KUPULANG, KAUPULANG, DIAPULANG


KUPULANG, KAUPULANG , DIAPULANG

Oleh: Jum’an

Lebaran, semua orang pulang: Pak Pri ke Bumiayu, Pak Nono ke Malang, dik Pica ke Pontianak. Mba Sum dan Mas Jumino ke Pacitan, Wari’ah ke Brebes. Semua, karena merasa punya kampung halaman merasa perlu untuk pulang dihari lebaran. Jangan disalahkan orang pulang mudik lebaran. Nikmati saja hikmah dan indahnya: rindu yang lepas, rejeki yang menyebar, perkenalan anak dengan asal usul bapaknya, lebaran pertama ditempat mertua dll. Orang tidak bisa selamanya tinggal di perantauan, sekali-sekali perlu pulang ketempat asalnya, menemui sanak-keluarga yang mencintainya. Berdesakan, macet, kecopetan dan kehabisan sangu, semua sudah merupakan lauknya perjalanan bagian dari romantika kehidupan.

Pulangnya anak-anak kecil adalah pulang yang paling menyegarkan. Yaitu sehabis bermain berkejaran dilapangan, petak umpet atau main bola pulang dengan badan basah bermandi keringat, langsung menuju kedapur menenggak air dingin sambil mendongak keatas dengan bunyi gelegak-gelegak dileher.

Juga pulang anak sekolah siang-siang pada hari yang pelajarannya paling banyak. Pulang melepas sepatu dan mencuci tangan lalu makan siang. Ciduk nasi sepiring penuh, tutup atasnya dengan ongseng kacang pajang, tempe, ikan dan telor. Lalu aduk-aduk dan lahap sampai habis. Jangan lupa tangan kiri pegang kopling: kerupuk atau rempeyek udang.

Lalu, pulang kerja mencari nafkah. Sesudah cukup kerja seharian, pulang istirahatkan badan lempangkan kaki lalu mandi dan menghirup secangkir kopi sambil bercanda dengan anak dan isteri. Semua perlu pulang, semua harus pulang.

Pulang dari beribadah haji, pulang dari pertempuran atau menjaga perdamaian, ataupun pulang dari penjara adalah pulang-pulang yang berkesan, pulang yang tidak mudah dilupakan. Pulang dari Timor Timur pulang dari Irian, pulang dari Cipinang atau Nusakambangan.

Pulang yang menyedihkan juga sulit dilupakan. Seperti pulangnya Ali al-Megrahi dari penjara Scotladia ketanah airnya Libia. Ia dibebaskan karen
a kanker prostat yang dideritanya selama menjalani hukuman dan diperkirakan hidupnya tiggal beberapa bulan lagi (
Going Home To Die)

Juga, maaf numpang pribadi, pulang saya dari kantor pada sekitar jam lima sore, 20 Agustus tujuh tahun yang lalu. Saya punya kebiasaan menilpun kakak saya perempuan dari kantor. Sekitar jam empat sore itu, saya menilpunnya mau menceritakan bahwa masakannya yang saya bawa kekantor banyak yang suka dan teman-teman saya menitip salam untuk berterima kasih. Tetapi dia memotong: Pulang saja, ceritakan nanti saja kalau kamu sudah sampai dirumah. Ketika tidak lama kemudian saya pulang, saya dapati rumah terkunci. Ah sedang mandi atau solat dia. Saya tunggu tapi waktu saya memangil-manggilya utuk kedua kalinya tidak ada jawaban, saya bertanya ke tetangga sebelah. Jawabnya: sedang mandi mungkin, tadi saya baru saja bercanda dengan dia waktu menyiram tanaman. Saya masih bertanya ketetangga yang lain yang mengaku melihatnya juga tadi waktu menyiram tanaman. Ketika akhirnnya saya berhasil masuk kedalam rumah, ternyata dia telah pulang..pulang keharibaaNya. Saya pulang, dia pulang. Semua akan pulang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s