EKSPERIMEN PAK KIYAI

EKSPERIMEN PAK KIYAI

Oleh: Jum’an Basalim

Seorang kiyai mau menerangkan kaidah-kaidah tentang kehidupan kepada jamaahnya. Daripada berkhotbah panjang lebar, beliau memilih mengadakan demo sebagai tamsil. Ditaruhnya sebuah gelas ukuran besar (ples/ lodong) kosong diatas meja. Mula mula diisinya gelas itu dengan pecahan-pecahan batu ukuran kurang lebih 10 cm sampai penuh. “Penuh kan?”. Ya, jawab para jamaah.

Lalu sambil digoyang-goyang sedikit, dimasukkannya kerikil, yang karena ukurannya kecil masuk mengisi sela-sela pecahan batu yang lebih besar.

“Penuh kan?” Ya, jawab para jamaahnya lagi

Lalu sambil menggoyang-goyang gelas itu dimasukkannya pasir yang kemudian mengisi rongga antara batu batu dan kerikil sampai penuh. Sekarang gelas itu penuh dengan batu, kerikil dan pasir Terakhir dituangkannya dengan perlahan-lahan kedalamnya memenuhi sela-sela pasir hingga penuh.

“Nah” kata pak kiyai… “Lodong ini adalah ibarat hidup kita”. Pecahan-pecahan batu tadi adalah hal-hal penting: keluarga, isteri, anak-anak serta kesehatan kita;hal-hal yang kalau kita kehilangan segala sesuatu yang lain, hidup kita masih terasa utuh. Kerikil itu menggambarkan hal-hal yang perlu dalam hidup seperti pekerjaan, rumah, mobil Sedangkan pasir menggambarkan segala sesuatu yang lainnya. Hal-hal kecil.

Kalau kita masukkan pasir kedalam gelas tadi lebih dulu, tidak ada tempat untuk kerikil dan batu. Begitu juga dalam hidup kita. Kalau waktu dan tenaga kita habiskan untuk hal-hal kecil, kita tidak akan ada waktu untuk hal-hal yang lebih penting. Perhatikan hal-hal yang menyangkut kebahagiaan hidup kita. Bermainlah dengan anak-anak, sediakan waktu untuk memeriksakan kesehatan. Ajak isteri nonton. Akan selalu ada waktu untuk bekerja, membershkan rumah, mengundang makan tetangga dsb. Urus hal-hal penting lebih dulu, buat urutan prioritas. Yang lainnya …hanyalah pasir belaka.

“ Lalu air tadi artinya apa Pak Kiyai?”

Air itu artinya betapa padatpun nampaknya kehidupan kita, masih ada waktu untuk menyiram rohani kita dengan menghadiri pengajian seperti ini….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s