GUS DUR DAN MICHAEL JACKSON

GUS DUR DAN MICHAEL JACKSON

Oleh: Jum’an

Sebelum meninggal pada bulan Juni 2009, citra Michael Jakcson yang berumur 50 tahun itu sudah sangat menurun: hutangnya yang 4 trilyun, penyakitan, kecanduan obat, rentan dan ringkih, pemboros dan dikenal pedophile. Mimpi belaka kalau dia bilang mau comeback dengan 50 konser di London.

Tetapi ketika video gladi-resik (rehearsal) pembukaan konser itu dipertunjukkan dua hari sebelum dia meninggal, orang terperanjat melihat Michael Jackson tetap karismatik, insruktif, tetap raja panggung seperti dulu, utuh tidak berkurang sedikitpun bahkan lebih mempesona.

Dan sesudah meninggalnya hampir semua media menyanjung bakat, keaslian dan kreatifitas serta dinamika musik dan gayanya. Musiknya yang dikagumi selama dua generasi, King of Pop, pemegang lebih dari 370 awards. Bahkan ada yang percaya bahwa 500 tahun mendatang para sejarawan masih akan tetap membicarakan bakat luar biasa dari Michael Jackson.

Rasa kemanusiaannya, cinta sesama dan kedermawanannya adalah asli, orisinil. Perhatiannya terhadap kesejahteraan orang lain sama tingginya dengan cinta dan perhatiannya terhadap karirnya sendiri. Tanda bahwa dia berjiwa besar, pengabdian terhadap kemanusiaan dan bukti bahwa dia adalah manusia plus. Michael Jackson bukan haya seorang bintang istimewa tetapi dia adalah manusia istimewa. Begitu kata sebuah website kulit hitam.

Michael Jackson menyumbang jutaan dolar untuk United Negro College Fund serta pendiri dari Program Beasiswa Michael Jackson. Dialah yang menginspirasi saudara perempuannya Janet mendirikan program beasiswa sejenis. Banyak yang diuntungkan dengan program beasiswa Michael dan Janet Jackson itu.

”May Alloh be with you Michael, always ” kata Jermain kakaknya mewakili keluarga Jackson didepan peti jenasahnya.

Ketika untuk kesekian kalinya Gus Dur masuk kerumah sakit, beberapa hari sebelum meninggal seorang teman saya dengan beraninya mengatakan: Orang ini begitu masuk liang kubur, langsung akan dilempar keneraka tidak perlu menunggu hisab. Kalimat ini saya kutip apa adanya hanya untuk menunjukkan betapa sejumlah orang begitu tinggi rasa antipatinya terhadap Gus Dur. Bukankah dia yang melecehkan perjuangan Hamas, Palestina bukan urusan Islam, pendiri yayasan simon Peres, mengajak Indonesia mengakui kedaulatan Israel, menerima penghargaan dalam perayaan berdirinya negara Zionis itu, meremehkan relawan jihad dan tidak mendukung negara Palestina. Membela aliran Ahmadiyah, mengatakan Qur’an porno, jilbab adalah simbol arabisasi …

Saya kehilangan semangat untuk menyelesaikan tulisan ini. Entah karena judul diatas terlalu saya paksakan atau keengganan saya membaca pujian-pujian terhadap Gus Dur yang berlebihan. Bapak Pluralisme, presiden yang merakyat, pantas menerima Nobel Perdamaian, pidato pemakaman oleh SBY yang terasa sumbang, keajaiban tanggal meninggalnya Gus Dur, kerumunan orang yang berebut mengambil bunga dan tanah kuburan. Banyaknya orang yang penuh khurafat dan yang ingin memecah belah umat. Keseluruhannya menyesakkan.

Sementara Michael Jackson meninggal saat dia menggeliat untuk bangkit kembali, Gus Dur (yang pernah mampir kerumah saya ditahun 80an) tidak lelah-lelahnya bersilaturahmi dan berziarah, padahal ia sudah beberapa kali terkena stroke. Entah pelajaran apa yang bisa ditarik dari kepergian kedua tokoh itu. Wallohu a’lam

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s