NURI BISA MATI KARENA SEPI

NURI BISA MATI KARENA SEPI

Oleh: Jum’an

Kita sering dikatakan orang sebagai makhluk sosial artinya kita saling tergantung dengan orang lain. Kita membutuhkan mereka untuk bertahan hidup. Orang lainlah yang menjadi pembanding untuk menilai segala sesuatu. Anda unggul dibanding orang lain yang biasa-biasa saja. Anda anda cantik dibanding teman anda yang buruk rupa karena sumbing. Anda kaya berumah mewah dibanding saya miskin berumah gubuk. Semuanya relatif. Kita adalah bagian dari umat, anggota suatu suku atau member suatu club. Dari merekalah kita memperoleh harga diri dan identitas.

Jangan mengasingkan diri karena menyalahi kodrat dan bukan tidak berbahaya. Anda akan kesepian dan kehilangan identitas karena tidak ada pembanding, lalu sedih dan frustrasi, stress, imunitas tubuh menurun, mudah terserang penyakit dan bukan tidak mungkin berujung pada kematian. Kesepian berada didalam hati, bermula dari perasaan diabaikan dan tidak diterima meskipun sehari-hari berada bersama orang ramai.

Waktu saya ketik “mati kesepian”, mesin pencari Google memberikan banyak sekali informasi tentang kematian karena kesepian. Dari seorang tua di desa Grobogan Jawa Tengah sampai remaja Hongkong dan top model dari Korea. Tidak kalah banyaknya berita yang ditampilkan waktu saya ketik “bunuh diri karena kesepian”. Ini menunjukkan bahwa kesepian bisa membawa maut dan sekaligus merupakan penyebab bunuh diri yang dominan.

Banyak orang tua yang tidak lama bertahan hidup, lalu menyusul isterinya yang belum setahun meninggal. Keyungyun kata orang Jawa. Rasanya hidup tidak ada artinya lagi karena terlalu sepi. Ibarat tanaman iapun mulai layu dan tidak lama lalu mengering. Tahukah anda bahwa seekor burung nuri akan terkulai dan mati dalam sangkar yang cukup pakan dan air, hanya karena ditinggal dirumah kosong beberapa lama? Burung nuripun tidak sanggup menahan kesepian; tidak mendengar suara dan tidak melihat kehidupan disekitarnya.

Kesepian akibat perasaan tersisih dan tidak diterima memang menyedihkan. Tetapi kalau kita tergugah untuk menghadapinya, mungkin lain jadinya. Bukankah identitas kita yang hilang itu – tidak tampan, tidak unggul dan miskin- adalah identitas palsu? Semua hanya merupakan perbandingan antara kita dengan orang lain. Kehilangan identitas palsu adalah suatu permulaan yang baik. Saatnya kita melihat jati diri kita yang nyata. Kita memang sendirian tetapi tidak lagi kesepian.

Dalam kesendirian kita bebas mengembangkan imajinasi, meredakan luka hati, meningkatkan kesadaran dan bertafakur, mencermati pernilaian orang terhadap kita. Mengatur rencana dan membuat skala prioritas. Sangat banyak yang dapat kita hasilkan tanpa gangguan.

Menyendirilah sewaktu-waktu. Karena kelak kita toh akan dibangkitkan dengan tanggung jawab sendiri-sendiri, tidak ada tolong- menolong antara bapak dan anak sekalipun. (Surah Luqman) Aduh, menakutkan juga…..

2 thoughts on “NURI BISA MATI KARENA SEPI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s