. Meskipun pikiran kita setuju dengan keputusan yang tidak berkenan dihati, persetujuan dan komitmen kita akan menjadi sekedar kepura-puraan dan mengambang dipermukaan saja. Selanjutnya dampaknya terhadap keputusan itu akan berupa kegagalan atau setidak-tidaknya keputusan itu menjadi sama sekali tidak efektif. Keputusan tanpa kepercayaan adalah pangkal dari kegagalan.

Berlawanan dengan cinta yang dalam sekejap dapat dari mata turun kehati dan tahunan untuk melepaskan diri, dibutuhkan waktu yang lama untuk saling percaya dan hanya waktu sebentar saja untuk merusaknya. Itulah sebabnya yang tercinta belum tentu terpercaya?

Kepercayaan itu vital dan manis rasanya tapi lama matangnya. Kalau kita mau menikmati manisnya buah, kita harus sabar menunggu tumbuhnya, memupuk dan menyianginya, menyiram dan menjaganya.


Perekat yang menyatukan hubungan antar manusia, termasuk hubungan antara pemimpin dan rakyat adalah kepercayaan, dan kepercayaan berasal dari ketulusan hati. Kepercayaan adalah sumbu utama dan sumber potensi segala hubungan antar manusia dalam pekerjaan maupun persahabatan.

Abraham Lincoln pernah berkata: Bila sekali saja anda kehilangan kepercayaan dari sesama, anda tidak mungkin memeroleh kembali penghormatan dan penghargaan mereka. Memang benar anda dapat membodohi semua orang sementara waktu, bahkan anda dapat membodohi sebagian orang sepanjang waktu, tapi anda tidak mungkin membodohi semua orang untuk selamanya.

Kedengaran mengena sepanjang waktu
terutama dalam hubungan rakyat dan pemimpin dinegeri kita saat ini. Tanpa kepercayaan – yang sumbernya berasal dari lubuk hati rakyat – banyak usaha akan sia-sia. Pemimpin dan politisi yang jujur juga setuju. Demikian pula hubungan pribadi antar manusia; rusaknya kepercayaan akan membubarkan rumah tangga atau persahabatan, berapa lamapun sudah dibina dan dijaga.

9 thoughts on “KALAU AYAH MEMEGANG TANGAN SAYA

  1. Benar pak Djum, kepercayaan masyarakat/rakyat kepada pemerintah saat ini sdh hampir sampai di titik nadirnya. Bila yang sedang berkuasa (baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif) tidak benar2 membenahi kinerja aparat2nya, tunggulah waktunya, akan terjadi hal2 yg tidak kita inginkan smeua. Tks pak Djum atas tulisan yg mencerahkan ini. Salam kenal dari seorang pensiunan PNS

  2. yap!. kepercayaan hampir sama maknanya dengan keyakinan. dan diatas kedua kata itu ada makna yang lebih tinggi yaitu IMAN. tiga kata itulah yang ada dalam dada pasukan Tariq bin Ziyad ketika memasuki dan menaklukan eropa, itu juga yang menjadi rahasia keberhasilan khalifah Umar bin AbdulAziz hingga di masa pemerintahan nya tak satupun penjara yang berpenghuni. Kata Alquran: betapa banyak pasukan kecil dapat mengalahkan pasukan besar dengan idzin ALLAH. syukran telah berbagi pak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s