JANGAN MINUM AIR BRANWIR

JANGAN MINUM AIR BRANWIR

Oleh: Jum’an

Lebih dari sekali saya melihat di TV beberapa orang dijalanan kota besar Amerika ditanya dimana letak Indonesia. Ada yang menjawab di Timur Tengah, di Bali dan di Singapura. Ternyata banyak diantara mereka yang tidak tahu dimana letak negeri kita. Mula-mula saya pikir keterlaluan. Bukankah Amerika adalah pusat dan gudangnya informasi? Ilmu pengetahuan, peperangan, pemanasan global atau apapun. Atau banyak orang yang memilih tutup mata karena merasa jenuh dengan simpang siur dan semrawutnya informasi?

Menurut Herbert Simon seorang ahli psikologi kognitif, informasi itu mengambil atau menyita perhatian penerimanya. Sehingga makin kaya seseorang dengan informasi makin miskin akan perhatian atau atensi. Alokasi perhatian haruslah dijaga agar tidak habis disita oleh serbuan informasi. Begitu pula orang-orang di kota-kota besar Amerika, perhatian mereka tersita habis oleh derasnya arus informasi yang mereka terima. Tak tersisa sedikitpun sampai-sampai negeri yang berpenduduk 200 juta ini terlewat dari perhatian mereka.

Pada hari natal 2009 Abdulmutallab seorang pemuda Nigeria telah mengecoh aparat keamanan Amerika dan hampir berhasil meledakkan pesawat Northwest Airlines di Detroit, Michigan. Sebenarnya sudah melihat tanda-tanda bahwa Mutallab berpotensi membahayakan, tetapi intelejen Amerika tenggelam dalam banjir informasi yang tak terkendali yang tidak henti-hentinya mereka sadap. Presiden Obama bilang, ini bukan kegagalan mengumpulkan informasi, tetapi gagal mengintegrasikan dan mencermati informasi yang kita miliki.

Sistim pengintaian yang computerized dan begitu canggih telah membuat mereka lebih menunggu alarm tanda bahaya berbunyi. Padahal mereka tahu Mutallab membeli one-way ticket dengan uang tunai dan tidak membawa tas waktu check-in dari Amsterdam; sangat mencurigakan

Jangankan mereka. Kita juga dilanda serbuan informasi yang luar biasa. Ada yang menyebut sekarang ini adalah zamannya Big Bang informasi. Sudah seharusnya kita dapat mengambil manfaat dari informasi yang kita terima dan kita kumpulkan. Mungkin dapat mengilhami kita untuk menjadi seorang penulis atau pemikir daripada sekedar membacanya saja. Atau merubahnya menjadi sesuatu yang bisa didagangkan dan menghasilkan uang atau sarana untuk meningkatkan karir atau berdakwah.

Informasi yang melimpah merupakan nutrisi yang vital untuk bertunasnya ide-ide dan solusi baru. Tetapi derasnya arus informasi juga simpang-siur, semrawut dan membingungkan. Seperti orang mencoba meminum air dari semprotan pipa branwir, ia akan tersedak dan hampir tidak setegukpun yang masuk kemulut. Karenanya ada yang menganjurkan mengambil waktu luang yang khusus untuk menyaring info-info yang semrawut dan menyerap yang bermanfaat. Sekaligus merenung untuk memberikan waktu dan suasana bagi lahirnya pemikiran baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s