YANG MANIS BERLAPIS MADU

YANG MANIS BERLAPIS MADU

Oleh: Jum’an

Perhatikan cara keponakan beraksi. Bersijingkat mengambil dompet dari saku saya, mengorek isinya lalu menunjukkan kepada saya berapa lembar yang dicolongnya tanpa bersuara. Lalu agar saya terlena dia menampilkan sebuah topik, ganti-ganti setiap kali beraksi. Kali ini tentang arisan keluarga. ”Ini kan acara penutupan. Yang dapat Bu A, Bu B dan Bu C. Lha kok saya ditilpun suruh menyediakan bakso dan opor ayam untuk 30 orang. Apa gak gendeng?” Kenapa kau tidak langsung jawab, kan yang dapat bukan saya kok ….? ”Tidak etis dong kita kan bersaudara. Lagipula biasanya Bu A memang memesan masakan dari saya kalau ada acara dengan teman-temannya”. Jadi kau ragu dia mau bayar atau kerja-bakti karena kau lebih muda dari mereka? ”Menilik wataknya, dia sih tidak mungkin bayar”. Lalu dengan panjang lebar dia menceritakan watak masing-masing anggota arisan, hampir semuanya jahat. Padahal semuanya adalah keluarga sendiri yang selalu cipika-cipiki setiap kali berjumpa.

Manisah, sekretaris dikantor saya yang lama dipanggil Manis bukan hanya untuk menyingkat, tetapi wajahnya memang manis, suaranya seksi dan enak didengar. Sikapnya hormat tingkah-lakunya memikat. Sedikit genit pula. Banyak orang terpesona dan merasa senang melihat wajah dan mendengar suaranya. Manis memang manis seperti berlapis madu.

Suatu kali saya terluka oleh keputusan Ibu direktur keuangan, dan saya bercerita kepada Manis yang berlapis madu itu. Diluar dugaan, dan saya merasa senang, dia menceritakan watak masing-masing perempuan yang ada dikantor, hampir semuanya jahat. ”Makanya Bapak hati-hati deh”. Saya hampir saja keceplosan mengatakan: Kamu persis keponakan saya. Tetapi untung saya telan kembali.

Apakah dunia wanita memang demikian ceriminannya sehingga Si Manis dan keponakan saya harus melapisi diri dengan madu etika dan sopan santun agar pergaulan kantor dan arisan keluarga bisa tetap berjalan? Seandainya kedua orang yang saya sebut namanya merupakan sisi gelap dari dunia wanita, siapa yang mewakili sisi terangnya?

Mereka berdua juga. Keponakan saya hidup lurus dan rendah hati, disenangi teman-temannya, solat lima waktu, tahajud dan tafakur, mendidik anaknya dengan tekun dan mendoakan saya setiap hari. Manis juga. Boleh dikatakan dialah yang menghidupkan suasana kantor saya, melayani relasi dan karyawan lain dengan sopan dan ceria. Solat tak pernah lupa. Mukenanya putih dan wangi. Kadang- kadang orang yang menilpun saya berkata: ”Pak apa wajah sekretaris Bapak sama dengan nama dan suaranya?”

Demikianlah wanita dengan multidimensinya, sulit dianalisa sulit diterka. Diterima saja apa adanya.

7 thoughts on “YANG MANIS BERLAPIS MADU

  1. beda2 pak… ada juga yang gak gt.. tapi biasanya tergantung lingkungan pergaulan si wanitanya….kalau memang di lingkungannya banyakan wanita… ya nantinya jadi model2 ponakan dan si sekretaris itu lah.. makanya dalam satu lingkungan.. mending jangan terlalu banyak wanitanya……..

  2. intan0812 said: makanya dalam satu lingkungan.. mending jangan terlalu banyak wanitanya…

    Kedua yang saya sebut juga begitu: arisan keluarga malah banyak prianya. Kantor Manis juga penuh laki-laki. Bukankah sebaiknya muslimat berkumpul sesama wanita daripada sebaliknya?

  3. jumanb said: Kedua yang saya sebut juga begitu: arisan keluarga malah banyak prianya. Kantor Manis juga penuh laki-laki. Bukankah sebaiknya muslimat berkumpul sesama wanita daripada sebaliknya?

    walah salah teori :Dmemang harusnya gitu pak.. tapi berdasarkan pengalaman pribadi….kalau terlalu banyak wanitanya jadi ribet….. ga tau kenapa kecuali wanitanya itu mengerti masalah agama dengan benar kali ya seperti tidah boleh gibah, dst…..

  4. argadivo said: kalo sampean jadi tempat curhat kaum hawa itu berarti sampean dipercaya.Walaupun curhat gibahan

    Asw. Pertama mereka tidak curhat kepada saya, justru saya yang taya kepada mereka (hanya 2 orang jadi gak bisa disebut “kaum hawa”). Lebih dari itu yang anda anggap gibahan itu, tidak sepenuhnya salah. Bahkan beberapa diantaranya merupakan konfirmasi dari apa yang sudah saya duga sebelumnya. Menarik kan?.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s