JAGUNG PACITAN DAN HAMMER OF LONDON

JAGUNG PACITAN DAN HAMMER OF LONDON

Oleh Jum’an

Seorang penjual batu akik didekat alun-alun Pacitan menawarkan (katanya) fossil jagung kepada saya. Sebuah batu berbentuk jagung yang sudah terkelupas klobotnya kecuali kulit tipis bagian dalam, sehingga biji-biji jagung itu nampak transparan dibawahnya. Ukurannya sama dengan jagung asli, warnanya kuning kusam dan bobotnya sedikit melebihi berat sebuah jagung. Katanya dia peroleh dari seorang penggali tanah lempung dari desa Kebonsari, kecamatan Punung.

Orang-orang dikantor saya yang beberapa diantaranya adalah geologist, tidak yakin bahwa jagung itu fossil tetapi barang buatan pabrik. Tapi tak seorang pun yang bisa memperkirakan pabrik mana yang bisa membuat barang seasli itu, lalu terdampar dekat alun-alun Pacitan dan dijual kepada saya dengan harga murah. Waktu jagung itu jatuh patah dua, kelihatan bagian dalamnya berupa batu kapur berwarna putih yang tidak terlalu keras. Kalau penjual batu akik itu sengaja menipu saya, saya rela-rela saja karena tipuannya telah menghidupkan suasana kantor saya selama beberapa minggu.

Enampuluh tahun sebelum saya menemukan fossil jagung itu, yaitu pada 1936, Max dan Emma Hahn suami-istri pendaki gunung dari Amerika, menemukan sebongkah batuan dengan sepotong kayu mencuat dari dalamnya, dikota kecil London (bukan Inggris), di Kimble County Texas.

Ketika dibelahnya menggunakan pahat ternyata batuan itu membungkus sebuah palu besi dengan gagang kayu yang sudah membatu. Penemuan “Hammer of London” ini menjadi sangat terkenal baik dikalangan ilmuwan maupun agamawan Kristen sampai sekarang. Karena hasil uji dari tim archeologist menujukkan batuan pembungkus itu telah berumur 400 juta tahun sedangkan palu itu sendiri sudah berumur 500 juta tahun. Menurut Institut Metalurgi Columbia, besi itu sangat murni terdiri dari 97% besi, 2 % chlorine dan 1 % belerang, sangat massif tanpa gelembung udara sama sekali. Besi seperti ini hanya mungkin dibuat menggunakan teknologi metalurgi abad 20 dengan proses pemurnian dan pengerasan modern.

Meskipun penelitian tentang umur artifak ini sangat ilmiah, tidak urung timbul juga berbagai kontroversi tentang Hammer of London ini. Bahkan, diluar dunia sains dan teknologi, Hammer of London yang sekarang disimpan di “Creation Evidence Museum” di Texas telah dijadikan senjata penting oleh kaum kreasionis Kristen untuk melawan kaum evolusionis disana.

Kaum kreasionis adalah mereka yang mempercayai bible secara harfiah berbeda dengan kaum evolusionis yang memahami segala sesuatu terjadi melalui proses evolusi. Kaum kreasionis dianggap musuh Negara di Amerika (kabarnya tumbuh juga di Indonesia) karena sepak terjang dan pendirian-pendiriannya banyak betrentangan dengan sains dan teknologi.

Dari berbagai spekulasi kemungkinan asal-usul palu besi itu, satu diantaranya adalah kemungkinan adanya kebudayaan modern dizaman dahulu kala, jutaan tahun yang lalu. Sebelum zaman dinosaurus, ada orang membawa palu besi?

Jagung batu yang saya beli dekat alun-alun Pacitan itu…. siapa tahu adalah peninggalan dari zaman kejayaan Pacitan jutaan tahun yang lalu juga.

Bagi yang tertarik dengan penemuan (palu, bukan jagung) diatas, silahkan gugel “Hammer of London”. Sedangkan yang tertarik dengan arti Alloh menurunkan besi, gugel “Surat Al Hadid ayat 25” Wa anzalnal hadiid………..

Iklan

2 tanggapan untuk “JAGUNG PACITAN DAN HAMMER OF LONDON

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s