TAHU SUMEDANG DAN PIZZA MOZZARELLA

TAHU SUMEDANG DAN PIZZA MOZZARELLA

Oleh: Jum’an

Saya tahu. Sebenarnya anda ngiler melihat lemper ayam dan tahu Sumedang yang dijual asongan diperempatan jalan, tetapi tidak berani membeli kan? Malu karena anda semobil bersama mertua, atau anda seorang wanita karir atau karena anda memakai jas dan berdasi. Padahal itu makanan lezat dan gurih apalagi kalau diselingi gigitan cabe rawit. Maaf mungkin saya salah menebak. Mungkin kesukaan anda bukan itu tetapi croissant keju atau pizza mozzarella.

Apapun kesukaan kita selalu ada saja pengahalang untuk memperolehnya. Kita membatalkan langkah demi memberikan kesan baik atau menghindari kesan buruk dimata orang lain. Gengsi atau malu disangka kampungan, tidak pantas atau tidak level. Norma-norma yang tidak jelas asbabun nuzul dan perawinya.

Seperti ada beban yang begitu saja menindih pundak kita dari macam-macam pengaruh keadaan dan lingkungan yang menjadikan kita merasa berhutang atau turut bertanggung jawab, risi atau peduli.

Seorang dosen jangan makan di warung tegal, seorang selebriti tidak pantas mebeli baju di pasar Tanah Abang dan seorang direktris tidak pantas membeli tahu Sumedang diperempatan jalan.

Sebagai seorang da’i, anda kehilangan kesempatan untuk bertanya sesuatu kepada jamaah. Atribut yang anda sandang tanpa disadari telah menempatkan anda sebagai orang yang harus tahu segala. Demikian pula kalau anda lulusan SMA jurusan sosial, sampai tua -tanpa ada yang melarang- anda merasa tidak berhak tahu apa arti asam dan basa apalagi pH, meskipun itu adalah pengertian ilmu kimia sederhana. Pernahkah anda mengenal seorang ustazah yang tahu tentang tari serimpi atau bedoyo, seudati atau saman apalagi salsa dan tango?

Begitulah gelar, status, etnis, profesi atau atribut-atribut lain yang kita miliki sedikit banyak telah membuat kita terkungkung dan terpaksa berpura-pura.

Coba nanti saya tanyakan kepada Pak Bram sahabat saya. Apakah dia sebagai orang Ambon menyukai tempe bacem Yogya? Kalau saya, sebagai orang Banyumas sampai sekarang belum berani makan rujak cingur Surabaya itu. Alasannya, yah itu kan kesukaan orang Surabaya!

Saya yakin ada sesorang disana yang perlu untuk melepaskan diri dari rambu-rambu khayali yang telah membelenggunya begitu lama. Seperti seekor anak gajah yang diikat kakinya dengan rantai, sampai dewasa dan berbadan raksasa tetap tidak mampu melepaskan diri darai rantai kecil itu. Sudah terkondisi kata orang. Kalau kita ingin menjadi gajah betulan, rantai itu harus kita putuskan sekarang juga, sebelum seekor babi mepermainkan kita.

Siapa yang tahu bahwa bakat seni anda mungkin telah lama menjadi kerdil oleh profesi engineering yang anda geluti. Atau suara merdu anda sudah berubah parau karena anda menekuni pekerjaan kantor dan tidak menjadi penyanyi dangdut karena merasa hina.

Almarhum Prof. Dr. Ir. Mohammad Sadli M.Sc , ekonom dan guru besar FEUI itu adalah contoh seorang insinyur yang beralih minat dan sukses mencapai cita-citanya. Kabarnya beliau masuk Fakultas Teknik sampai memperoleh gelar MSc hanya untuk memenuhi keinginan ibunya. Jadi kalau anda sekedar kepingin makan tahu Sumedang, beli saja diperempatan jalan sekalipun. Tidak akan menyebabkan anda kudisan kok!

Iklan

4 tanggapan untuk “TAHU SUMEDANG DAN PIZZA MOZZARELLA

  1. Sama kita Pak (soal gak suka petis surabayan, apalagi rujak yang ditambahin cingur sapi itu … gak tegel ngebayanginnya), mungkin juga soal2 apa adanya (gak suka pake topeng kepura-puraan, dan terus berusaha utk gak mau berubah jadi hipokrit … :)Tapi klo soal tahu sumedang – di lingkungan tempat tinggalQ di Bojonggede juga disebut ‘tahu sumedang’, padahal asli bojong (dr kedelai amerika?) – aq agak beda. Biarpun suka bnget tahu itu, kayaknya berat sekali klo belinya di perempatan jalan (gak berani, soalnya gak jelas asal usulnya, sih) … sukanya beli dr langganan saja atau warung/toko/resto/tempat2 yang menetap bgitu.Trus, klo ‘croissant’ juga suka banget karena nostalgia buatan ibuQ dulu (tapi klo pizza dan sebangsanya gak temenan sama lidahQ) … eh, koq jadi pjg lbr kayak DRH lengkap saja … gak penting bngt, yaa Pak … he-he-he … 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s