BERINGIN BAROKAH

BERINGIN BAROKAH

Oleh: Jum’an

Sebenarnya diam-diam saya mempercayai surat Yasin ayat 33 secara harfiah. Yaitu bahwa Alloh memang menghidupkan tanah yang mati dan mengeluarkan benih dari dalamnya. Bukan mengandung arti yang lain. Tetapi kalau saya ceritakan dengan terang-terangan akan diketawakan orang. Mereka tentu akan menguliahi saya panjang lebar dengan segala tafsir yang barangkali juga benar.

Berapa kali saya melihat orang memancing ikan ditempat-tempat yang tidak masuk akal seperti dibekas galian proyek bangunan yang belum sampai setahun umurnya. Mna ada ikan disitu. Memangnya ada orang yang menangkar? Tetapi mereka dapat ikan juga meskipun kecil-kecil. Bahkan banyak orang yang percaya bahwa setiap empang akhirnya dihuni ikan, dari manapun datangnya.

Begitulah hal yang mustahil –yang mendukung kepercayaan saya- sekarang sedang terjadi. Anda tahu kan bahwa populasi burung di Jakarta (Pusat) cukup rendah? Demikan pula populasi pohon beringin. Bahkan saya yakin banyak diantara kita yang belum pernah melihat biji buah beringin. Jadi betapa sedikitnya burung yang sempat makan buah beringin. Lebih sedikit lagi, burung yang sehabis makan buah beringin itu terbang diatas rumah saya. Seandainya toh ada, kemungkinan dia menjatuhkan kotorannya tepat di lubang atap yang hanya dua kali tiga meter dan berjeruji – adalah nol. Seandainya keajaiban semacam itu terjadi, kotoran burung itu tidak akan jatuh tepat diatas separoh pot kering yang menempel ditembok bagian dalam rumah saya.

Tetapi nyatanya, sebuah tunas pohon beringin telah tumbuh diatas pot yang sejak dibuat sekitar tiga tahun yang lalu tidak pernah ditanami apa-apa. Saya tanyakan kepada tiga anggota keluarga serta pembantu saya, semuanya bersumpah tidak pernah menanam biji apapun di pot yang lama-lama nampak membosankan itu. Anda dipersilahkan berteori sendiri dari mana biji beringin itu datang, tetapi saya lebih senang mempercayai secara harfiah surat yasin ayat 33 tadi. Yaitu bahwa Alloh telah mengeluarkan benih dari tanah mati

Nah selajutnya terjadilah keajaiban lain setelah biji beringin misterius itu hadir disana. Semula antara pot, sedikit tanah dengan mineral-mineral yang dikandungnya, gas karbon dioksida yang ada diudara dan sinar matahari masing-masing hidup sendiri-sendiri dengan tenang selama setidak-tidaknya dua tahun terakhir ini. Biji beringin yang dijatuhkan oleh burung atau dari manapun datangnya itu, merubah dan meramaikan suasana. Ia menyerap air dan mineral dari sekitarnya, lalu dengan kehangatan sinar matahari mulai menggeliat tumbuh. Mula-mula ia memakan bekal bawaan dari sang beringin induk, lalu sesudah berdaun ia mulai memasak makanannya sendiri dengan proses yang disebut fotosintesa. Yaitu membuat makanan dengan bahan mentah berupa air, mineral dan gas karbon dioksida dan sinar matahari.

Beringin kecil itu memasak makanannya di daun-daunnya yang mengandung pigmen klorofil. Mereka mengumpulkan air dan mineral yang dihisap oleh akar dari tanah, gas karbon dioksida dari udara dan energi dari matahari lalu dimasaknya untuk bekal pertumbuhan.

Secara simbolik beringin kecil itu telah menghisap nafas busuk saya untuk keperluan dia memasak, lalu ”asap dapur” nya yang berupa oksigen segar dikembalikannya kepada saya untuk hidup . Alangkah berkahnya. Alhamdulillah. ”Wahai beringin kecil, tumbuh suburlah engkau dengan izin Tuhanmu”.

One thought on “BERINGIN BAROKAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s