DIANTARA YANG TERJAGA KEASLIANNYA

DIANTARA YANG TERJAGA KEASLIANNYA.

Oleh: Jum’an

Pak Ading berasal dari Tegal, Pak Amak dari Pekalongan dan saya berasal dari Banyumas. Tiga lembah ditebing Gunung Slamet, saya disebelah selatan dan mereka berdua disebelah barat laut dan timur laut. Kami bersahabat sejak mahasiswa dulu dan sampai sekarang seingat saya tidak pernah berselisih. Cukup lama alhamdulilah dan seterusnya insyaalloh.

Selama hampir setengah abad persahabatan itu kami menggunakan bahasa daerah masing-masing untuk berkomunikasi, tanpa ada sedikitpun kewajiban atau keterpaksaan untuk saling meniru, jadi sama-sama santai. Ibarat makanan, persahabatan kami seperti nasi ponggol, nasi megono dan mendoan. Nikmat di lidah masing-masing tanpa harus membandingkan mana yang lebih unggul.

Ketiga bahasa daerah serumpun itu memang khas dan berbeda. Intonasinya menggambarkan kepribadian daerah asalnya. Nada dan suara untuk membantah atau bertanya kecuali merupakan pernyataan sikap, juga sekaligus menunjukkan siapa diri mereka. Itulah sebabnya ketiga bahasa daerah itu tidak pernah saling tercampur satu dengan yang lain.

Bukan hanya semasa persahabatan kami yang cukup lama, tetapi sudah sejak 500 tahun yang lalu. Yaitu ketika Tegal diperintah oleh Ki Gede Sebayu, di Pekalongan memerintah Kyai Madoerareja dan di Banyumas bertahta Raden Joko Kahiman. Bahkan mungkin jauh sebelum itu.

Lalu siapa yang sebenarnya menjaga keaslian mereka? Mengingat ketiga daerah itu sangat berdekatan dan rakyatnya telah hidup berdampingan selama ratusan tahun, rasanya aneh kalau bahasanya tetap mandiri, tidak saling larut satu sama lain. Ketiganya terpisah sampai saat ini.

Saya kira keaslian bahasa Tegal, Pekalongan dan Banyumas akan tetap terjaga. Tidak akan saling tercampur sepanjang zaman, meskipun para penggunanya tinggal berdekatan dan saling berinteraksi melalui pergaulan dan pernikahan. Kalau sudah lebih lima abad tetap eksis, tentu dia adalah barang awet atau ada pelindung luar biasa yang menjaganya.

Kekhawatiran ketiganya akan larut satu sama lain dan tidak khas lagi, adalah sama seperti mengkhawatirka air laut akan encer dan kurang asin karena tercampur dengan air tawar dari muara-muara sungai atau gunung es.

Pernahkah anda menonton tayangan Discovery Channel tentang eksplorasi Oceanografer Perancis Jacques Yves Costeau ketika ia menemukan air tawar yang segar di dasar laut? Atau membaca surat ar-Rohman tentang pertemuan air tawar dan air asin yang tidak pernah larut? Air laut akan tetap asin sebagaimana air sungai akan tetap tawar. Jangan khawatir.

Alloh mempunyai caranya sendiri untuk menjaga keaslian ciptaanNya. Termasuk ratusan atau mungkin ribuan dialek bahasa daerah di Indonesia dengan keunikannya sendiri-sendiri. Kalau tidak tentulah segala sesuatu sudah campur- aduk tidak ketahuan lagi asal-usul, makna dan tujuan penciptaannya.

3 thoughts on “DIANTARA YANG TERJAGA KEASLIANNYA

  1. jumanb said: Pernahkah anda menonton tayangan Discovery Channel tentang eksplorasi Oceanografer Perancis Jacques Yves Costeau ketika ia menemukan air tawar yang segar di dasar laut? Atau membaca surat ar-Rohman tentang pertemuan air tawar dan air asin yang tidak pernah larut? Air laut akan tetap asin sebagaimana air sungai akan tetap tawar.

    yg ana tahu, scientist ini akhirnya menyatakan keIslamannya setelah membuktikan kebenaran surat Arrahman yang bapak tulis dengan penemuannya. Subhaanalloh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s