DULU MALVINAS MILIK ALLOH

DULU MALVINAS MILIK ALLOH

Oleh: Jum’an

Pada mulanya semua hewan bebas berkumpul dan merumput bersama-sama dengan jenisnya masing-masing. Kuda bersama kuda, onta bersama onta dan kambing bersama kambing. Mereka pulang ketempat yang mereka pilih sendiri. Lalu datanglah manusia menguasai mereka seperti disebut dalam surat Yasin ayat 70. Semua kambing, kuda dan onta sekarang ada pemiliknya. Demikian pula laut dan gunung, hutan dan padang pasir. Zaman dulu kala siapapun boleh berlayar, mendaki dan mengarunginya. Orang boleh berada dimana saja kapan saja. Entah siapa yang kemudian memberikan hak kepada manusia untuk membuat garis diatas padang pasir atau menancapkan tiang ditepi hutan dan melarang orang lain masuk atau melewatinya.

Seorang teman yang kesulitan memperoleh visa masuk ke Amerika karena nama depannya Mohammad dengan muram berkata: Ini kan bumi Alloh. Kenapa jadi dipagar keliling dan kita dilarang menginjaknya? Bukankah orang Amerika yang sekarang adalah juga pendatang? Lihatlah Inggris sekutu Amerika. Ia memiliki kepulauan Malvinas sampai sekarang. Padahal pulau itu terletak dekat disebelah Argentina dan Inggris berjarak hampir 13,000 km dari sana. Ketika Argentina mencoba merebutnya pada tahun 1982 , Inggris mengerahkan mesin-mesin perangnya yang canggih untuk mengusir mereka. Padahal pada mulanya pulau Malvinas adalah milik Alloh, seperti kuda liar dan onta gurun.

Tidak hanya tanah dan hewan tetapi manusiapun menguasai dan memiliki manusia lain sebagai budak yang boleh diapakan saja kalau mereka suka.

Pada abad-abad pertama, lima persen penduduk China adalah budak. Diabad yang lain lebih dari seperempat penduduk Thailand dan Burma serta lebih dari sepertiga penduduk Korea adalah budak. Manusia memiliki manusia lain sebagai haknya dan tidak boleh diganggu–gugat oleh siapapun. Tidak masuk akal.

Ciptaan Alloh manalagi yang akan dikuasai oleh manusia sesudah hampir seluruh bumi dan seisinya? Ada tanda-tanda bahwa manusia dengan rekayasa baru yang disebut Geo Engineering akan merebut cuaca dari kepemilikan penciptanya.

Charles Mallory Hatfield seorang salesman mesin jahit di Kalifornia dengan tekun mepelajari bagaimana caranya membuat hujan. Ia meramu 22 jenis bahan kimia rahasia yang mampu memenarik awan dan menurunkan hujan. Pada tahun 1916 dia dikontrak untuk mengisi Bendungan Morena di San Diego County yang kering akibat musim kemarau berkepanjangan, dengan upah 10 ribu dolar jika berhasil. Pada awal Januari tahun itu hujanpun benar-benar berhasil diturunkan, semakin hari semakin deras. Bukan saja Bendungan Morena yang luber, tetapi banjir dimana-mana yang mengakibatkan 20 orang korban tewas. Pemerintah daerah menolak membayar kecuali kalau Hatfield bersedia menaggung kerugian yang dperkirakan mencapai 3,5 juta dollar. Tahun 1958 Charles Mallory Hatfield meninggal dan membawa serta rahasia pelet hujannya kedalam kubur

Pada tahun 1971, tentara Amerika juga pernah berhasil memperpanjang musim hujan di Vietnam untuk membanjiri Ho Chi Minh Trail dalam usaha menghambat gerakan tentara Vietcong saat itu.

Geo Engineering atau rekayasa pengendalian cuaca, tidak bedanya dengan usaha menjinakkan kuda liar untuk selanjutnya menguasai dan memilikinya. Sesudah itu terserah kepada yang punya. Teknologi nuklir dapat menghasilkan pembangkit listrik tetapi juga dapat menghasilkan bom nuklir. Pengendalian cuaca mungkin dapat mengatasi pemanasan global seperti dicita-citakan, tetapi dapat juga mencekek bangsa lain, terutama negara agraris seperti Indonesia.

One thought on “DULU MALVINAS MILIK ALLOH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s