LEBIH BAIK TIDAK BERAGAMA?

LEBIH BAIK TIDAK BERAGAMA?

Oleh: Jum’an

Karena tidak ada contoh kasus dari kalangan sendiri yang saya ketahui dengan jelas, biarlah kisah suami istri Tillmon dan Ada Webb dari Amerika ini saya ambil sebagai cerminan. Tillmon kebetulan mempunyai tubuh yang ekstra tambun. Dia miskin, kurang berpendidikan dan relijius. Suatu kali Tillmon mengalami luka dibagian lututnya. Dia mau berobat kedokter tetapi ia batalkan karena harus membayar 300 dolar dimuka. Iapun memilih tinggal dirumah didampingi isterinya yang setia dan menggunakan hari-harinya untuk berkonsentrasi membaca bibel.

Ia yakin iman dan kesabarannya akan menyembuhkan penyakitnya. Ia melarang isterinya minta bantuan orang lain dan hanya berdoa menunggu ”Job miracle” yang dalam istilah kita disebut mukjizat Nabi Ayub. Dalam Alqur’an disebutkan bahwa Nabi Ayub adalah seorang yang sangat penyabar dan sebaik-baik hamba, dan karena itu Alloh mengabulkan doanya dan menyembuhkan penyakitnya. Sepengetahuan saya tidak disebut-sebut tentang jenis penyakit yang beliau derita. Tetapi kisah-kisah dari sumber lain menceritakan bahwa beliau menderita sakit yang sangat parah sehingga ulat-ulat berkerumun memakan kulitnya. Dari kesabaran yang luar biasa dalam menerima cobaan, diceritakan bahwa bila ada ulat yang jatuh maka dipungutnya dan dikembalikan ketubuhnya lagi.

Ketika delapan bulan kemudian Tillmon Webb meninggal, isterinya ditanya apakah dia menyesali sikap suaminya yang aneh itu. Dia menjawab: Tidak. Satu-satunya yang saya sesali kenapa dia pergi lebih dulu tanpa mengajak saya.

Cara hidup yang mengerikan, menyedihkan dan sia-sia, kata orang. Yang lain berkata: Kisah palsu macam apa sampai membuat orang percaya bahwa menderita itu baik. Bahwa ketika hidup menjadi berantakan karena kesalahan sendiri, lalu diakui dan diterimanya dengan senang hati sebagai bukti kecintaan Tuhan. Yang lebih buruk, kisah ini bukan hanya membuat orang seperti ini aneh, tetapi mendorong orang menjadi pasif dan makin banyak yang berfikir bahwa menderita adalah soleh.

Rasanya banyak orang-orang sejenis Tillmon dan Ada Webb dikalangan kita. Saya tidak ingin menyalahkan atau bahkan mengutuk mereka. Hanya saja mereka membuat saya berfikir (astaghfirulloh): kalau begitu lebih baik tidak usah beragama. Tanpa agama, kemiskinan jelas kita anggap sebagai musuh yang harus kita lawan. Kalau perlu kita jadi kuli pelabuhan atau transmigrasi bedol desa atau menjadi TKI di Hongkong. Demi kehidupan yang lebih baik, lebih makmur dan lebih sehat. Tentu saja tidak perlu sampai segitunya.

Sanya hanya ingin menunjukkan bahwa kesalahan persepsi atau sikap dalam beragama bisa menimbulkan akibat seperti yang dialami Tillmon dan Ada, yang tidak seharusnya terjadi. Mungkin diantara penyebabnya adalah sama seperti yang dialami oleh mereka berdua yaitu kemiskinan dan kebodohan. Sehingga cara beragamanya fatal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s