BIARKAN SAYA BERSALAH

BIARKAN SAYA BERSALAH

Oleh: Jum’an

Saya pernah menulis tentang malas sebagai vitamin panjang umur dan betapa bermanfaatnya tidur siang. Kalau saya sekarang menulis tentang kebaikan untuk memperbuat kesalahan, saya khawatir dicoret dari member IUA karena tuduhan menyebarkan pemikiran kontra produktif. Tetapi gatal rasanya kalau tidak saya teruskan. Apalagi ini bukan menyangkut kesalahan fatal yang disengaja dan berdampak menggegerkan seperti keputusan membail-out Bank Century.

Kalau 2 dari 10 nilai raport anak kita merah dan selebihnya bagus, kita akan terus menerus mengingat kedua angka merah itu daripada angka-angka yang lain. Matematika dan bahasa Inggris merah! Begitu terukir dibenak kita. Yang salah memang lebih mudah diingat daripada yang baik. Pokoknya Pak Harto diktator dan SBY gurita. Padahal barangkali mereka banyak berjasa, tapi tidak usah diingat-ingatlah. Kalau memang mereka berjasa, itu kan sudah kewajiban dan tanggung jawab mereka.

Kitapun jangan-jangan dikenang oleh komunitas kita sebagai orang yang suka menguasai pembicaraan, suka menonjolkan diri, suka ngeles bayar kalu makan bersama di warung atau yang kalau pinjam mobil tak pernah mau mengisi bensin. Bukankah jauh dilubuk hati memang ada sedikit kenikmatan untuk mengingat kesalahan orang?

Otak kita memang lebih cermat mengingat sesuatu yang menyangkut kesalahan daripada hal-hal yang lain dan kata sebagian ahli itu merupakan salah satu dari mekanisme penyelamatan diri yang dimiliki setiap manusia. Bila seseorang merasa geram dan dipermalukan karena salah menjawab dalam suatu meeting misalnya, saat itu juga otaknya mengukir ingatan dengan cermat dan rinci untuk melindungi orang itu diwaktu yang akan datang.

Suatu penelitian Experimental Psychology membuktikan bahwa responden yang diberi kesempatan untuk mencoba menjawab suatu pertanyaan lalu ditunjukkan jawaban yang benar, lebih ingat dibanding yang langsung ditunjukkan jawaban yang benar, kalau ditanya lagi nanti. Artinya sesudah melakukan kesalahan kita akan lebih memahami persoalan yang sebenarnya.

Sekali saja memergoki (mungkin kebetulan) teman kita berselingkuh, seumur hidup tidak akan lupa. Padahal jasa istri anda yang sangat besar, ikut prihatin dan solat tahajjud demi karir dan jabatan anda tidak mampu bertahan sampai setahun dalam ingatan.

Kecenderungan manusia yang lebih mengingat kesalahan daripada kebaikan orang lain meskipun berguna sebagai mekanisme penyelamatan diri, sekaligus juga merupakan cacat manusia. Yang nafsunya condong kearah kejahatan. La ammarotun bissu’ – kata surat Yusuf ayat 53.

One thought on “BIARKAN SAYA BERSALAH

  1. iya sih murid saya sering dapat seratus setelah saya beri soal yang sama yang sebelumnya dapat 20 istilahnya di remidi atau her, supaya adil nilainya pun tak lebih dari standar nilai minimal pelajaran saya:70. Jadi jika ada orang yg setelah berbuat salah lalu tdk memperbaiki dan tidak lebih baik berarti jangankan nilai minimal luluspun tidak, sayangnya kita sulit mengakui kesalahan maunya bener terus. Kalo g salah info kemampuan ngeles dan tdk mau disalahkan atau menyerang bila merasa terganggu yaitu otak reptil yg mendominasi. bener begitu pak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s