DOA MENUJU SUNTER PODOMORO

DOA MENUJU SUNTER PODOMORO

Oleh: Jum’an

Murottal surat yasin di hape saya berdurasi seperempat jam, kira-kira sejarak dari Kebonkacang sampai ke perempatan Senen dipagi hari jam delapanan. Sejak duduk dimobil dan saya on-kan, saya komat-kamit mengkuti bacaan itu sambil sedapat mungkin mengingat artinya dan mengharapkan pahalanya. Tidak sedikit godaannya terutama kalau setir sendiri. Mengulurkan gopek diputeran, gadis cantik menyeberang, rem dan gas menghindari motor yang berseliweran, tukang koran dan peminta-minta. Kadang-kadang saya merasa pesimis seberapa manfaat dan pahala untuk saya. Tetapi begitu hampir tiap hari saya kerjakan.

Ketika berakhir di perempatan Senen, saya berdoa semoga seandainya ada pahala yang saya terima, arwah kedua kakak perempuan saya juga memperoleh kebaikan yang sama. Untuk arwah kedua orang tua, saya doakan tersendiri.

Saya masih punya waktu setengah jam antara underpass depan pasar Senen, melewati jalan Utan Panjang sampai ke tepi danau Sunter untuk bermohon-mohon atau menyampaikan puji-pujian. Saya harus mendahulukan mana yang saya anggap penting. Nanti didepan Vihara Budha 200 meter sebelum kantor, doa-doa sudah harus saya hentikan selesai atau belum selesai. Dari sana saya hanya akan membaca pujian yang ringan dilidah tetapi berat dalam timbangan yaitu: Subhanaalloh Walhamdulillah wal Ilaha illalloh wallohu akbar, teruuus samapai kekantor.

Yang paling penting, yang sering saya ingat adalah jangan sampai saya dipanggil sebelum dosa-dosa saya diampuni. Oleh karena itu saya baca astaghfirulloh lengkap beberapa kali. Lalu umur, kesehatan dan rizki. KepadaNya yang telah bersabda kun fayakun dan yang ditanganNya digenggam segala urusan, saya mohon dipanjangkan umur, dimudahkan urusan dan dimurahkan rizki terutama dihari rambut sudah memutih dan tulang-tulang sudah melemah ini.

Agar saya tidak ditolak oleh lingkungan, kepadaNya yang telah melunakkan besi bagi Sulaiman dan mendinginkan api bagi Ibrahim, saya bermohon agar hati orang-orang disekitar saya dingin dan damai terhadap saya. Biasanya doa ini saya ucapkan didekat-dekat masjid yang tidak pernah selesai dibangun disimpang empat Haji Jiung yang ramai dan semrawut itu.

Kadang-kadang ketika sinar pagi sangat cerah saya teringat untuk megucapkan bahwa duha ini, kemegahan ini, keindahan dan kekuatan ini semua milik Alloh. Kalau rizkiku ada dilangit tolong turunkan, kalau didalam bumi tolong keluarkan kalau sulit tolong mudahkan, wahai pemilik sinar pagi duha ini. Asmaul husna yang saya ingatpun saya baca dengan harapan dapat kecipratan hikmahnya.

Selangkah sebelum masuk pintu kantor saya baca doa pamungkas: Hasbialloh wani’mal wakiil. Terserah dan pasrah.

Sebenarnya berangkat kantor bukanlah waktu yang tepat untuk berdoa, kalau saja sehabis maghrib tidak lunglai kelelahan dan solat subuh tidak kesiangan. Entah bagaimana caranya membela diri, tetapi untuk saya yang tidak pandai mengatur waktu, berangkat kantor adalah prime time, masih segar rasa habis mandi, pikiran cerah, konsentrasi masih focus. Daripada mengisinya dengan yang lain saya rasa paling tepat justru untuk berdoa.

Tetapi manusia tetap manusia. Doa yang sering diucapkan menjadi verbalistis, kehilangan arti dan kosong. Lagi pula yang saya tulis diatas itu belum tentu saya jalani terus dengan istiqomah. Yah sekedar berbagi, bahwa ada juga orang yang model beginian.

Iklan

4 tanggapan untuk “DOA MENUJU SUNTER PODOMORO

  1. Sama, Pak. Setiap pagi ke kantor naik motor (Depok – Cilandak) saya selalu melafalkan Al Matsurat.Banyak godaannya, terkadang malah lupa bacaannya udah sampe mana. Ujung-ujungnya : terserah dan pasrah.

  2. Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaha illallahu Allahu akbar ….. di manapun kita berdoa tak masalah, pak Djum. Yg penting kita jadi selalu ingat kepada NYA, mudah2an taufiq rahmat dna hidayat NYA selalu turun menyirami kita2 ….. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s