GOING HOME TO DIE

GOING HOME TO DIE

Oleh: Jum’an

Lalarosa (http://sehatperkasa.multiply.com) mengomentari posting sehatperkasa (http://sehatperkasa.multiply.com) yang berjudul “Kanker” sebagai berikut: Mengerikan sekali, tapi berapa banyak penderita yang menyadari bahwa itu bukan hanya sekedar penyakit melainkan azab. Lalu saya bertanya: Maksud anda azab seperti ‘azab dari Alloh’? dan beliau menjawab Ya. Saya menafsirkan bahwa Ibu Lala percaya bahwa kanker yang diderita sesorang adalah azab (hukuman) dari Alloh. Kalau saya salah menafsirkan, saya mohon maaf dan sekali-kali bukan maksud saya untuk menyalahkan atau membenarkan pendapat seperti itu.

Kemarin sore, TV Aljazeera menyiarkan konferensi pers Menteri Kehakiman Skotlandia Kenny MacAskill waktu membebaskan Abdul Bassit Ali al-Megrahi dari hukuman seumur hidup dengan alasan belas kasihan. Abdul Bassit adalah tertuduh peledakan pesawat PanAm tahun 1988 yang mengakibatkan 270 orang korban. Semasa dalam penjara ia menderita kanker prostate dan diperkirakan akan mati dalam waktu sebulan mendatang. Ia dipulangkan ke Libia dengan pesawat jet pribadi dan disambut sebagai pahlawan. Inilah kalimat terakhir MacAskill: ”Sekarang Megrahi menghadapi hukuman yang dijatuhkan oleh kekuatan yang lebih tinggi (Tuhan). Terminal, final dan tak dapat diubah. Dia akan mati”

Menanggap kanker atau lepra sebagai azab, hukuman atau kutukan Tuhan merupakan hal yang pantas orang berbeda pendapat. Apakah azab, atau ujian, atau mungkin sebagai mekanisme Alloh membersihkan dosa-dosa penderitanya? Yang jelas perbedaan keyakinan baik dari sipenderita maupun orang luar akan mengakibatkan perbedaan sikap dalam merasakan atau menangani penyakit itu. Kalau lepra adalah kutukan Tuhan, maka kita dan pemerintah pasti enggan menggalakkan pemberantasan penyakit ini, dibanding kalau kita menganggapnya sebagai penyakit biasa yang diakibatkan oleh kecerobohan manusia.

Ada bukti bahwa mereka yang lebih yakin bahwa manusia adalah sekedar ’wayang’ yang tergantung penuh kepada kemauan sang dalang, berbeda sikapnya dalam menghadapi kehidupan sehari-hari dibanding mereka yang menganut faham kebebasan. Yaitu mereka yang percaya bahwa nasib kira ditentukan oleh kemauan dan usaha kita sendiri.

Sekelompok murid yang telah diindoktrinasi bahwa manusia sekedar wayang, diuji bersama kelompok lain yang tidak diindoktrinasi.Kepada mereka diberikan tes matematik sederhana melalui komputer, seperti ini:

1 + 8 + 18 – 12 + 19 – 7 + 17 – 2 + 8 – 4 = X. Kepada mereka disampaikan bahwa komputer itu suka eror yaitu beberapa detik setelah pertanyaan itu muncul suka muncul jawaban soal itu. Untuk menghindari eror itu terjadi, begitu muncul pertanyaan setiap siswa diharapkan untuk menekan space bar agar jawaban itu tidak muncul. Komputer itu tidak hanya merekam jawaban soal, tetapi juga siapa yang menekan space bar dan siapa yang tidak. Hasilnya?

Ternyata mereka yang mengimani bahwa manusia adalah wayang, lebih banyak yang tidak menekan space bar sehingga melihat jawabannya, lalu dicontek. Berbeda dengan kelompok yang tidak menerima indoktrinasi. Mereka segera menekan space bar, lalu menggunakan otaknya untuk menyelesaikan soal itu (http://scienceblogs.com/cognitivedaily).

Jadi kanker azab, cobaan atau apa? Wallohu a’lam.

Iklan

2 tanggapan untuk “GOING HOME TO DIE

  1. saya tidak berpendapat mutlak bahwa penyakit yg mengerikan dan yg hanya bisa disembuhkan oleh kematian adalah azab karena bisa saja ini cobaan. dari sisi medis, tentu jelas apa penyebab penyakit itu, yg tentunya karena gaya hidup yang “kurang baik” atau faktor keturunan/genetik.tapi jika dilihat dari sisi religius/agama, sebisa mungkin ini bisa menjadikan sipendirita instrukpesi akan perbuatannya dimasa lalu yg bisa menyebabkannya mendirita seperti itu.misalnya saja, berjemur dipantai dengan busanan minim. bukankah secara agama menampakan aurat itu dosa? selain itu maka bisa jadi itu adalah cobaan untuk orang yang benar-benar beriman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s